• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Kampung Topi

Bupati Sidoarjo, H. Subandi, meninjau proses produksi di sentra UMKM Kampung Topi, Desa Punggul, Kecamatan Gedangan, Jumat (24/4/2026). (Foto: Dok. Kominfo)

Subandi Dorong Kemudahan Perizinan UMKM dan Penguatan Pasar Lokal, Produk Kampung Topi Tembus ke Luar Daerah

Darmadi Sasongko by Darmadi Sasongko
2 months ago
in Advertorial, Pemerintahan
0
Share on FacebookShare on Twitter

SIDOARJO, Tugujatim.id – Bupati Sidoarjo, Subandi, melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sentra perajin topi atribut sekolah di Master Konveksi di Kampung Topi, Desa Punggul, Kecamatan Gedangan, Jumat (24/4/2026).

Kunjungan tersebut dilakukan sebagai bentuk perhatian pemerintah daerah terhadap perkembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang menjadi tulang punggung ekonomi masyarakat di Kabupaten Sidoarjo.

You might also like

Calon Terpilih Mundur, Pemkab Jember Buka Lagi Seleksi Dirut Perumdam Tirta Pandalungan

17/06/2026 9:13 PM
1 Muharram

Pemprov Jatim Minta Maaf atas Kericuhan Jalan Sehat 1 Muharram, Ribuan Kupon dan Snack Ternyata Masih Tersisa

17/06/2026 2:30 PM

Dalam sidak tersebut, Bupati Sidoarjo Subandi didampingi Wakil Ketua III DPRD Kabupaten Sidoarjo Warih Andono, Kepala Dinas Ketenagakerjaan Dwi Eko Saptono, Plt Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Happy Setianingtyas Astrawati Yunus, serta Camat Gedangan Asmara Hadi.

Subandi menegaskan bahwa pemerintah daerah terus berkomitmen merespons berbagai keluhan pelaku IKM dan UMKM dengan turun langsung ke lapangan untuk melihat kondisi usaha secara nyata.

Subandi
Bupati Sidoarjo, H. Subandi, saat berkunjung ke pameran industri kreatif di Tanggulangin Fair pada 5 Februari 2026, tiga bulan lalu. (Foto: Dok. Kominfo)

Langkah tersebut menunjukkan keseriusan pemerintah dalam memperkuat pelaku usaha lokal yang menjadi penopang ekonomi kerakyatan di Kabupaten Sidoarjo.

Menurutnya, pemerintah tidak cukup hanya berpegang pada laporan administratif, tetapi perlu melihat langsung kondisi di lapangan agar kebijakan yang diambil benar-benar sesuai dengan kebutuhan pelaku usaha.

“Turun langsung ke lapangan penting agar kita tahu kondisi riil pelaku UMKM, sehingga kebijakan yang dibuat tidak salah sasaran,” kata Subandi.

Di Kampung Topi, Subandi meninjau langsung proses produksi perlengkapan sekolah mulai dari topi, dasi, kaus kaki, seragam, hingga baju olahraga.

Ia mengamati secara detail setiap tahapan produksi yang dikerjakan secara manual oleh para pekerja dengan tingkat ketelitian tinggi demi menjaga kualitas produk.

Selain melakukan peninjauan, Subandi juga berdialog langsung dengan pemilik usaha serta para pekerja yang sebagian besar merupakan warga sekitar Kampung Topi.

Dalam kesempatan itu, ia mendengarkan berbagai aspirasi dan kondisi nyata yang dihadapi pelaku usaha di lapangan.

Subandi kembali menegaskan bahwa pendekatan langsung seperti ini penting agar pemerintah memahami secara menyeluruh tantangan pelaku usaha, mulai dari keterbatasan modal, akses pemasaran, hingga persoalan perizinan.

Ia juga menilai bahwa UMKM merupakan sektor yang relatif paling tahan terhadap guncangan ekonomi dan memiliki peran penting dalam menjaga stabilitas ekonomi masyarakat di daerah.

Karena itu, penguatan sektor UMKM menjadi salah satu fokus utama Pemerintah Kabupaten Sidoarjo dalam mendorong pertumbuhan ekonomi kerakyatan yang inklusif, ramah lingkungan, dan berkelanjutan.

Di lokasi Kampung Topi tersebut, aktivitas produksi terlihat cukup aktif. Para pekerja tampak fokus mengoperasikan mesin jahit dan menjalankan proses produksi secara detail untuk memenuhi pesanan yang terus berdatangan dari luar daerah.

Kegiatan produksi di Master Konveksi Kampung Topi juga terus berjalan, terutama saat permintaan meningkat dari berbagai sekolah di sejumlah daerah yang telah menjadi pelanggan tetap.

