• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Data kemiskinan.

Bupati Gus Fawait tanggapi akurasi data kemiskinan saat siaran langsung “Wadul Gus’e” pada Minggu (19/04/2026). (Foto: dok tangkapan layar)

Data Kemiskinan di Jember Bermasalah, Gus Fawait Turunkan ASN Cek Kondisi Warga

Dwi Linda by Dwi Linda
3 months ago
in Advertorial
0
Share on FacebookShare on Twitter

JEMBER, Tugujatim.id – Pemerintah Kabupaten Jember mengambil langkah tegas membenahi data kemiskinan. Bupati Jember Gus Fawait menurunkan aparatur sipil negara (ASN) untuk melakukan verifikasi dan validasi (verval) langsung ke lapangan guna memastikan bantuan sosial tepat sasaran.

Kebijakan ini diambil menyusul banyaknya temuan ketidaksesuaian data kemiskinan di lapangan. Mulai dari warga yang sudah meninggal namun masih tercatat, data ganda, hingga warga mampu yang justru menerima bantuan sosial.

You might also like

Homecare.

Homecare Jember Terintegrasi Telemedicine, 1.200 Nakes Siap Layani Warga 24 Jam

21/07/2026 7:08 PM
Chatour Travel.

Penuh Makna, 45 Jemaah Umroh Pusaka by Chatour Travel dari Lansia hingga Gen Z Saling Bantu dalam Setiap Momen

21/07/2026 6:09 PM

Baca Juga: Bupati Jember Gus Fawait Raih Penghargaan PWI Jatim Award 2026

Hal itu disampaikan dalam program Live Bareng Gus Bupati bertajuk “Jember Darurat Kemiskinan: Kenapa ASN Dilibatkan Verval?” pada Minggu (19/04/2026). Program ini merupakan forum siaran langsung melalui YouTube @wadulguse yang dimanfaatkan untuk menjelaskan kebijakan sekaligus menampung keluhan masyarakat.

Gus Fawait menegaskan, persoalan utama dalam pengentasan kemiskinan bukan terletak pada program, melainkan pada akurasi data.

“Tujuan kita berbangsa dan bernegara itu adalah untuk kesejahteraan masyarakat, dan kesejahteraan itu ditandai dengan angka kemiskinan yang kecil,” ujarnya.

Dia mengungkapkan, kondisi kemiskinan di Jember masih tergolong tinggi dan berdampak pada berbagai sektor. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah penduduk miskin di Kabupaten Jember masih berada di kisaran 200 ribu jiwa dalam beberapa tahun terakhir.

Data kemiskinan Jember.
Bupati Gus Fawait dalam siaran langsung “Wadul Gus’e” pada Minggu (19/04/2026). (Foto: dok tangkapan layar)

“Realitanya kondisi kemiskinan di Jember ini sangat tinggi dan sudah berdampak tidak baik kepada banyak sektor. Contoh, di sektor kesehatan, angka stunting kita selalu tertinggi di Jawa Timur, kemudian angka kematian ibu, angka kematian bayi, dan lain sebagainya,” jelasnya.

Dia menambahkan, persoalan kemiskinan juga berkorelasi dengan masalah sosial lainnya, termasuk kriminalitas.

“Rata-rata mereka yang berada di lapas, mayoritas adalah tindak kriminal yang disebabkan oleh kemiskinan,” imbuhnya.

Selama satu dekade terakhir, berbagai program pemerintah pusat, provinsi, hingga daerah telah digulirkan. Namun, penurunan angka kemiskinan dinilai belum signifikan.

“Sudah berapa banyak program yang diturunkan oleh pemerintah, tapi tidak mampu menurunkan angka kemiskinan secara signifikan,” tegasnya.

Setiap ASN Cek 3-5 Rumah Warga

Menurut dia, ketidaktepatan data menjadi salah satu penyebab bantuan tidak efektif. Keluhan masyarakat terkait bantuan sosial seperti Program Keluarga Harapan (PKH) dan bantuan pangan yang tidak tepat sasaran juga masih kerap terjadi.

“Yang kaya dapat, yang miskin tidak dapat. Ini yang sering disampaikan masyarakat,” ujarnya.

Sebagai langkah konkret, Pemkab Jember melibatkan ASN lintas organisasi perangkat daerah (OPD) untuk turun langsung ke masyarakat. Setiap ASN diminta melakukan pengecekan terhadap 3 hingga 5 rumah guna memastikan kondisi riil warga.

“Kita tidak boleh sektoral. Ini bukan hanya tugas dinas sosial atau pendamping PKH. Semua harus terlibat karena ini sudah kondisi darurat,” tegasnya.

Data kemiskinan di Jember.
Bupati Gus Fawait libatkan ASN mendata angka kemiskinan dalam siaran langsung “Wadul Gus’e” pada Minggu (19/04/2026). (Foto: dok tangkapan layar)

Dalam proses verval yang berjalan, Pemkab Jember mengaku telah menerima lebih dari 19 ribu laporan. Temuan di lapangan menunjukkan berbagai persoalan, mulai dari perbedaan identitas, data tidak valid, hingga penerima bantuan yang tidak lagi memenuhi kriteria.

“Kalau datanya tidak tepat, maka program apa pun yang diberikan tidak akan pernah tepat sasaran,” tegas Gus Fawait.

Melalui langkah ini, Pemkab Jember berharap pembaruan data kemiskinan dapat dilakukan lebih cepat dan akurat. Dengan data yang valid, intervensi kebijakan diharapkan mampu menekan angka kemiskinan secara signifikan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Baca Juga: BGN Apresiasi MBG Jember, Potensi Ekonomi Capai Rp 4,6 Triliun

Di sisi lain, Kepala BKPSDM Jember Deni Irawan menegaskan keterlibatan ASN dalam proses verval merupakan bagian dari amanah regulasi. Dia merujuk pada Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2023 tentang ASN yang menegaskan tiga fungsi utama ASN, yakni sebagai pelaksana kebijakan publik, pelayan publik, serta perekat dan pemersatu bangsa.

Menurut dia, dalam fungsi pelaksana kebijakan publik, ASN berkewajiban menjalankan kebijakan yang ditetapkan oleh pejabat berwenang sesuai peraturan perundang-undangan. Hal itu juga diperkuat dalam Peraturan Pemerintah Nomor 94 Tahun 2021 tentang Disiplin PNS, khususnya Pasal 3 Huruf C.

“Artinya, keterlibatan ASN dalam verval ini bukan sekadar instruksi, melainkan bagian dari kewajiban sebagai aparatur negara,” ujarnya. (adv)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id

Writer: Feni Yusnia

Editor: Dwi Lindawati

Tags: Berita Kabupaten Jember hari iniBupati Gus FawaitData kemiskinan di JemberJemberKabupaten Jember hari iniVerval data kemiskinan di Jember
Dwi Linda

Dwi Linda

Related Stories

Homecare.

Homecare Jember Terintegrasi Telemedicine, 1.200 Nakes Siap Layani Warga 24 Jam

by Dwi Linda
21/07/2026 7:08 PM
0

JEMBER, Tugujatim.id - Pemerintah Kabupaten Jember akan mengintegrasikan layanan telemedicine dalam program Homecare yang dijadwalkan diluncurkan pada 24 Juli 2026....

Chatour Travel.

Penuh Makna, 45 Jemaah Umroh Pusaka by Chatour Travel dari Lansia hingga Gen Z Saling Bantu dalam Setiap Momen

by Dwi Linda
21/07/2026 6:09 PM
0

MADINAH, Tugujatim.id - Mengawali Tahun Baru Islam 1448 Hijriah dengan memenuhi panggilan Allah SWT menjadi momen istimewa bagi 45 jemaah...

Gus Fawait.

Gus Fawait: Anggaran Terbesar Pertanian Jember Capai Rp312 Miliar berkat Sinergi dengan Pemerintah Pusat

by Dwi Linda
21/07/2026 5:47 PM
0

JEMBER, Tugujatim.id – Bupati Jember Muhammad Fawait atau Gus Fawait menyebut sektor pertanian mendapat perhatian besar dari pemerintah pusat dalam...

Gus Fawait.

Serap Aspirasi Warga Pakusari, Gus Fawait Fokus Air Bersih dan Layanan Homecare

by Dwi Linda
21/07/2026 4:13 PM
0

JEMBER, Tugujatim.id - Bupati Jember Muhammad Fawait atau akrab disapa Gus Fawait menyerap aspirasi masyarakat dalam rangkaian program Bunga Desaku...

Next Post
Harga telur puyuh.

Sempat Tembus Rp38 Ribu, Harga Telur Puyuh di Tuban Terjun Bebas "Terparah" Rp17 Ribu

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID