SURABAYA, Tugujatim.id – Surabaya Vaganza 2026 berlangsung meriah pada Sabtu malam (16/05/2026) meski sempat dibayangi cuaca mendung dan ancaman hujan. Parade bunga bertajuk Festival of Lights: Garden of Hope sukses menyedot ribuan warga yang memadati sepanjang rute acara.
Parade dimulai dari kawasan Tugu Pahlawan lalu melintasi Siola, Jalan Tunjungan, Grahadi, Alun-alun Surabaya hingga berakhir di Monumen Bambu Runcing. Sejak hari ini, masyarakat sudah memadati lokasi demi mendapatkan posisi terbaik untuk menyaksikan parade tahunan tersebut.
Tak hanya warga Surabaya, banyak pengunjung dari luar kota juga turut hadir menikmati pesta kemeriahan rakyat yang digelar setahun sekali. Meski kondisi jalan dipadati lautan manusia dan arus lalu lintas tersendat, antusiasme warga tetap tinggi.
Cuaca Mendung Sempat Bikin Penonton Waswas
Di balik parade kemeriahan, suasana malam sempat diwarnai rasa cemas akibat cuaca yang tidak menentu. Langit Surabaya yang sejak siang terlihat mendung membuat banyak pengunjung membawa payung dan jas hujan.
“Saya semangat ingin menonton parade bunga kali ini, tapi takut kalau malam ini hujan karena dari siang tadi sudah mendung,” ujar Wiwik, salah satu pengunjung yang datang sambil membawa payung.
Meski begitu, cuaca tidak menyurutkan semangat masyarakat. Surabaya Vaganza 2026 tetap tampil spektakuler dengan berbagai atraksi kreatif yang memadukan dekorasi bunga, seni pertunjukan, dan tata cahaya modern.
Sebanyak 35 instansi dan pemangku kepentingan ikut mengambil bagian dalam parade tersebut. Beragam mobil hias tampil memukau dengan ornamen bunga raksasa, karakter ikonik, hingga permainan lampu warna-warni yang terlihat semakin indah di tengah suasana malam Kota Pahlawan.
Baca Juga : Eri Cahyadi Dan Rini Indriyani Kenalkan Baju Manten Pegon Khas Surabaya di Surabaya Vaganza
Atraksi Lampu dan Parade Jalanan Jadi Sorotan
Tak hanya kendaraan hias, parade juga dimeriahkan penampilan drum band, atraksi egrang, hingga fire dance yang sukses menghidupkan suasana. Para penampil tetap tampil energik meski angin malam beberapa kali tampil cukup kencang.
Di sejumlah titik, penonton terlihat sibuk mengabadikan momen menggunakan ponsel mereka. Anak-anak menjadi paling antusias saat kendaraan hias dengan karakter fantasi dan lampu gemerlap melintas di hadapan mereka. Sorak kagum pun beberapa kali terdengar dari kerumunan warga.

“Acara meriah seperti ini kan cuma ada setahun sekali, jadi sayang kalau dilewatkan. Tiap tahun saya pasti datang menonton parade ini,” ujar Silvi yang hadir bersama suami dan anaknya.
Pengunjung lain bernama Ratna bahkan mengaku sudah datang sejak sore bersama rombongannya demi mendapatkan tempat di barisan depan.
“Saya datang dari jam empat sore sama tetangga beberapa. Bawa tikar buat duduk di depan, sekalian bawa jas hujan juga takutnya hujan,” katanya sambil menikmati parade.
Pedagang dan Bazar Vaganza Ikut Kebanjiran Pengunjung
Kemeriahan Surabaya Vaganza 2026 juga membawa berkah bagi pedagang kaki lima di sekitar lokasi. Kawasan pusat kota dipenuhi pengunjung yang menginginkan makanan dan minuman selama acara berlangsung.
Di kawasan Alun-alun Surabaya, masyarakat juga disuguhkan Bazar Vaganza yang menghadirkan berbagai tenant kuliner dan produk UMKM. Aroma jajanan kaki lima bercampur dengan udara malam menciptakan suasana festival rakyat yang hangat dan hidup.
Meski beberapa tetes hujan sempat turun, kondisi itu tidak berlangsung lama. Banyak warga yang menilai suasana malam terasa semakin dramatis karena ketegangan menunggu hujan dipadukan dengan gemerlap parade cahaya.
Surabaya Vaganza 2026 pun kembali membuktikan diri sebagai salah satu festival paling dinanti warga Kota Pahlawan. Ancaman hujan yang sejak awal membuat penonton resah ternyata tak mampu menghentikan kemeriahan pesta rakyat tersebut.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Penulis: Devi Ismayanti/Magang
Editor: Mochamad Abdurrochim