Pemasaran UMKM Lokal melalui E-Commerce Tembus Pasar Luar Daerah

Pemilik usaha, Fuad (41), mengatakan bahwa seluruh pesanan yang diterima saat ini berasal dari luar daerah, sementara dari wilayah Kabupaten Sidoarjo sendiri belum ada permintaan yang signifikan dari sekolah-sekolah.

Kondisi ini menjadi perhatian tersendiri bagi pelaku usaha perajin topi tersebut karena di daerahnya sendiri, pesanan lokal belum terserap secara optimal, meskipun produk yang dihasilkan memiliki kualitas baik dan mampu bersaing di tingkat nasional.

Sejumlah pesanan datang dari berbagai sekolah di Indonesia, di antaranya SMP Negeri 1 Belitung, SMP Negeri 2 Bontang, SMP Negeri 6 Tanjung Pinang, SMA Negeri 5 Balikpapan, hingga berbagai sekolah di wilayah Ambon dan Maluku.

Jangkauan pesanan yang luas ini menunjukkan bahwa produk yang berasal dari Kampung Topi itu telah memiliki daya saing dan mampu menembus pasar di luar daerah.

Menurut Fuad, pemasaran produknya saat ini dilakukan melalui platform e-commerce seperti Shopee dan TikTok Shop. Strategi digital tersebut dimanfaatkan secara konsisten dan maksimal sehingga produknya dikenal luas dan mampu menembus pasar hingga ke luar daerah.

Dengan memanfaatkan platform e-commerce tersebut, produk yang dihasilkan dapat menjangkau konsumen lebih luas, bahkan hingga ke luar Pulau Jawa.

Dari strategi tersebut, omzet usahanya dapat mencapai puluhan juta rupiah per bulan, tergantung pada jumlah pesanan yang masuk.

Pendapatan tersebut biasanya meningkat pada momen-momen tertentu, seperti menjelang tahun ajaran baru ketika permintaan perlengkapan sekolah mengalami peningkatan.

Produk yang dihasilkan oleh Kampung Topi ini pun semakin dikenal di berbagai daerah, sehingga menjadikan kawasan tersebut sebagai salah satu sentra industri kreatif lokal di Kabupaten Sidoarjo.

Keberadaan sentra industri ini juga memberikan dampak ekonomi yang nyata bagi masyarakat sekitar, terutama dalam hal penyerapan tenaga kerja lokal yang terus meningkat dari waktu ke waktu.

“Alhamdulillah, pesanan kami sekarang lebih banyak dari luar daerah. Harapannya ke depan juga bisa lebih banyak terserap di Sidoarjo sendiri,” kata Fuad penuh harap.

Melihat hal itu, Subandi memberikan apresiasi atas ketekunan Fuad dalam mengembangkan usahanya hingga mampu menembus pasar luar daerah serta menyerap tenaga kerja lokal.

Ia menilai bahwa keberhasilan tersebut tidak hanya berdampak pada peningkatan usaha, tetapi juga turut mengangkat nama Sidoarjo melalui produk UMKM yang memiliki daya saing tinggi.

“Ini patut kita apresiasi. Produk dari Sidoarjo bisa diterima di daerah lain. Artinya, nama Sidoarjo ikut dikenal melalui hasil karya UMKM seperti ini,” kata Subandi.

Namun di tengah tingginya permintaan dari luar daerah, Subandi juga menyoroti masih rendahnya serapan produk UMKM oleh sekolah-sekolah di Kabupaten Sidoarjo sendiri.

Ia mengaku kecewa karena hingga saat ini belum banyak sekolah negeri di Sidoarjo, dari jenjang PAUD, TK, SD, SMP, hingga SMA, yang membeli dan menggunakan produk UMKM lokal dari Master Konveksi di Kampung Topi tersebut.

“Warga Sidoarjo mestinya beli di Sidoarjo, kok malah pemesanan dari luar, seperti SMA Negeri Balikpapan,” ujarnya.

Menurutnya, kondisi ini perlu segera dibenahi agar potensi ekonomi lokal dapat dimaksimalkan melalui perputaran ekonomi di Sidoarjo dengan membeli dan menggunakan produk di dalam daerah sendiri.

Ia menilai bahwa sekolah-sekolah di Sidoarjo seharusnya dapat mengutamakan produk lokal karena kualitasnya sudah mampu bersaing dengan produk dari luar daerah.

Selain itu, dengan mendukung pembelian produk UMKM lokal tersebut juga diyakini dapat memperkuat ekonomi daerah melalui perputaran uang yang tetap berada di wilayah Sidoarjo.

