• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Polije

Dosen Gizi Klinik Politeknik Negeri Jember (Polije), Alinea Dwi Elisanti, S.KM., M.Kes. Foto: Polije

Pakar Gizi Polije Bedah Strategi Olahraga Efektif Selama Ramadan

Darmadi Sasongko by Darmadi Sasongko
3 months ago
in Advertorial, Pendidikan, Tips
0
Share on FacebookShare on Twitter

Tugujatim.id – Dosen Gizi Klinik Politeknik Negeri Jember (Polije), Alinea Dwi Elisanti, S.KM., M.Kes., memaparkan pandangan ilmiah mengenai aktivitas fisik saat puasa.

Ia menjelaskan bahwa puasa merupakan bentuk intermittent fasting alami yang mengubah metabolisme energi secara signifikan.

You might also like

Dekorasi kamar kost low budget

Ini Inspirasi Dekorasi Kamar Kost Low Budget agar Nyaman untuk Belajar dan Istirahat

04/06/2026 2:51 PM
Jatim

Dindik Jatim Tegaskan Kepala Sekolah Dilarang Terima Titipan Siswa pada SPMB 2026

03/06/2026 3:53 PM

Secara fisiologis, tubuh tidak mengalami defisit energi akut, melainkan melakukan metabolic switching. Proses ini menggeser penggunaan sumber energi dari dominasi karbohidrat menuju pembakaran atau oksidasi lemak yang lebih intens.

“Olahraga saat puasa bukan larangan secara fisiologis, namun kita harus menyesuaikannya berdasarkan prinsip evidence-based practice,” ungkap Alinea Dwi Elisanti.

Selanjutnya, ia memaparkan bahwa kadar insulin akan menurun drastis setelah 8 hingga 12 jam pertama puasa. Penurunan ini merangsang hormon glukagon untuk memecah lemak menjadi asam lemak bebas sebagai sumber energi utama tubuh.

Oleh karena itu, olahraga intensitas rendah hingga sedang seperti jalan santai atau yoga sangat ideal dilakukan. Pada level ini, tubuh bekerja secara efisien membakar lemak tanpa harus menguras cadangan glikogen yang sudah menipis.

“Tubuh beralih dari penggunaan glukosa menuju penggunaan lemak sebagai sumber energi utama atau fat-based metabolism,” jelas pakar gizi Polije tersebut.

Namun, Alinea memperingatkan agar masyarakat menghindari olahraga intensitas tinggi seperti lari cepat atau HIIT di siang hari. Jenis latihan ini membutuhkan glikogen dalam jumlah besar dan berisiko tinggi memicu dehidrasi serta kelelahan hebat.

Sejalan dengan hal itu, ia merekomendasikan waktu terbaik untuk berolahraga adalah 30 hingga 60 menit menjelang berbuka puasa. Pilihan waktu ini memungkinkan tubuh segera mendapatkan asupan cairan dan nutrisi setelah sesi latihan berakhir.

“Menjelang berbuka paling kami rekomendasikan karena risiko hipoglikemia minimal dan tubuh bisa segera melakukan rehidrasi,” tutur Alinea lebih lanjut.

Selain itu, ia juga menekankan pentingnya menjaga massa otot melalui asupan protein yang adekuat saat sahur dan berbuka. Masyarakat disarankan mengonsumsi protein sebanyak 1,2 hingga 1,6 gram per kilogram berat badan setiap harinya.

Pakar gizi ini juga mengingatkan warga untuk mengenali tanda bahaya seperti pusing, mual, atau jantung berdebar saat beraktivitas. Jika tanda-tanda tersebut muncul, pelaku olahraga harus segera berhenti untuk mencegah risiko pingsan atau kram berat.

“Massa otot tetap dapat kita pertahankan asalkan distribusi protein saat sahur dan berbuka tetap terjaga dengan baik,” tambahnya.

Ia menyimpulkan bahwa olahraga saat puasa sangat aman dan bahkan mampu memperbaiki komposisi tubuh. Kuncinya terletak pada modifikasi waktu, pengaturan intensitas yang tepat, serta strategi hidrasi yang konsisten sepanjang malam.

Penerapan strategi nutrisi pendukung seperti konsumsi karbohidrat kompleks saat sahur juga akan memperlama rasa kenyang. Dengan pengaturan yang tepat, performa fisik akan tetap stabil meski tubuh sedang menjalankan ibadah puasa selama sebulan penuh.

“Pencapaian performa atletik akan tetap stabil setelah tubuh melewati fase adaptasi metabolik pada sepuluh hari pertama Ramadan,” pungkasnya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id

 

Reporter: Feni Yusnia

Editor: Darmadi Sasongko

Tags: Olahraga RamadanPolijePoliteknik Negeri JemberRamadan
Darmadi Sasongko

Darmadi Sasongko

Related Stories

Dekorasi kamar kost low budget

Ini Inspirasi Dekorasi Kamar Kost Low Budget agar Nyaman untuk Belajar dan Istirahat

by Mochamad Abdurrochim
04/06/2026 2:51 PM
0

Tugujatim.id – Dekorasi kamar kost low budget menjadi salah satu hal yang mulai banyak dicari mahasiswa baru menjelang musim penerimaan mahasiswa...

Jatim

Dindik Jatim Tegaskan Kepala Sekolah Dilarang Terima Titipan Siswa pada SPMB 2026

by Mochamad Abdurrochim
03/06/2026 3:53 PM
0

SURABAYA, Tugujatim.id - Dinas Pendidikan (Dindik) Jatim menegaskan seluruh kepala sekolah SMA, SMK, dan SLB negeri di wilayah setempat dilarang...

LPPM UM.

Kolaborasi LPPM UM X Direktorat Inovasi UM Dorong Hilirisasi Riset Global melalui Pameran AFRASIA 2026

by Dwi Linda
03/06/2026 3:16 PM
0

MALANG, Tugujatim.id — Pusat Sains dan Rekayasa (PSR) di bawah naungan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Negeri...

DPRD Surabaya.

Predikat Kota Layak Anak Tercoreng, DPRD Surabaya Desak Penutupan Spa Terlibat TPPO

by Dwi Linda
02/06/2026 7:00 PM
0

SURABAYA, Tugujatim.id - Dewan Pimpinan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Surabaya bereaksi keras terhadap kasus tindak pidana perdagangan orang (TPPO) dan...

Next Post
Jenazah perempuan kondisi tangan terikat

Penyidik Dalami Peran dan Motif Terduga Pelaku Pembunuhan Perempuan Kondisi Tangan Terikat di Malang

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID