SURABAYA, Tugujatim.id – Pria usia 50 Tahun ditemukan tewas di Kawasan Kelurahan Simolawang, Kecamatan Simokerto, Surabaya. Dugaan sementara, kematian korban dipicu oleh persoalan asmara hingga terjadi aksi pembunuhan.
Polisi masih mendalami motif pasti atas kasus kematian korban M (50) seiring proses penyelidikan yang terus berjalan.
Kapolsek Simokerto, Kompol Zainur Rofik mengatakan korban diketahui memiliki hubungan kekerabatan dengan salah satu terduga pelaku. Informasi awal yang dihimpun menyebutkan korban sebelumnya sempat beristirahat di rumah kerabat sebelum kejadian.
“Jadi informasi yang kita kantongi, permasalahannya ini antara korban dengan tersangka, keterangan dari adik keluarga, ini masih ada hubungan kerabat. Dan juga informasinya memang tersangka ini tadi malam habis tidur di rumahnya saudara,” kata Kompol Zainur saat dikonfirmasi, Kamis (23/4/2026).
Peristiwa tersebut pertama kali diketahui polisi setelah menerima laporan warga terkait penemuan korban di Jalan Pragoto Nomor 37, Kelurahan Simolawang.
“Awal temuannya ini informasi dari warga, tepatnya di Kelurahan Simolawang, di Jalan Pragoto nomor 37. Informasi yang kita dapat dari warga, korban inisial M. Tapi untuk yang melakukan ini masih kita kantongi nama-namanya,” ujarnya.
Menurut dia, anggota kepolisian saat ini masih melakukan pengejaran terhadap para terduga pelaku. Dari keterangan awal saksi, jumlah pelaku diduga lebih dari dua orang.
“Informasi lebih dari dua orang,” katanya.
Berdasarkan hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) sementara, korban ditemukan mengalami luka akibat benda tajam di bagian dada serta luka di bagian kepala. Polisi masih menunggu hasil autopsi untuk memastikan penyebab kematian secara detail.
“Lukanya ini hasil olah TKP, di dada ada sabetan atau penancapan benda tajam, dan juga di kepala. Nanti untuk lanjutnya hasil otopsi,” ujarnya.
Terkait motif, Zainur menyebut pihaknya menerima informasi awal yang mengarah pada persoalan asmara, namun hal itu masih perlu pendalaman lebih lanjut.
“Kabar yang kita dengar seperti itu, memang karena asmaranya itu dikhianati,” katanya.
Sementara itu, waktu kejadian diperkirakan terjadi antara pukul 05.00 hingga 07.00 WIB berdasarkan keterangan saksi di sekitar lokasi. Polisi juga tengah menelusuri rekaman kamera pengawas (CCTV) untuk memastikan kronologi kejadian secara lebih rinci.
“Keterangan saksi antara jam 5 sampai jam 7. Jadi jamnya masih kita cek dari CCTV itu nanti jam berapanya,” ujarnya.
Polisi juga memperoleh informasi awal bahwa peristiwa tersebut diduga bermula dari kawasan rumah susun (rusun) sebelum berlanjut hingga lokasi ditemukannya korban di Jalan Pragoto.
“Informasinya seperti itu. Jadi awal mulanya di rusun situ, dari adik saudara, dari yang kita kantongi namanya itu,” kata dia.
Sejauh ini, barang bukti yang telah diamankan antara lain pakaian dan sepatu milik korban. Polisi masih melakukan pengembangan untuk menemukan barang bukti lain yang berkaitan dengan perkara tersebut.
Jenazah korban telah dievakuasi ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda Jatim untuk menjalani autopsi.
“Saat ini langsung kita larikan ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda. Saat ini persiapan kita laksanakan untuk otopsi,” ujarnya.
Polisi juga telah memeriksa sedikitnya dua hingga tiga orang saksi, baik dari kawasan rusun maupun dari sekitar lokasi kejadian di Jalan Pragoto. Pemeriksaan lanjutan masih akan dilakukan untuk memperkuat konstruksi perkara.
“Kurang lebih dua sampai tiga saksi. Nanti kita tambah lagi saksi-saksi yang lain,” kata Kompol Zainur.
Ia menambahkan, hingga kini polisi masih mendalami apakah kasus tersebut merupakan aksi pengeroyokan atau dilakukan secara terencana oleh lebih dari satu pelaku. “Dugaan motif asmara masih menjadi salah satu fokus penyelidikan,” pungkas Kompol Zainur.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Reporter: M.Khaesar (Kontributor)
Editor: Darmadi Sasongko








