MOJOKERTO, Tugujatim.id – Pegadaian Cabang Mojokerto gencar melakukan berbagai strategi untuk menjaga dan meningkatkan capaian kinerja pada 2026. Strategi andalan Pegadaian Mojokerto ini meliputi digitalisasi layanan, rencana ekspansi pasar, hingga program edukasi yakni Pegadaian Mengajar.
Pemimpin Cabang (Pinca) Mojokerto Arri Purnomo mengatakan, selain mendorong nasabah untuk menggunakan aplikasi digital Tring! by Pegadaian, pihaknya juga secara berkala mengedukasi masyarakat maupun kalangan pelajar melalui Pegadaian Mengajar.
Baca Juga: Intimate Lunch Pegadaian Mojokerto Ajak Nasabah Kenali Emas Lebih Dalam
“Program itu sebagai bentuk edukasi dari kami terutama terkait semua produk yang dipunyai oleh Pegadaian, seperti investasi emas, layanan gadai, pembiayaan haji, cicil emas, dan lain-lainnya,” urainya saat ditemui pada Jumat (08/05/2026).
Melalui program Pegadaian Mengajar, nasabah maupun calon nasabah diberikan pemahaman tentang apa itu investasi emas, kapan waktu terbaik untuk mulai berinvestasi emas, cara mengatur diversifikasi aset untuk investasi, termasuk batas minimum untuk ikut berinvestasi produk emas.
“Tidak hanya itu, kami juga memberikan pemahaman bagaimana memilih investasi emas dengan baik, jangan sampai tergiur investasi yang menjanjikan keuntungan dengan cepat. Sebab, besar kemungkinan tawaran itu terindikasi investasi bodong,” tegas Arri.
Masyarakat Dikenalkan Layanan Titip Emas yang Aman
Selain itu, dalam program Pegadaian Mengajar, masyarakat juga dikenalkan dengan layanan titip emas. Artinya, nasabah bisa menitipkan sejumlah emas ke Pegadaian terdekat bila dirasa khawatir akan keamanan emas bila disimpan pribadi.
“Nah, nasabah yang telah titip emas, bila sewaktu-waktu ingin gadai emas tinggal mengakses aplikasi digital Tring! sehingga lebih mudah tanpa harus ke kantor untuk transaksi. Emas yang dititipkan juga terintegrasi dengan aplikasi tersebut,” papar Arri.
Menariknya, Pegadaian Mojokerto juga menggandeng Bank Sampah Induk (BSI) di Kota Mojokerto sebagai tindak lanjut dari Pegadaian Mengajar. Masyarakat yang telah mengumpulkan beragam sampah diarahkan ke BSI tersebut untuk bertransaksi lalu hasilnya digunakan untuk mencicil atau menabung emas.
Baca Juga: Pegadaian Mojokerto Beri Layanan Gadai Peduli, Nasabah Bebas Pinjam Bunga 0 Persen
“Kolaborasi kami dengan BSI ini untuk memberikan edukasi serta mengajak masyarakat lebih melek investasi. Artinya, ini untuk jangka menengah hingga panjang,” urai Arri.
Sebagai informasi, Pegadaian Jawa Timur berada di bawah koordinasi PT Pegadaian Kantor Wilayah (Kanwil) XII Surabaya yang membawahi tujuh deputy yakni Deputy bisnis area Surabaya 1, Deputy bisnis area Surabaya 2, Deputy bisnis area Pemekasan, Deputy Bisnis area Madiun, Deputy Bisnis Area Malang, Deputy Bisnis Area Probolinggo, Deputy Bisnis Area Jember. Sedangkan ada total 70 kantor cabang dan ribuan Unit Pembantu Cabang (UPC) di Jawa Timur. (adv)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer : Hanif Nanda Zakaria
Editor: Dwi Lindawati








