Malang, Tugujatim.id – Kabar duka datang dari industri hiburan Tanah Air. Penyanyi pop ternama Indonesia, Vidi Aldiano, meninggal dunia pada Sabtu, ( 7/03/2026 ) pada usia 35 tahun.
Kepergian pelantun lagu “Nuansa Bening” itu meninggalkan kesedihan mendalam bagi keluarga, sahabat, dan jutaan penggemarnya di Indonesia.
Vidi menghembuskan napas terakhir sekitar pukul 16.33 WIB dan didampingi orang-orang terdekatnya. Jenazahnya kemudian disemayamkan di rumah duka di kawasan Cilandak, Jakarta Selatan, sebelum dimakamkan di TPU Tanah Kusir.
Kepergian musisi yang dikenal ceria dan penuh energi positif ini mengejutkan publik, meskipun dalam beberapa tahun terakhir ia diketahui berjuang melawan kanker ginjal yang didiagnosis sejak 2019. Berikut profil dan rekam jejak Vidi Aldiano semasa hidupnya.

Profil Vidi Aldiano
Vidi Aldiano memiliki nama asli yakni Oxavia Aldiano. Ia lahir di Jakarta, 29 Maret 1990. Vidi Aldiano merupakan anak dari Harry Aprianto Kissowo wirausahawan di bidang teknologi audio.
Ayah Vidi dikenal sebagai pemilik sekaligus Direktur PT Tiga Bintang Nusantara, perusahaan produksi spiker merek V8sound. Sedangkan Ibunya adalah seorang guru piano, yang membuat Vidi sejak kecil akrab dengan berbagai alat musik dan kompetisi menyanyi.
Vidi Aldiano bersekolah di SDI Al Azhar 4, Kebayoran Lama tahun 1996–2002, SMPI Al Azhar 3, Bintaro tahun 2002–2005, dan SMAI Al Azhar 1, Kebayoran Baru tahun 2005–2008.
Vidi Aldiano juga menyelesaikan pendidikan strata 1 pada universitas Pelita harapan dengan mengambil jurusan Manajemen. Kemudian ia melanjutkan study magister di universitas Manchester, Inggris dengan predikat cumlaude.
Bakat musiknya mulai terlihat sejak usia dini. Bahkan ketika masih kecil, ia sudah mengikuti Indonesia idol pada tahun 2006 namun ia hanya sampai pada babak 100 besar.
Lingkungan keluarga yang mendukung membuat Vidi semakin serius menekuni dunia musik hingga akhirnya dikenal luas di industri hiburan.
Karier profesionalnya dimulai pada 2008 lewat album debut “Pelangi di Malam Hari”. Album ini langsung menarik perhatian publik berkat lagu-lagu populer seperti “Nuansa Bening” dan “Status Palsu.” Lagu-lagu tersebut membuat namanya melambung sebagai salah satu penyanyi pop muda berbakat di Indonesia.
Perjalanan Karir dan Prestasi
Selama lebih dari satu dekade berkarier, Vidi dikenal sebagai penyanyi yang konsisten menghadirkan karya berkualitas. Ia tidak hanya menjadi penyanyi, tetapi juga penulis lagu, pembawa acara, aktor, hingga podcaster.
Beberapa album penting dalam perjalanan kariernya antara lain:
1.Pelangi di Malam Hari (2008)
album debut yang melambungkan namanya dan mengantarkannya dikenal oleh penikmat musik di Indonesia.
2. Yang kedua ( 2011 )
Vidi Aldiano mengeluarkan album kedua bertajuk yang kedua pada 2011
3. Persona (2016)
Vidi Aldiano kemudian merilis album ketiga berjudul persona. Album ini juga menjadi salah satu tonggak kariernya karena meraih sertifikasi triple platinum setelah terjual sekitar 250 ribu kopi hanya dalam lima bulan
4.Senandika (2022)
Vidi Aldiano kembali merilis album di tengah kondisinya telah didiagnosis kanker stadium 3. Album ini berisi 10 lagi yang merekam perjalanan hidupnya, termasuk perjuangannya melawan penyakit kanker. Dan album ini merupakan salah satu album terlaris yang berhasil terjual lebih dari 150.000 keping dalam jangka waktu dua bulan setelah rilis.