Karena itu, Subandi berencana mengambil langkah tegas akan memanggil Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sidoarjo untuk membahas persoalan tersebut bersama para kepala sekolah.

Pertemuan tersebut diharapkan dapat menghasilkan solusi yang lebih berpihak kepada pelaku UMKM lokal di Kabupaten Sidoarjo.

“Kita akan panggil Dinas Pendidikan, akan dirapatkan, termasuk kepala sekolah juga diharapkan hadir saat rapat nanti. UMKM lokal harus diperkuat,” tegasnya.

Subandi juga menegaskan bahwa jumlah pelaku UMKM di Kabupaten Sidoarjo saat ini mencapai sekitar 250 ribu UMKM yang tersebar di berbagai sektor usaha.

Menurutnya, angka tersebut menunjukkan besarnya potensi ekonomi kerakyatan yang harus terus didukung melalui berbagai program pemberdayaan.

Ia menambahkan bahwa membeli produk UMKM bukan sekadar transaksi ekonomi, tetapi juga bentuk dukungan nyata terhadap pelaku usaha lokal agar perputaran ekonomi dapat berkembang di daerah sendiri.

Dengan demikian, perputaran uang diharapkan tetap berada di dalam daerah dan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih merata dan berkelanjutan.

Selain itu, berkembangnya sektor UMKM juga diyakini dapat berdampak langsung pada peningkatan penyerapan tenaga kerja dan penurunan angka pengangguran.

Semakin besar pesanan terhadap produk UMKM, maka semakin banyak pula tenaga kerja yang dapat terserap di sektor tersebut.

Lebih lanjut, Fuad menyebut bahwa saat ini Master Konveksi tempat usaha miliknya mempekerjakan 23 orang karyawan yang seluruhnya merupakan warga Kabupaten Sidoarjo.

Ia menilai keberadaan UMKM seperti ini sangat membantu perekonomian masyarakat sekitar karena mampu menyerap lapangan pekerjaan secara langsung.

“Kalau pesanan bertambah, tentu pekerja juga bisa bertambah. Kami ingin usaha ini terus berkembang,” kata Fuad.

Master Konveksi di Kampung Topi merupakan usaha perajin topi yang awalnya dimiliki oleh orang tua Fuad dan kemudian diwariskan kepadanya. Setelah orang tuanya meninggal, Fuad melanjutkan usaha tersebut sejak tahun 2007 hingga sekarang.

Perjalanan panjang usaha ini membuatnya memahami dinamika industri konveksi, termasuk tantangan dalam hal produksi, pemasaran, dan persaingan pasar. Berkat ketekunan dan kegigihannya, usaha tersebut kini dapat dikenal luas seperti sekarang ini.

Selain memproduksi topi, Fuad juga mengembangkan produk lain seperti dasi, kaus kaki, seragam sekolah, dan baju olahraga.

Seluruh karyawan di Master Konveksi yang berjumlah 23 orang tersebut merupakan warga asli Desa Punggul. Dalam satu hari, satu orang mampu menghasilkan produksi hingga 100 topi secara manual dengan standar kualitas yang bagus.

Untuk sistem pemesanan, Fuad menyebut minimal order adalah 100 pcs dengan harga sekitar Rp3.500 per pcs.

Harga tersebut dinilai masih cukup kompetitif untuk pasar pendidikan baik yang ada diluar daerah maupun di sidoarjo sendiri

Di Desa Punggul sendiri terdapat beberapa usaha konveksi serupa, sehingga kawasan tersebut dikenal sebagai sentra Kampung Topi.

Keberadaan sejumlah pelaku usaha ini membentuk ekosistem industri kecil yang saling mendukung satu sama lain.

“Di sini banyak usaha konveksi seperti ini, makanya disebut Kampung Topi,” tuturnya.

Terkait perizinan usahanya, Fuad mengaku belum memiliki izin usaha dan belum pernah mengajukannya ke Pemkab Sidoarjo.

Meski demikian, ia menyatakan siap jika pemerintah daerah memfasilitasi proses perizinan tersebut dengan harapan agar usahanya dapat berkembang lebih baik dan memiliki legalitas resmi.

Ia juga berharap Pemkab Sidoarjo dapat membantu memperluas akses pasar, terutama melalui pembelian oleh sekolah-sekolah di daerah sendiri.

Menurutnya, jika pasar lokal bisa dimanfaatkan dengan baik, maka pertumbuhan UMKM akan lebih stabil dan berkelanjutan.

