MOJOKERTO, Tugujatim.id – Harga BBM Non Subsidi naik per 1 Maret 2026. Kabar tersebut berasal dari laman resmi badan usaha milik negara penyedia BBM tersebut. Kenaikan ini terjadi pada produk BBM Pertamax Series dan Dex Series.
“Penyesuaian harga ini dilakukan dengan mengacu pada formula harga yang ditetapkan pemerintah serta mengikuti perkembangan tren harga rata-rata publikasi minyak dunia, seperti Argus atau Mean of Platts Singapore (MOPS), dan pertimbangan terhadap pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat,” tulis keterangan resmi yang diterima Tugujatim pada Senin (02/03/2026).
Sementara itu, informasi ini turut dikonfirmasi oleh Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Jatimbalinus, Ahad Rahedi. Ia mengatakan bahwa perubahan harga BBM non subsidi disesuaikan seturut dengan harga minyak dunia.
“Perubahan harga BBM non subsidi secara periodik menyesuaikan dengan harga minyak dunia dan nilai tukar mata uang,” katanya, Senin (02/03/2026).
Sementara saat ditanya apakah kenaikan harga BBM non subsidi terkena pengaruh eskalasi situasi politik di sekitar Timur Tengah, Ahad mengatakan bahwa situasi tersebut belum memiliki dampak langsung.
“Situasi geopolitik saat ini belum berdampak langsung namun sudah ada langkah langkah mitigasi yang disiapkan,” tandasnya.
Masih dari laman resmi Pertamina, untuk wilayah dengan besaran Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (PBBKB) sebesar 5%, maka harga BBM non subsidi yang naik per 1 Maret 2026 ditetapkan sebagai berikut:
• Pertamax sebesar Rp12.300 per liter.
• Pertamax Green 95 sebesar Rp12.900 per liter.
• Pertamax Turbo sebesar Rp13.100 per liter.
• Dexlite sebesar Rp14.200 per liter.
• Pertamina Dex sebesar Rp14.500 per liter.
Harga BBM non subsidi ini bisa berbeda pada setiap daerah sebab mengacu pada besaran PBBKB yang ditetapkan oleh masing-masing pemerintah daerah.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Reporter: Hanif Nanda Zakaria
Editor: Darmadi Sasongko








