SURABAYA, Tugujatim.id – Ketua Komisi C DPRD Surabaya Eri Irawan menegaskan perlunya pembenahan menyeluruh terhadap sistem pengolahan limbah tinja di kawasan Keputih. Langkah ini dinilai mendesak menyusul munculnya keluhan warga terkait bau menyengat dari instalasi pengolahan milik Pemerintah Kota Surabaya.
Menurut Eri, laporan masyarakat menunjukkan bahwa aroma tidak sedap yang muncul belakangan ini berbeda dari kondisi biasanya. Hal tersebut mengindikasikan adanya persoalan teknis dalam proses pengolahan lumpur tinja.
Baca Juga: Lonjakan Harga saat Imlek dan Ramadhan 2026, DPRD Surabaya Dorong Penguatan Pasokan Pangan
“Perlu peningkatan kapasitas sekaligus perbaikan sistem. Kemarin kami menerima keluhan soal bau yang cukup mengganggu,” kata Eri, Sabtu (14/02/2026).
Dia menilai, pengelolaan limbah di Keputih tidak hanya berasal dari layanan pemerintah, tetapi juga mencakup limbah dari pihak swasta serta sisa buangan restoran yang diolah menjadi pupuk. Kompleksitas ini, kata Eri, menuntut perencanaan teknis yang lebih matang agar proses berjalan optimal.
Pentingnya Susun Desain Rekayasa yang Tepat
Dia menekankan pentingnya penyusunan desain rekayasa yang tepat, baik dari sisi teknis maupun operasional. Dengan begitu, dampak lingkungan yang dirasakan warga dapat diminimalkan.
“Rekayasa ulang sangat dibutuhkan supaya baunya bisa ditekan dan tidak merugikan masyarakat,” jelas Eri.
Baca Juga: Soroti Minimnya Lowongan Kerja, DPRD Surabaya Dorong Lulusan Muda Jadi Pengusaha Digital
Dia juga mengungkapkan, saat proses pengurasan tertentu, bau limbah bahkan tercium hingga radius sekitar satu kilometer. Kondisi tersebut dianggap sebagai sinyal bahwa sistem yang ada perlu segera dievaluasi.
Selain pengendalian bau, peningkatan kapasitas pengolahan juga dinilai penting agar limbah lebih cepat terurai menjadi pupuk. Produk pupuk tersebut selama ini dimanfaatkan warga sekitar untuk taman lingkungan dan sekolah, serta digunakan oleh Dinas Lingkungan Hidup Kota Surabaya dalam perawatan ruang terbuka hijau kota.
“Kalau pengelolaannya optimal, manfaatnya besar. Tidak hanya mengurangi dampak lingkungan, tapi juga memberi nilai tambah bagi masyarakat,” pungkas Eri. (adv)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: Adira Salsabila
Editor: Dwi Lindawati