Selain berkarya di musik, Vidi juga aktif dalam berbagai kegiatan sosial. Ia pernah menjadi duta kampanye HIV/AIDS di Indonesia dan aktif mengajak generasi muda untuk menghapus stigma terhadap penderita HIV/AIDS dan vidi juga dikenal sebagai penulis lagu, pembawa acara televisi, aktor, dan juga podcaster.
Kemampuannya beradaptasi di berbagai bidang membuatnya menjadi salah satu figur publik yang sangat berpengaruh di kalangan generasi muda.
Perjuangan Melawan Kanker
Pada tahun 2019, Vidi Aldiano mengungkapkan kepada publik bahwa dirinya didiagnosis kanker ginjal stadium 3. Ia bahkan sempat menjalani operasi pengangkatan ginjal kiri di Singapura pada tahun yang sama. Perjuangan melawan penyakit tersebut bukanlah perjalanan yang mudah.
Selama beberapa tahun terakhir, Vidi harus menjalani berbagai perawatan dan terapi medis. Meski harus menjalani berbagai perawatan dan terapi, ia tetap berusaha aktif berkarya dan tampil di berbagai kegiatan musik.
Bahkan dalam beberapa wawancara, Vidi sering menyampaikan bahwa penyakit yang ia hadapi justru membuatnya semakin menghargai kehidupan dan waktu bersama orang-orang terdekat.
Perjuangannya tersebut menginspirasi banyak orang karena ia tetap menunjukkan semangat positif di tengah kondisi kesehatan yang berat.
Sosok Hangat dan Penuh Persahabatan
Di luar panggung, Vidi dikenal sebagai sosok yang ramah dan mudah bergaul. Di kalangan selebritas, ia bahkan sering dijuluki sebagai “duta persahabatan” karena memiliki relasi luas dan hubungan baik dengan banyak figur publik.
Kepergian Vidi Aldiano memicu gelombang duka di kalangan artis dan musisi Indonesia. Ucapan duka dari berbagai tokoh publik pun langsung membanjiri media sosial setelah kabar wafatnya tersebar.
Presenter dan pengusaha hiburan Raffi Ahmad menuliskan pesan singkat penuh haru. “Innalillahi wa innailaihi roji’un. Selamat jalan kawan,” tulis Raffi dalam unggahan media sosialnya di Instagram pada Sabtu (7/3/2026)
Komposer Andi Rianto juga menuliskan pesan singkat kepada sahabatnya “Selamat jalan Vidi Aldiano.” ucapnya di media sosial x, pada sabtu (7/3/2026)
Bahkan Penyanyi Yura Yunita diketahui langsung memutuskan pulang dari perjalanan umrah setelah mendengar kabar wafatnya sahabatnya tersebut.
Warisan Karya Tak Akan Hilang
Selama hidupnya, Vidi Aldiano meninggalkan banyak karya yang melekat di hati penggemar. Lagu-lagunya dikenal memiliki melodi lembut, lirik yang personal, dan suara khas yang hangat.
Meski kini telah tiada, warisan musiknya diyakini akan terus hidup melalui lagu-lagu yang pernah ia ciptakan dan nyanyikan.
Kepergian Vidi Aldiano bukan hanya kehilangan bagi keluarga dan sahabatnya, tetapi juga bagi industri musik Indonesia yang telah menyaksikan perjalanan kariernya sejak awal.
Selamat jalan, Vidi Aldiano. Suaramu mungkin telah berhenti, tetapi karya dan kenanganmu akan selalu abadi di hati banyak orang.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Penulis: Nurul Asmalia
Editor: Darmadi Sasongko








