JEMBER, Tugujatim.id — Bupati Jember Muhammad Fawait (Gus Fawait) mengungkapkan fakta mencengangkan soal kondisi infrastruktur pendidikan di wilayahnya.
Hal itu disampaikan saat sambutan di hadapan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Prof. Dr. KH. Abdul Mukti dalam acara program revitalisasi sekolah di SMPN 1 Balung.
Gus Fawait, sapaan akrabnya, menyebut bahwa ketika pertama kali menjabat sebagai bupati, ia mendapati tidak kurang dari 1.532 gedung sekolah dalam kondisi rusak berat.
“Saya kaget. Itu belum yang rusak ringan, belum yang rusak sedang. Yang rusak berat saja 1.532 gedung sekolah,” ungkap Gus Fawait pada Sabtu (21/2/2026).

Kondisi ini makin memprihatinkan mengingat Kabupaten Jember merupakan daerah dengan jumlah penduduk terbanyak ketiga di Jawa Timur, sekaligus menempati urutan kedua tingkat kemiskinan tertinggi di provinsi yang sama.
Bahkan untuk kategori kemiskinan ekstrem, Jember menempati posisi teratas se-Jawa Timur. Ironisnya, data kerusakan tersebut sempat tidak tergambar secara akurat di sistem Dapodik. Bupati Fawait menduga manipulasi data terjadi demi kepentingan akreditasi sekolah.
Ia pun memerintahkan jajarannya untuk melaporkan kondisi sekolah apa adanya, termasuk tidak lagi menyulap dapur menjadi laboratorium komputer demi terlihat memenuhi standar.
Setelah perbaikan data dan perjuangan langsung ke Jakarta menemui Menteri serta Wakil Menteri, upaya tersebut membuahkan hasil. Pada tahun 2025, Jember menerima anggaran revitalisasi sekolah terbesar dalam sejarah Indonesia, dengan 124 sekolah masuk dalam program perbaikan.
Capaian tersebut menurutnya jauh melampaui bantuan sebelumnya yang hanya berkisar 5 hingga 6 miliar rupiah per tahun.
Tak berhenti di situ, Fawait juga mengajukan sekitar 300 sekolah yang masih rusak berat untuk mendapatkan bantuan pada tahun 2026. Ia optimistis permohonan tersebut akan kembali dikabulkan.
“Kalau tahun ini 124 yang diberi bantuan, mudah-mudahan 300 lebih tahun depan akan diberi bantuan,” harap Fawait di hadapan para kepala sekolah, wali murid, dan siswa-siswi yang hadir.
Bagi Fawait, perbaikan infrastruktur sekolah bukan sekadar soal gedung. Ia meyakini pendidikan adalah kunci jangka panjang untuk memutus rantai kemiskinan ekstrem yang selama ini membelit Kabupaten Jember.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Reporter: Diki Febrianto
Editor: Darmadi Sasongko








