PROBOLINGGO, Tugujatim.id – Jalur Pantura Probolinggo kembali memakan korban jiwa. Ada dua korban tewas kecelakaan di Jalan Raya Pantura, Desa Pajurangan, Kecamatan Gending, Kabupaten Probolinggo.
Kasus terbaru terjadi pada Senin dini hari (11/05/2026), sekitar pukul 01.00 WIB. Misbahul Ulum, 33, seorang pemotor asal Kecamatan Kraksaan, meninggal dunia (MD) usai menabrak truk tronton yang parkir di tepi jalan karena mengalami kerusakan.
Dugaan minimnya penerangan jalan umum (PJU) hingga banyaknya kendaraan besar yang parkir di pinggir jalan diduga menjadi pemicu kecelakaan di Jalur Pantura Probolinggo.
Misbahul Ulum meninggal dunia saat dievakuasi ke rumah sakit akibat luka parah yang dideritanya. Kecelakaan bermula saat truk tronton bernopol L 8356 UI yang dikemudikan Sugihardi, 50, warga Kabupaten Jembrana, Bali, melaju dari arah barat ke timur.
Baca Juga: Lagi! Teror Ledakan Petasan Probolinggo Bikin Rumah dan Mobil Warga Rusak Parah
Saat tiba di lokasi kejadian, truk rusak di bagian as penggerak gardan sehingga sopir memutuskan berhenti dan parkir darurat di sisi utara jalan.
Tidak lama kemudian, motor bernopol N 3657 MY yang dikendarai korban melaju dari arah yang sama. Dugaan karena kondisi jalan yang gelap dan jarak pandang terbatas pada dini hari, korban tidak mengetahui adanya truk parkir di depannya hingga akhirnya menghantam bagian belakangnya.
“Truk terparkir di pinggir jalan sebelah utara karena rusak. Motor kemudian menabrak bagian belakang truk,” ujar Kanit Gakkum Satlantas Polres Probolinggo Iptu Aditya Wikrama.
Dia mengatakan, benturan keras membuat korban luka serius hingga akhirnya meninggal dunia.
Dua Kecelakaan Maut di Jalan yang Sama
Kecelakaan di Jalur Pantura Probolinggo di Desa Pajurangan ternyata bukan kali pertama terjadi dalam beberapa hari terakhir. Sebelumnya, kecelakaan maut juga terjadi di jalan yang sama pada Sabtu petang (09/05/2026), sekitar pukul 17.30 WIB.
Korban bernama Muhammad Haqiqi, 32, warga Desa Ranuagung, Kecamatan Tiris, Kabupaten Probolinggo. Dia meninggal dunia setelah motor Honda PCX bernopol N 3340 OQ yang dikendarainya menabrak bagian belakang truk gandeng bernopol P 8418 UZ yang sedang parkir di pinggir jalan.
Dua kecelakaan maut dalam waktu berdekatan di lokasi yang sama membuat warga kembali menyoroti kondisi Jalur Pantura Desa Pajurangan yang dinilai rawan kecelakaan. Selain minim penerangan jalan, keberadaan kendaraan besar yang parkir di bahu jalan disebut sangat membahayakan pengguna jalan lain, terutama saat malam dan dini hari.
Baca Juga: Perbaikan Lobi Kantor Bupati Probolinggo Dianggarkan Rp400 Juta di Tengah Efisiensi Belanja
Warga berharap ada langkah serius dari pemerintah maupun pihak terkait untuk mengurangi angka kecelakaan di kawasan tersebut. Mulai dari penambahan lampu penerangan jalan, pemasangan rambu peringatan, hingga penertiban kendaraan besar yang berhenti di tepi Jalur Pantura.
Pasalnya, kecelakaan di jalur tersebut terus berulang dan menimbulkan korban jiwa. Polisi pun mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati saat melintas di Jalur Pantura Probolinggo, khususnya pada malam dan dini hari ketika kondisi jalan gelap dan banyak kendaraan besar berhenti di pinggir jalan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer : Umi Kulsum
Editor: Dwi Lindawati








