• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Masjid Mumbul Mojokerto

Tampak depan Masjid Mumbul Mojokerto. Foto Hanif

Unik! Tak Ditemukan Beton Penyangga Lantai 2 Masjid Mumbul Mojokerto

Darmadi Sasongko by Darmadi Sasongko
3 months ago
in Featured
0
Share on FacebookShare on Twitter

MOJOKERTO, Tugujatim.id – Masjid Mumbul Mojokerto, selain sebagai bangunan sarana mendekatkan diri kepada Sang Maha Pencipta juga menyimpan cerita unik dari balik namanya.

Masjid Mumbul yang berada di Pekukuhan, Mojosari, Kabupaten Mojokerto saat diamati dari luar, terlihat memadukan warna hijau, putih serta sentuhan emas.

You might also like

Malang

Kakao Malang Diam-Diam Punya Varietas Premium Langka

29/05/2026 7:00 AM
Ledakan balon udara.

Sosok Korban MD Ledakan Balon Udara Blitar di Mata Keluarga, Dikenal Pekerja Keras dan Pulang Kampung Melepas Rindu

27/05/2026 8:08 PM

Pada bagian muka bangunan tersebut didominasi tulisan dari huruf Latin dan aksara Jawa. Terdapat pola lengkungan dan aksesoris menunjukkan bangunan yang memang sudah berusia.

Masjid Mumbul Mojokerto ini dulunya merupakan milik Pondok Pesantren Sambung Sari Noto Projo atau dikenal juga dengan Padepokan Mayangkoro. Pondok tersebut didirikan oleh mendiang Kiai Imam Malik.

Masjid Mumbul Mojokerto
Tampak depan Masjid Mumbul Mojokerto. Foto Hanif Nanda Zakaria

Halimatus Sa’diyah, istri dari almarhum Kiai Imam Malik atau sering disapa Gus Malik menjelaskan bahwa Gus Malik mendirikan pondok tersebut sekira tahun 1992 silam.

Sebelum pondok berdiri, Gus Malik terlebih dahulu membangun sebuah tempat tirakat (riyadhoh) di sisi selatan masjid pondok yang digunakan sebagai tempat berzikir.

“Awal dulu sebelum ada pondok, kiai bikin tempat buat riyadhoh. Lalu tambah lama tambah banyak yang ikut. Tamu-tamu dari luar (Mojokerto) juga ikut riyadhohan di sini,” urainya Halimah, Senin (23/02/2026).

Tempat yang dimaksud oleh Halimah, bila dilihat dari depan, tampak gerbang yang mengharuskan pengunjung untuk menundukkan kepala bila hendak masuk.

Pada bagian atas gerbang tertulis lafal ‘Hadzaa baabus salaam’ kemudian pada sisi kiri dan kanan terdapat lafal Allah dan Muhammad yang disertai aksara Jawa pada bagian di bawahnya.

Setelah melewati gerbang tersebut, terdapat anak tangga untuk naik lalu turun menuju tempat riyadhoh. Di dalamnya tempat ini, begitu gelap sebab berupa lorong tanpa penerangan sama sekali.

Dulu, tempat ini tidak hanya digunakan oleh santri pondok, namun tamu-tamu yang datang berkunjung ke pondok turut menyempatkan diri untuk memanjatkan doa-doa di tempat tersebut.

“Tempat riyadhoh ini biasa dipakai santri, lalu ikut dipakai sama tamu-tamu dari tempat lain, biasanya untuk berdoa,” tambah Halimah.

Sayang, pasca Gus Malik berpulang pada 2009 lalu, perlahan banyak santri mulai boyong dari pondok tersebut. Terkini hanya tampak 1 orang yang bermukim di pondok tersebut.

Sehari-hari juga terlihat warga sekitar mengaji di masjid utama yang lokasinya berada di sebelah utara tempat riyadhoh.

“Kalau sekarang hanya warga sini yang mengaji di masjid itu (utara tempat riyadhoh). Ndak ada yang mukim di sini sejak Gus Malik meninggal,” tutur Halimah.

Nama Masjid Mumbul

Kata Mumbul sendiri dalam bahasa Jawa berarti melambung atau membumbung. Kata ini lekat dengan masjid ini sebab menggambarkan lantai kedua masjid yang bisa dibilang mumbul karena hanya ditopang bambu sebagai penyangganya.

Masjid Mumbul masih digunakan hingga kini tampak tidak memakai beton. Hanya terdapat bambu sebagai penyangga bangunan di atasnya. Meski begitu, masjid ini masih tampak kokoh. Warga sekitar menyebut masjid ini dengan sebutan Masjid Mumbul.

“Warga sini kenalnya itu Masjid Mumbul karena tidak pakai beton. Pakai bambu saja tapi kuat sampai sekarang,” kata salah satu warga sekitar, Muhammad Arif.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id

 

Reporter: Hanif Nanda Zakaria

Editor: Darmadi Sasongko

Tags: berita mojokertoKabupaten MojokertoMasjid di MojokertoMojokertoRamadan
Darmadi Sasongko

Darmadi Sasongko

Related Stories

Malang

Kakao Malang Diam-Diam Punya Varietas Premium Langka

by Mochamad Abdurrochim
29/05/2026 7:00 AM
0

MALANG, Tugujatim.id – Kabupaten Malang ternyata tidak hanya dikenal lewat sektor pertanian hortikultura maupun wisata alam. Di balik hamparan kebun...

Ledakan balon udara.

Sosok Korban MD Ledakan Balon Udara Blitar di Mata Keluarga, Dikenal Pekerja Keras dan Pulang Kampung Melepas Rindu

by Dwi Linda
27/05/2026 8:08 PM
0

BLITAR, Tugujatim.id - Duka mendalam menyelimuti sebuah rumah sederhana di Desa Tambakan, Kecamatan Gandusari, Kabupaten Blitar, menyusul insiden ledakan balon...

Biya Agus.

Biya Agus, Magister Fisika yang Viral di TikTok Berkat Pembahasan soal Rezeki bersama Chatour Travel

by Dwi Linda
19/05/2026 4:41 PM
0

GRESIK, Tugujatim.id - Senin malam (18/05/2026), H Agus Rahman MPd atau yang populer dengan nama Biya Agus Chatour Gresik, sesenggukan...

Mie Cendana.

Atika C. Larasati, Owner Mie Cendana Viral di Malang Kolaborasi Unik bareng Pelaku UMKM Lokal Perempuan

by Dwi Linda
01/05/2026 7:27 PM
0

MALANG, Tugujatim.id - Siapa sih yang nggak mengenal Mie Cendana sebagai salah satu kuliner viral dari Malang, Jawa Timur? Bahkan,...

Next Post
Polije

Pakar Gizi Polije Bedah Strategi Olahraga Efektif Selama Ramadan

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID