MALANG, Tugujatim.id – Pemkot Malang menggulirkan program 1.000 beasiswa pendidikan 2026 untuk jenjang SD hingga kuliah. Karena itu, DPRD Kota Malang meminta programnya tepat sasaran karena angka putus sekolah masih tinggi.
Ketua Komisi D DPRD Kota Malang Eko Herdiyanto mengatakan, pihaknya akan monitoring dan mengawasi pelaksanaan program 1.000 beasiswa pendidikan agar tepat sasaran.
Dia kini juga masih menunggu data konkret dari Pemkot Malang sebelum mengevaluasi lebih lanjut. Menurut dia, data yang akurat menjadi kunci agar program bantuan tidak meleset dari tujuan awal. DPRD ingin penerima beasiswa pendidikan dari siswa yang membutuhkan bantuan biaya pendidikan.
Baca Juga: Sidoarjo Naikkan Kuota Program Beasiswa Jadi 4.000 di Hari Jadi Ke-167
“Kami monitoring dan menunggu data konkret dan otentik dari dinas terkait. Dari situ nanti bisa dilihat apakah program beasiswa ini tepat sasaran atau tidak,” ujarnya pada Sabtu (07/03/2026).
Dia menambahkan, Pemkot Malang berharap beasiswa pendidikan ini mampu menjangkau berbagai jenjang mulai dari SD hingga perguruan tinggi. Tujuannya agar seluruh siswa dari keluarga kurang mampu tetap memiliki berpeluang mengakses melanjutkan pendidikan.
Dia juga mengingatkan persoalan anak putus sekolah yang masih menjadi pekerjaan rumah serius di Kota Malang. Berdasarkan data terbaru Disdikbud Kota Malang, ada sekitar 1.700 anak putus sekolah.

Jumlah tersebut diklaim sudah menurun tajam jika dibandingkan 2024 setelah sebagian anak difasilitasi kembali bersekolah melalui program pendidikan kesetaraan seperti paket A, paket B, maupun paket lainnya.
Eko menilai, angkanya belum tentu mencerminkan kondisi sebenarnya. Tidak menutup kemungkinan, dia menyebut masih ada anak yang belum terdata sehingga jumlah anak putus sekolah bisa lebih besar dari data resmi.
“Bukan tidak mungkin, angkanya lebih besar. Karena itu, kami juga rekomendasikan ada penguatan data yang lebih akurat. Hal ini penting agar program kebijakan bisa tepat sasaran,” tuturnya.
DPRD Dorong Zero Anak Putus Sekolah
DPRD Kota Malang juga mendorong agar jumlahnya terus ditekan hingga zero anak putus sekolah. Hal itu menurutnya realistis. Mengingat, Kota Malang memiliki predikat atau julukan Kota Pendidikan.
“Kuatkan akurasi data. Pastikan seluruhnya telah terdata. Sehingga angka putus sekolah bisa ditekan sampai nol kasus. Kalau program ini sukses, bukan tidak mungkin bisa dikembangkan. Misalnya beasiswa alat tulis dan lain sebagainya. Seragam gratis kan sudah ada,” ujarnya.
Baca Juga: Mahasiswa Penerima Beasiswa Cinta Bergema Diminta Promosikan Potensi Jember
Diberitakan sebelumnya, Pemkot Malang telah resmi menggulirkan program 1.000 beasiswa pendidikan 2026 untuk jenjang SD hingga kuliah. Ada total sebanyak 1.151 pelajar jenjang SD hingga perguruan tinggi telah disasar. Rinciannya, 300 pelajar SD, 300 pelajar SMP, 210 pelajar SMA/SMK, dan 341 mahasiswa.
Rencananya, setiap jenjang pendidikan akan menerima beasiswa dengan besaran berbeda. Untuk jenjang SD, pelajar akan mendapat beasiswa senilai Rp220 ribu per bulan. Siswa SMP Rp330 ribu per bulan, SMA Rp440 ribu per bulan, dan perguruan tinggi Rp2 juta per bulan. Pemkot Malang telah menyiapkan anggaran Rp8,3 miliar melalui APBD untuk merealisasikannya. (adv)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: M. Sholeh
Editor: Dwi Lindawati








