TULUNGAGUNG, Tugujatim.id – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan operasi tangkap tangan (OTT) di wilayah Tulungagung, Jawa Timur, yang salah satunya menjaring Bupati Tulungagung, Gatut Sunu Wibowo pada Jumat (10/04/2026).
Gatut Sunu Wibowo dikenal sebagai salah satu kepala daerah yang memiliki latar belakang dunia usaha sebelum akhirnya masuk ke panggung politik. Namanya cukup dikenal di lingkungan masyarakat Tulungagung, terutama dari kiprahnya di sektor usaha dan organisasi.
Pria kelahiran Tulungagung, 17 Desember 1967 itu menempuh pendidikan sarjana di Universitas Merdeka Malang dan meraih gelar Sarjana Ekonomi pada 1992.
Puluhan tahun kemudian, ia kembali melanjutkan pendidikan ke jenjang pascasarjana di UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung dan menyelesaikan Magister Ekonomi pada 2023.
Berangkat dari Dunia Usaha dan Organisasi
Sebelum aktif di dunia politik, Gatut dikenal sebagai pengusaha toko bangunan yang disebut memiliki jaringan usaha di wilayah Tulungagung dan sekitarnya.
Selain berbisnis, ia juga aktif dalam organisasi kepemudaan. Sekitar tahun 2004, Gatut tercatat mulai terlibat dalam Gerakan Pemuda Ansor (GP Ansor), yang menjadi salah satu pintu awal keterlibatannya di ruang publik.
Karier Politik dari Wakil hingga Bupati
Karier politik Gatut mulai terlihat saat Pilkada Tulungagung 2019. Saat itu, ia maju sebagai calon Wakil Bupati mendampingi Maryoto Birowo. Pasangan tersebut berhasil memenangkan kontestasi dan mengantarkannya menjabat Wakil Bupati Tulungagung.
Pada Pilkada 2024, Gatut kemudian maju sebagai calon Bupati Tulungagung dengan menggandeng Ahmad Baharudin sebagai wakil. Pasangan ini berhasil meraih kemenangan dengan perolehan suara sekitar 50,7 persen.
Dengan kemenangan tersebut, Gatut resmi menjabat sebagai Bupati Tulungagung sebelum akhirnya terseret dalam operasi tangkap tangan yang dilakukan KPK.
Hingga kini, Gatut Sunu Wibowo belum memberikan keterangan terkait OTT tersebut.
12 Pejabat OPD Ikut Diperiksa dalam OTT KPK
Sementara itu, KPK juga membawa 12 pejabat OPD untuk diperiksa lebih lanjut di Gedung Merah Putih, Jakarta, usai menjalani pemeriksaan maraton selama 12 jam di Mapolres Tulungagung.
Rombongan yang menumpangi bus bertirai rapat tersebut mencakup sejumlah kepala dinas hingga anggota DPRD, yang dijadwalkan menempuh jalur darat menuju Surabaya sebelum diterbangkan ke ibu kota.
Pemeriksaan lanjutan ini dilakukan guna mendalami keterlibatan serta peran masing-masing pihak dalam pusaran kasus yang menjerat Bupati Gatut Sunu Wibowo.
Hingga saat ini, lembaga antirasuah tersebut belum merinci status hukum para pejabat yang dibawa.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Penulis: Moch. Luki Azhari / Kontributor
Editor: Darmadi Sasongko








