BANYUWANGI, Tugujatim.id – Selama satu dekade terakhir, Kabupaten Banyuwangi di ujung timur Pulau Jawa ini telah bertransformasi menjadi magnet wisata kelas dunia. Bahkan, destinasi ikonik di Banyuwangi ini tidak pernah luntur pesonanya. Apa saja destinasinya?
Dengan julukan The Sunrise of Java, Banyuwangi menawarkan paket lengkap: mulai dari api biru yang langka, hutan purba yang magis, hingga pantai dengan ombak kelas internasional.
Baca Juga: Misteri Alas Purwo, Hutan Angker yang Melekat di Ingatan Warga
Daya tarik destinasi ikonik di Banyuwangi terletak pada konsistensinya menjaga harmoni antara alam dan budaya. Tidak heran jika tempat-tempat wisatanya selalu “hits” dan tetap relevan dikunjungi kapan pun, tanpa tergerus tren sesaat. Mulai dari Kawah Ijen, Taman Nasional Alas Purwo, De Djawatan, Pantai Pulau Merah, dan Bangsring Underwater.
Deretan Destinasi Ikonik di Banyuwangi yang Memesona

Jika Anda berencana melakukan pelarian sejenak dari hiruk-pikuk rutinitas, berikut adalah lima rekomendasi destinasi yang wajib masuk dalam daftar perjalanan Anda!
1. Kawah Ijen: Pesona Blue Fire yang Mendunia
Berbicara tentang Banyuwangi takkan lengkap tanpa menyebut Kawah Ijen. Destinasi ini adalah ikon utama yang membawa nama Banyuwangi ke kancah internasional.
Daya tarik utamanya adalah fenomena Blue Fire atau Api Biru, sebuah pemandangan langka yang konon hanya ada dua di dunia, satu di Islandia dan satu lagi di sini, di tanah Blambangan.
Untuk menyaksikan api biru, pengunjung harus memulai pendakian pada dini hari, sekitar pukul 01.00 atau 02.00 WIB. Perjalanan menanjak sejauh 3 kilometer akan terbayar lunas saat Anda melihat semburat api berwarna biru elektrik muncul dari celah-celah bebatuan belerang.
Saat matahari mulai terbit, pemandangan berganti menjadi danau kawah berwarna hijau toska yang kontras dengan dinding kaldera yang gersang. Pemandangan ini tetap menjadi magnet utama bagi fotografer dan pencinta alam dari seluruh penjuru dunia.
2. Taman Nasional Alas Purwo: Hutan Tertua yang Magis

Jika Anda mencari suasana yang sedikit misterius namun memukau, Alas Purwo adalah jawabannya. Taman nasional ini sering disebut sebagai salah satu hutan tertua di Pulau Jawa.
Namun, jangan bayangkan hutan yang gelap dan menakutkan; Alas Purwo justru menyuguhkan lanskap yang sangat beragam dan memesona. Satu titik yang paling populer adalah Savana Sadengan. Di sini, Anda bisa melihat kawanan banteng jawa, rusa, hingga merak yang berkeliaran bebas di padang rumput yang luas.
Suasananya akan membuat Anda merasa sedang berada di savana Afrika. Selain itu, Alas Purwo juga memiliki Pantai Plengkung (G-Land) yang menjadi surga bagi para peselancar dunia karena memiliki salah satu ombak terbaik di planet ini.
3. De Djawatan: Masuk ke Dunia “Lord of the Rings”

Ingin berfoto dengan latar belakang pohon-pohon raksasa seperti di film fantasi? Datanglah ke De Djawatan di Desa Benculuk. Tempat ini sebenarnya merupakan kawasan hutan lindung milik Perhutani yang ditumbuhi oleh ratusan pohon trembesi raksasa yang usianya sudah lebih dari seabad.
Pohon-pohon di sini memiliki dahan yang meliuk-liuk dan tertutup oleh tanaman pakis serta lumut, menciptakan efek visual yang sangat dramatis dan magis, mirip dengan hutan Fangorn dalam film Lord of the Rings.
Waktu terbaik untuk berkunjung adalah saat sore hari, ketika sinar matahari menyelinap di antara celah dahan pohon (efek tyndall), memberikan kesan cahaya yang sangat cantik untuk diabadikan dengan kamera.
4. Pantai Pulau Merah: Romantisme Matahari Terbenam

Setelah lelah mendaki atau menjelajah hutan, saatnya bersantai di Pantai Pulau Merah. Dinamakan demikian karena terdapat sebuah bukit kecil setinggi 200 meter di dekat bibir pantai yang memiliki tanah berwarna merah. Saat air laut surut, pengunjung bisa berjalan kaki mendekati bukit tersebut untuk melihat lebih dekat.
Namun, daya tarik sesungguhnya adalah momen matahari terbenam atau sunset. Karena posisinya yang menghadap langsung ke Samudera Hindia, Pulau Merah menawarkan pemandangan langit senja berwarna jingga kemerahan yang sangat romantis. Gelombang lautnya yang relatif stabil juga membuat tempat ini cocok bagi siapa saja yang ingin sekadar bermain air atau belajar berselancar.
5. Bangsring Underwater: Harmoni di Bawah Laut

Banyuwangi tidak hanya indah di daratan, tapi juga di bawah air. Bangsring Underwater adalah bukti nyata keberhasilan konservasi terumbu karang berbasis masyarakat. Di sini, pengunjung bisa melakukan snorkeling untuk melihat keindahan terumbu karang yang terjaga dan berbagai jenis ikan hias yang berwarna-warni.
Salah satu aktivitas yang paling unik di Bangsring adalah berenang bersama hiu sirip hitam (blacktip reef shark) di dalam keramba khusus. Hiu-hiu ini sudah terbiasa dengan keberadaan manusia dan selalu berada dalam pengawasan pemandu.
Baca Juga: Bangsring Underwater, Destinasi Snorkeling dan Diving di Banyuwangi
Selain wisata, lokasi ini juga sering menjadi tempat edukasi mengenai pentingnya menjaga ekosistem laut, menjadikan kunjungan Anda tidak hanya sekadar hiburan, tapi juga bentuk apresiasi terhadap kelestarian alam.
Banyuwangi adalah destinasi yang menawarkan “jiwa” dalam setiap sudutnya. Kekuatan budayanya yang kental dipadukan dengan keajaiban alam yang unik membuat siapa pun yang pernah berkunjung ke sini akan selalu menemukan alasan untuk kembali.
Menjelajahi setiap sudut destinasi ikon di Banyuwangi bukan sekadar berpindah tempat, melainkan tentang merasakan kedekatan yang luar biasa dengan alam yang masih terjaga keasriannya. Tak peduli berapa kali Anda datang, pesona The Sunrise of Java akan selalu memberikan cerita baru yang layak untuk dikenang.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer : Annisa Syalsyavia/Magang
Editor: Dwi Lindawati








