SURABAYA, Tugujatim.id – Berdekatan dengan momentum Hari Raya Nyepi, Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Timur mulai persiapan arus mudik Lebaran lebih awal 2026 ini. Langkah Dishub Jatim tersebut diambil sebagai bentuk antisipasi terhadap sejumlah faktor, salah satunya kelancaran arus mudik Lebaran.
“Persiapan dilakukan lebih awal karena kami berkoordinasi dengan Kementerian Perhubungan dan seluruh stakeholder terkait. Masa angkutan Lebaran tahun ini ditetapkan mulai 17-31 Maret atau sekitar 16–17 hari,” kata Kepala Dishub Jatim Nyono pada Jumat (20/02/2026).
Baca Juga: Kereta Inspeksi Periksa Jalur Rel KA di Jember Menjelang Mudik Lebaran 2026
Nyono menjelaskan, puncak arus mudik diperkirakan terjadi pada 17–18 Maret. Perkiraan tersebut menjadi perhatian khusus karena beririsan dengan peringatan Hari Raya Nyepi yang jatuh pada 19 Maret.
Menurut Nyono, kedekatan dua momentum besar tersebut menuntut kesiapan lebih matang, terutama pada simpul transportasi penyeberangan yang menghubungkan Jawa dan Bali.
“Tahun ini ada momentum Hari Raya Nyepi yang waktunya berdekatan, sehingga perlu antisipasi khusus, terutama terkait penutupan Pelabuhan Ketapang–Gilimanuk pada 18 Maret karena 19 Maret merupakan Hari Nyepi,” ujarnya.
Antisipasi Potensi Penumpukan Kendaraan di Banyuwangi
Penutupan operasional penyeberangan tersebut diperkirakan berpotensi menimbulkan penumpukan kendaraan di wilayah sekitar Banyuwangi. Karena itu, Dishub Jatim telah menyiapkan sejumlah langkah mitigasi.
Nyono menuturkan pihaknya telah memetakan seluruh kantong parkir di sekitar kawasan Ketapang, Banyuwangi, sebagai lokasi penyangga kendaraan selama penutupan berlangsung.
“Karena ada penutupan tersebut, kami sudah memetakan seluruh kantong parkir di sekitar Ketapang, Banyuwangi, untuk mengantisipasi penumpukan kendaraan,” katanya.
Dia berharap dengan langkah antisipatif tersebut tidak terjadi kemacetan maupun gangguan berarti selama masa penutupan pelabuhan.
Baca Juga: Menuju Mudik, 31.402 Tiket Kereta Api Lebaran Daop 8 Surabaya Ludes Terjual
“Harapannya, tidak terjadi kemacetan atau gangguan berarti saat penutupan pelabuhan berlangsung,” ujar Nyono.
Dishub Jatim juga terus memperkuat koordinasi lintas sektor guna memastikan kelancaran angkutan Lebaran, termasuk pengaturan lalu lintas, kesiapan armada, serta manajemen rekayasa lalu lintas di titik-titik rawan kepadatan.
Pemerintah provinsi mengimbau masyarakat yang akan melakukan perjalanan mudik, khususnya menuju Bali melalui Pelabuhan Ketapang, agar memperhatikan jadwal operasional penyeberangan dan mengikuti arahan petugas di lapangan demi menjaga kelancaran dan keselamatan bersama.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: M. Khaesar
Editor: Dwi Lindawati