“Kalau diberdayakan dan dibeli langsung oleh sekolah-sekolah di Sidoarjo, harga bisa dibicarakan. Kami butuh dukungan itu,” kata Fuad.

Dukungan Permodalan UMKM melalui Program KURDA

Sementara itu, Subandi juga menyampaikan bahwa pemerintah daerah memiliki program Kredit Usaha Rakyat Daerah (KURDA) sebagai bentuk dukungan permodalan bagi pelaku UMKM.

Program ini memberikan pinjaman modal usaha dengan bunga rendah sebesar 0,2 persen, dengan plafon Rp5 juta hingga Rp10 juta tanpa jaminan, dan hingga Rp50 juta dengan tambahan jaminan sesuai ketentuan yang berlaku.

Subandi menambahkan, UMKM naik kelas dan bantuan pinjaman modal usaha melalui KURDA merupakan bagian dari 14 program prioritas Bupati dan Wakil Bupati Sidoarjo dalam memperkuat sektor ekonomi kerakyatan di daerah.

Program ini diharapkan mampu mendorong pelaku UMKM agar lebih berkembang, berdaya saing, serta memiliki akses permodalan yang lebih mudah untuk memperluas usaha mereka.

“Ini bentuk dukungan pemerintah daerah melalui KURDA untuk mendorong pertumbuhan UMKM,” ujarnya.

Plt Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sidoarjo, Happy Setianingtyas Astrawati Yunus, menyatakan pihaknya siap mendampingi pelaku UMKM mulai dari pengurusan izin usaha hingga pemasaran produk.

“Kami siap mendampingi pelaku UMKM agar memiliki legalitas usaha dan semakin berkembang di pasar, baik di luar daerah maupun di daerah sendiri,” ujarnya.

Fuad menyambut baik dukungan tersebut dan berharap pasar lokal UMKM Kabupaten Sidoarjo dapat semakin diperkuat, sehingga produk-produknya lebih banyak dibeli di daerah sendiri, terutama oleh sekolah-sekolah.

Ia juga berharap dukungan Pemerintah Kabupaten tidak hanya sebatas memberikan izin usaha, tetapi juga membuka peluang pasar serta mendorong agar produk UMKM dapat diberdayakan dan dibeli oleh sekolah-sekolah di Kabupaten Sidoarjo.

“Saya sudah coba pasarkan ke sekolah-sekolah di Sidoarjo. Pernah ditolak, pernah diterima contoh produknya, tapi tidak ada kelanjutan,” tutup Fuad.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id

 

Penulis: Achmad Fauzan 

Editor: Darmadi Sasongko

Tags: berita sidoarjoBupati SidoarjoKabupaten SidoarjoPemkab SidoarjoSidoarjoUMKM Sidoarjo
Darmadi Sasongko

Darmadi Sasongko

Related Stories

Calon Terpilih Mundur, Pemkab Jember Buka Lagi Seleksi Dirut Perumdam Tirta Pandalungan

by Mochamad Abdurrochim
17/06/2026 9:13 PM
0

JEMBER, Tugujatim.id – Pemerintah Kabupaten Jember memutuskan menggelar ulang seleksi terbuka Direktur Utama Perusahaan Umum Daerah Air Minum (Perumdam) Tirta...

1 Muharram

Pemprov Jatim Minta Maaf atas Kericuhan Jalan Sehat 1 Muharram, Ribuan Kupon dan Snack Ternyata Masih Tersisa

by Mochamad Abdurrochim
17/06/2026 2:30 PM
0

SURABAYA, Tugujatim.id - Pemerintah Provinsi Jawa Timur menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas berbagai kendala dan kericuhan yang terjadi dalam...

Gus Fawait

Gus Fawait Siapkan Layanan PMI Terpadu di Jember, CPMI Tak Perlu Lagi ke Surabaya

by Mochamad Abdurrochim
16/06/2026 12:30 PM
0

JEMBER, Tugujatim.id – Bupati Jember Muhammad Fawait atau Gus Fawait menyiapkan layanan PMI terpadu di Kabupaten Jember, agar calon Pekerja...

Polije

Mahasiswa Akuntansi Polije Enrico Indra Budianto Raih Gelar Gus Jember 2026

by Mochamad Abdurrochim
16/06/2026 11:30 AM
0

JEMBER, Tugujatim.id – Prestasi membanggakan diraih mahasiswa Program Studi Akuntansi Sektor Publik Politeknik Negeri Jember (Polije), Enrico Indra Budianto. Mahasiswa...

Next Post
cuaca di Jatim

Cuaca di Jatim Didominasi Berawan dan Kelembapan Tinggi Bikin Gerah Seharian

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID