JEMBER, Tugujatim.id – Pemerintah Kabupaten Jember menggelar tradisi kupatan dalam kegiatan kupatan bersama masyarakat di Pendopo Wahyawibawagraha, Rabu (25/03/2025). Pemkab Jember gelar tradisi ini sebagai bentuk perayaan Idulfitri tanpa open house.
Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Bupati Jember Gus Fawait. Dia menegaskan bahwa keputusan tidak menggelar open house merupakan bentuk kepatuhan terhadap arahan pemerintah pusat.
“Kami tidak mengadakan open house tahun ini karena mengikuti anjuran dari pemerintah pusat,” ujarnya.

Namun demikian, dia memastikan bahwa hal tersebut tidak mengurangi makna Idulfitri yang dirayakan masyarakat.
“Namun hal ini tidak mengurangi makna Idulfitri, justru kami kuatkan melalui tradisi kupatan yang lebih membumi dan penuh makna,” ujarnya.
Dalam kegiatan kupatan bersama masyarakat itu, Gus Fawait juga menekankan bahwa Idulfitri merupakan momentum penyucian diri setelah menjalani ibadah Ramadhan.
“Puasa Ramadhan menghapus dosa kepada Allah, tetapi dosa kepada sesama hanya bisa diselesaikan dengan saling memaafkan,” katanya.

Menurut dia, tradisi kupatan menjadi ruang yang tepat untuk memperkuat hubungan antarsesama manusia.
“Tradisi kupatan inilah yang menjadi ruang untuk itu,” jelasnya.
Dia menambahkan, kupatan merupakan warisan ulama Nusantara yang sarat nilai sosial dan spiritual dalam membangun harmoni masyarakat. Tradisi seperti halalbihalal, silaturahmi, hingga budaya “ngelencer” disebut sebagai kekayaan khas Indonesia yang perlu dijaga.

Dalam momentum tersebut, Pemkab Jember mengajak masyarakat untuk memanfaatkan Idulfitri sebagai waktu terbaik untuk saling mendoakan, terutama dalam kondisi hati yang kembali bersih.
Selain itu, kegiatan kupatan juga menjadi bentuk penghormatan kepada para leluhur dengan mendoakan mereka agar mendapat ampunan dan keberkahan.
“Dengan menjaga tradisi ini, kita tidak hanya mempererat silaturahmi,” katanya.
Dia juga mengingatkan pentingnya mengenang jasa para pendahulu.
“Tetapi juga mengingat jasa para leluhur serta memohonkan doa terbaik untuk mereka,” imbuhnya.
Melalui kegiatan kupatan bersama masyarakat ini, Pemkab Jember berharap nilai kebersamaan, saling menghormati, dan gotong royong terus tumbuh di tengah masyarakat. (adv)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: Feni Yusnia
Editor: Dwi Lindawati








