BATU, Tugujatim.id – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Batu mengetatkan pengawasan lingkungan antisipasi ancaman hantavirus. Meski Kota Batu belum mendeteksi, potensi penyebaran penyakit yang ditularkan tikus ini mulai diantisipasi serius karena angka mobilitas wisatawan naik.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kota Batu dr Icang Sarrazin menjelaskan, pengawasan lingkungan diperketat, khususnya di kawasan wisata, hotel, penginapan, restoran, hingga area publik yang diprediksi ramai selama libur panjang.
Baca Juga: Serangan Tikus Ancam Panen Padi di Jember, Petani Wadul ke Ketua DPRD
“Kami sudah ingatkan pengelola hotel dan tempat wisata agar benar-benar menjaga kebersihan lingkungan dan antisipasi adanya tikus,” tegasnya.
Dia mengatakan, masyarakat juga diminta kembali menerapkan pola hidup bersih dan sehat (PHBS), termasuk menjaga kebersihan rumah, gudang, tempat penyimpanan makanan, hingga tidak membuang sampah sembarangan.
“Gudang harus bersih, makanan jangan biarkan berserakan karena itu mengundang tikus. Celah rumah yang memungkinkan tikus masuk juga harus ditutup,” katanya.
Icang juga mengimbau masyarakat memakai masker saat di keramaian sebagai langkah antisipasi tambahan.
”Kalau di tempat berdebu atau banyak orang, sebaiknya pakai masker. Itu langkah sederhana penting untuk pencegahan,” imbuhnya.
Ruang Isolasi Disiapkan Antisipasi Kasus
Langkah mitigasinya, Dinkes Kota Batu juga menyiagakan lima puskesmas dan enam rumah sakit untuk mengantisipasi kemungkinan munculnya kasus hantavirus. Ruang isolasi juga disiapkan apabila sewaktu-waktu dibutuhkan.
“Ruang isolasi kami siapkan sebagai langkah antisipasi jika menemukan kasus,” tandasnya.
Meski demikian, Icang memastikan, belum ada laporan kasus hantavirus di Kota Batu hingga saat ini. Namun, masyarakat diminta tidak menganggap remeh gejala yang muncul.
“Kalau demam tinggi, nyeri otot, batuk, sampai sesak napas, segera periksa ke fasilitas kesehatan agar bisa cepat ditangani,” pungkasnya.
Baca Juga: Petani di Tuban Tewas Mengenaskan Akibat Jebakan Tikus Berarus Listrik
Untuk diketahui, penyakit hantavirus ditularkan melalui hewan pengerat, terutama tikus, baik dari urine, air liur, kotoran, hingga debu yang telah terkontaminasi virus. Penularannya bisa lewat debu yang terkontaminasi kotoran tikus, bisa juga melalui sentuhan kulit, selaput lendir mata, hingga gigitan hewan pengerat.
Dia mengatakan, ancaman hantavirus perlu diwaspadai karena gejalanya dapat berkembang cepat dan menyerang organ vital tubuh. Gejala awal biasanya berupa demam tinggi, nyeri otot dan sendi, tubuh lemas, batuk, hingga sesak napas.
“Kalau sudah berat, bisa menyerang paru-paru dan fungsi ginjal. Itu yang berbahaya karena dapat menyebabkan gangguan pernapasan serius,” jelasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer : M Ulul Azmy
Editor: Dwi Lindawati








