BOJONEGORO, Tugujatim.id – Produk pembiayaan Arrum Haji dari Pegadaian menjadi alternatif strategi keuangan bagi masyarakat yang ingin memperoleh porsi haji lebih cepat.
Skema ini memungkinkan calon jemaah memanfaatkan aset emas sebagai jaminan untuk mendapatkan talangan biaya pendaftaran haji, tanpa harus menunggu dana terkumpul secara penuh.
Dalam mekanismenya, nasabah cukup menjaminkan emas minimal 2 gram untuk memperoleh pembiayaan sekitar Rp 25 juta guna mendaftar haji reguler. Nominal tersebut merupakan syarat awal untuk mendapatkan nomor porsi haji melalui sistem yang dikelola oleh Kementerian Agama Republik Indonesia.
Dengan nomor porsi tersebut, calon jemaah resmi masuk dalam daftar antrean keberangkatan haji nasional.

Sementara itu, untuk layanan haji plus, nilai pembiayaan yang ditawarkan bisa mencapai sekitar Rp90 juta dengan ketentuan jaminan emas yang lebih besar. Skema ini membuka peluang bagi masyarakat yang ingin mengambil jalur haji khusus dengan masa tunggu yang relatif lebih singkat dibandingkan haji reguler.
Arrum Haji dirancang sebagai solusi bagi masyarakat yang memiliki keterbatasan dana awal, namun ingin segera mengamankan antrean haji yang dikenal memiliki waktu tunggu panjang, bahkan hingga puluhan tahun di sejumlah daerah.
“Dengan memanfaatkan pembiayaan ini, calon jemaah dapat mengunci porsi lebih awal, sembari mempersiapkan pelunasan biaya haji secara bertahap,” ungkap Pimpinan Cabang (Pinca) Pegadaian Bojonegoro Eko Danarto.
Dari sisi persyaratan, produk ini tergolong mudah diakses. Calon nasabah hanya perlu melengkapi dokumen dasar seperti KTP, Kartu Keluarga, dan surat nikah. Selain itu, emas yang dijaminkan menjadi komponen utama dalam pengajuan pembiayaan.
“Prosesnya relatif cepat, sehingga masyarakat tidak perlu melalui prosedur yang berbelit. Skema pembayaran yang ditawarkan juga fleksibel, dengan tenor mulai dari 1 hingga 5 tahun,” ujarnya
Fleksibilitas ini, tentu memberi ruang bagi nasabah untuk menyesuaikan cicilan dengan kondisi keuangan masing-masing. Dengan demikian, beban pembayaran dapat dikelola secara lebih terencana tanpa mengganggu kebutuhan finansial lainnya.
Konsep pembiayaan berbasis gadai emas yang digunakan dalam Arrum Haji turut mencerminkan perubahan cara masyarakat dalam mengelola aset. Emas yang selama ini cenderung disimpan sebagai instrumen lindung nilai, kini dapat dimanfaatkan secara produktif untuk mendukung tujuan jangka panjang, termasuk ibadah.
Di sisi lain, tingginya minat terhadap produk ini menunjukkan adanya kebutuhan masyarakat akan akses pembiayaan yang lebih inklusif untuk keperluan religius.
“Arrum Haji tidak hanya berfungsi sebagai layanan finansial, tetapi juga menjadi jembatan bagi masyarakat dalam merencanakan perjalanan spiritual mereka dengan lebih sistematis,” tuturnya.
Meski demikian, masyarakat tetap diimbau untuk mempertimbangkan kemampuan finansial sebelum mengajukan pembiayaan. Perencanaan yang matang diperlukan agar kewajiban cicilan dapat dipenuhi tanpa menimbulkan risiko di kemudian hari.
“Dengan berbagai kemudahan yang ditawarkan, Arrum Haji menjadi salah satu opsi strategi keuangan yang relevan di tengah meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya perencanaan ibadah haji sejak dini,”tutup Eko Danarto kepada TuguJatim.id.
Untuk diketahui, Pegadaian Jawa Timur berada di bawah koordinasi PT Pegadaian Kantor Wilayah (Kanwil) XII Surabaya yang membawahi tujuh deputy yakni Deputy bisnis area Surabaya 1, Deputy bisnis area Surabaya 2, Deputy bisnis area Pamekasan, Deputy Bisnis area Madiun, Deputy Bisnis Area Malang, Deputy Bisnis Area Probolinggo, Deputy Bisnis Area Jember.
Sedangkan ada total 70 kantor cabang dan ribuan Unit Pembantu Cabang (UPC) di Jawa Timur, termasuk Kantor Pegadaian Cabang Bojonegoro.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Reporter: Lizza Arnofia Choirunisa/ Kontributor
Editor: Darmadi Sasongko








