MOJOKERTO, Tugujatim.id – Lantunan talbiyah mengiringi pelaksanaan manasik haji 164 calon jemaah haji (CJH) Kabupaten Mojokerto.
Ratusan CJH ini digembleng oleh Kementerian Haji dan Umroh (Kemenhaj) Kabupaten Mojokerto di Ballroom Pesantren Riyadlul Jannah, Pacet, Kabupaten Mojokerto selama 4 hari sejak Sabtu (14/02/2026) lalu.
CJH yang berasal dari Trawas, Pacet, Gondang, dan Jatirejo ini diberikan beragam materi manasik, mulai dari materi yang diberikan secara teoritis hingga melakukan praktek mulai dari niat, tawaf, sai, hingga tahalul secara langsung di area ballroom sembari didampingi oleh pembimbing yang kompeten dari Kemenhaj.
Sementara itu, Direktur Pesantren Riyadlul Jannah Pacet Mojokerto, M. Ainur Rofiq mengatakan bahwa menjadi tuan rumah pelaksanaan manasik bagi 164 CJH dari 4 kecamatan merupakan sebuah kehormatan dan ladang khidmah (pengabdian) baginya.

“Kami berupaya memastikan seluruh fasilitas, mulai dari kenyamanan ruangan, tata suara, hingga area simulasi Kakbah dapat mendukung kekhusyukan para jemaah. Melihat semangat CJH selama 4 hari ini sangat mengharukan. Kami mendoakan semoga ikhtiar Kemenhaj Mojokerto ini mengantarkan seluruh jemaah meraih predikat haji yang mabrur,” ujar Ainur Rofiq saat dikonfirmasi, Selasa (17/02/2026).
Menurut Ainur Rofiq, durasi manasik selama 4 hari ternyata berdampak pada sisi psikologis calon jemaah. Lamanya waktu manasik membuat mereka tidak merasa diburu-buru dalam menyerap ilmu.
“Calon jemaah bisa dengan tenang berdialog dengan pendamping haji, hal itu tentu membuat suasana psikologis jemaah bisa tenang, jadi tidak buru-buru apalagi bagi jemaah lanjut usia,” tambahnya.
Sementara itu, dari salah seorang CJH dengan inisial KN mengaku dirinya bersyukur atas manasik yang berlangsung selama 4 hari ini. Baginya, lama waktu tersebut sangat cukup untuk memahami materi manasik sebelum benar-benar terbang menuju Tanah Suci.
”Alhamdulillah, manasik (4 hari) di sini benar-benar membuka wawasan kami. Awalnya masih merasa takut dan bingung, nanti di sana harus baca apa, harus jalan ke mana, tapi alhamdulillah sudah tenang setelah ikut manasik,” tandasnya.
Masih kata KN, ia juga mengaku nyaman dengan lokasi manasik tersebut.
“Prakteknya diulang-ulang langsung pakai replika Kakbah, dibimbing pelan-pelan sama petugas (Kemenhaj), kami jadi lebih paham. Tempatnya di Riyadlul Jannah ini juga sejuk dan nyaman, jadi kami yang sepuh-sepuh ini tidak cepat lelah,” tuturnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Reporter: Hanif Nanda Zakaria
Editor: Darmadi Sasongko








