BLITAR, Tugujatim.id – Kebakaran hebat melanda sebuah tempat pengolahan sabut kelapa milik Purwoko, 52, di Dusun Pesantren, Desa Ngoran, Kecamatan Nglegok, Kabupaten Blitar, Kamis malam (23/04/2026). Penyebab gudang sabut kelapa di Blitar terbakar diduga akibat korsleting listrik.
Api yang terus berkobar membuat petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Blitar harus berjuang selama enam jam hingga Jumat dini hari untuk memastikan api benar-benar padam.
Baca Juga: 12 Jam Pemadaman, Gudang Tembakau di Jelbuk Jember Terbakar hingga Rugi Rp31 Miliar
Kasi Pemadam, Penyelamatan dan Sarana Prasarana UPT Damkar Satpol PP Kabupaten Blitar Tedi Prasojo mengatakan, laporan kebakaran diterima sekitar pukul 21.30 WIB. Tiga unit armada mobil pemadam kebakaran langsung diterjunkan ke lokasi kejadian.
“Kami mengerahkan tiga unit armada dengan kapasitas masing-masing 4.000 liter. Namun, karena material yang terbakar adalah sabut kelapa yang sangat mudah merambat, proses pemadaman memakan waktu cukup lama,” ujar Tedy saat dikonfirmasi TuguJatim.id, Jumat (24/04/2026).
Terkendala Minimnya Sumber Air di Lokasi
Tedi menjelaskan, proses pemadaman baru dinyatakan selesai sepenuhnya pada pukul 04.00 WIB. Selain faktor material, petugas di lapangan menghadapi kendala teknis terkait ketersediaan sumber air di sekitar lokasi kejadian yang merupakan tempat pengolahan bahan mentah.

“Kendala utamanya adalah pemilik belum memiliki proteksi kebakaran mandiri, seperti sumur bor atau kolam penampungan air. Akibatnya, petugas kami harus keluar masuk lokasi sebanyak 15 kali untuk melakukan pengisian ulang air. Hal ini cukup memakan waktu operasional kami di lapangan,” imbuhnya.
Berdasarkan hasil investigasi sementara, tempat tersebut merupakan lokasi pengolahan bahan mentah menjadi barang jadi. Api diduga kuat berasal dari korsleting arus pendek listrik.
Sebelum kejadian, diketahui sempat ada aktivitas pengelasan besi di dalam gudang pada siang hari.
Kerugian Ditaksir Capai Rp100 Juta

“Dugaan awal karena korsleting listrik. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, namun kerugian material diperkirakan mencapai Rp100 juta karena bangunan dan peralatan produksi hangus terbakar,” tambah Tedi.
Baca Juga: Gudang Bengkel Sepeda Motor di Tuban Dilalap Api, Pemilik Rugi Rp700 Juta
Saksi mata yang juga pekerja di lokasi, Rendi Sunarko, adalah orang pertama yang melihat kepulan asap saat pulang dari gudang lainnya. Dia sempat berusaha membuka pintu gudang sabut kelapa di Blitar yang berada di belakang rumahnya tersebut sebelum akhirnya meminta bantuan warga dan melapor ke petugas.
Pihak pemilik gudang sendiri telah menerima kejadian ini sebagai musibah dan menyatakan tidak akan menuntut pihak mana pun.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: Moch. Luki Azhari
Editor: Dwi Lindawati








