MOJOKERTO, Tugujatim.id – Sidak pangan menjelang Idulfitri 1447 Hijriah digelar di Kota Mojokerto. Sementara dalam sidak, petugas mendapati salah satu produk meragukan kelayakannya, sehingga dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.
Produk tersebut diambil sampel untuk diuji di laboratorium guna memastikan kelayakan konsumsi.
“Bila dicurigai, tentu diambil sampelnya dan diuji (laboratorium). Tidak bisa cuma dilihat kasat mata, harus diuji resmi,” kata Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari di sela sidak tersebut, Rabu (04/03/2026).
Selain itu, Wali Kota Ika menambahkan bahwa sidak ini dilakukan untuk memantau harga serta ketersediaan bahan pangan pokok penting. Sidak ini menyasar Pasar Tanjung Anyar serta beberapa toko modern seperti Sanrio dan Superindo.
Saat sidak di Pasar Tanjung Anyar, sidak pangan berfokus pada ketersediaan serta keterjangkauan harga bahan pokok. Dari hasil pantauan sementara, stok dan distribusi dinilai aman dan lancar.
“Bila pasokan dan distribusi aman, harga relatif terkendali. Selama tidak terdapat gangguan distribusi ke Kota Mojokerto, insya Allah untuk ketersediaan aman,” tambah Wali Kota Ika.
Selain pantauan harga dan stok bahan pokok, perhatian khusus pada sidak kali ini diarahkan terhadap keamanan pangan, terutama produk makanan beku yang semakin banyak dikonsumsi masyarakat.
“Pola hidup masyarakat berubah menjadi serba instan dan cepat. Hampir seluruh masyarakat lebih menyukai, mengonsumsi makanan beku. Oleh sebab itu, kami atensi keamanan pangan produk tersebut,” terang Wali Kota Ika.
Pengecekan terhadap makanan beku diarahkan pada sistem penyimpanan di swalayan, terutama suhu pendingin pada sistem tersebut. Menurut Wali Kota Ika, suhu penyimpanan memberi pengaruh besar terhadap kualitas serta keamanan produk.
“Kami cek suhu cooler apakah sudah sesuai atau belum. Sangat penting, sebab bila proses penyimpanan tidak sesuai, kualitas makanan dapat menurun bahkan bisa tidak aman dikonsumsi,” tandasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Reporter: Hanif Nanda Zakaria
Editor: Darmadi Sasongko








