SURABAYA, Tugujatim.id – Surabaya yang sudah terkenal dengan kota dengan banyak peninggalan sejarah tentunya tidak akan pernah kehabisan spot-spot menarik untuk dikunjungi. Yang menjadi salah satunya ada wisata kampung Peneleh Heritage Surabaya.
Kampung yang berlokasi di kelurahan Peneleh kecamatan Genteng satu ini memiliki berbagai spot untuk dikunjungi bahkan dipelajari disepanjang gang-gangnya, hal ini dikarenakan kampung heritage peneleh ini memiliki banyak bangunan bersejarah yang sampai saat ini masih dirawat dengan baik.
Spot-spot bersejarah yang bisa kamu kunjungi di kampung satu ini diantaranya ada Rumah H.O.S Tjokroaminoto, Masjid Jami Peneleh, Sumur Jobong, Rumah Lahir Bung Karno, Langgar Dukur Kayu, Makam Peneleh, Jembatan Peneleh, Rumah Kelahiran Dr. H. Roeslan Abdul Gani, Toko Buku Peneleh, Makam Sesepuh Kampung, hingga PT Pabrik Gula Rajawali I.
Spot-spot tersebut tentunya memiliki kisah tersendiri di baliknya diantaranya;
1. Rumah H.O.S Tjokroaminoto
Spot pertama dari Peneleh Heritage Surabaya yang bisa dikunjungi ada Rumah H.O.S Tjokroaminoto. Rumah satu ini merupakan rumah peninggalan yang sudah berdiri pada tahun 1882 yang saat ini beralih fungsi sebagai museum yang memiliki 143 koleksi.
2. Masjid Jami Peneleh
Kemudian lanjut menyusuri Peneleh Heritage Surabaya kamu juga akan menjumpai Masjid Jami Peneleh. Masjid satu ini menjadi saksi penyebaran agama Islam di jawa yang didirikan oleh Raden Rahmat atau Sunan Ampel.
3. Sumur Jobong
Daya tarik selanjutnya dari Peneleh Heritage Surabaya yang menjadi minat utama dan yang kerap mengundang penasaran pengunjung ada Sumur Jobong. Sumur satu ini merupakan sumur tertua di Surabaya yang memiliki struktur 3 tumpuk.
Tak jarang ketika ada rombongan pengunjung yang hadir, sumur satu ini akan dibuka dan pengunjung bisa merasakan air dari sumur satu ini.
4. Rumah Lahir Bung Karno
Selanjutnya ada rumah lahir Bung Karno, di rumah ini Ir. Soekarno lahir tepatnya pada tanggal 6 Juni 1901. Saat ini, Rumah satu ini telah menjadi museum yang koleksinya berisi perjalanan keluarga Soekarno mulai dari bapaknya yaitu R. Soekeni dan Ibu Nyoman Rai Srimben sekaligus Soekarno itu sendiri.
5. Langgar Dukur Kayu
Spot kelima dari kampung Peneleh Heritage Surabaya ada Langgar Dukur Kayu. Langgar Dukur Kayu ini merupakan salah satu situs bersejarah di kawasan Lawang Seketeng yang dibangun pada Januari 1893, sebagaimana tercatat dalam tulisan Arab pegon pada mimbar langgar.
Langgar berlantai dua yang terbuat dari kayu jati ini masih mempertahankan bentuk aslinya hingga sekarang, dengan lantai bawah digunakan sebagai balai pertemuan warga dan lantai atas sebagai tempat ibadah yang tetap aktif dimanfaatkan oleh masyarakat setempat.
6. Makam Peneleh
Spot selanjutnya ada Makam Peneleh, makam satu ini merupakan makam belanda yang dubuka pada tahun 1847 oleh Dr. W. R. van Hoëvell. Di makam belanda Peneleh ini, banyak disemayamkan tokoh-tokoh penting di era pemerintahan kolonial Belanda.
7. Jembatan Peneleh
Selanjutnya di area Peneleh Heritage Surabaya ini juga terdapat Jembatan Peneleh yang merupakan jembatan tertua di Surabaya. Jembatan satu ini diperkirakan dibangun pada tahun 1900 – 1905, dan jembatan ini menghubungkan wilayah peneleh dengan alun-alun Contong.
8. Rumah Kelahiran Dr. H. Roeslan Abdul Gani
Selanjutnya, di Peneleh Heritage Surabaya juga terdapat rumah kelahiran Dr. H. Roeslan Abdul Gani yang lahir pada tahun 1914. Rumah satu ini bergaya kolonial Belanda dan masih kokoh berdiri sampai saat ini dan menjadi salah satu cagat budaya yang di dalamnya memuat banyak koleksi milik Roeslan Abdul Gani seperti buku dan perabotan antik lainnya.
9. Toko Buku Peneleh
Selanjutnya, di sini juga terdapat toko buku tertua yang ada di Surabaya yaitu toko buku Peneleh. Toko buku satu ini didirikan oleh Abdul Latif Zein pada tahun 1880 an dan sampai saat ini masih berdiri sebagai toko buku yang tetap mempertahankan bentuk bangunannya yang bergaya kolonial Belanda.
10. Makam Sesepuh Kampung
Ketika kamu menyusuri area kampung Peneleh Heritage Surabaya ini, kamu juga akan menjumpai keberadaan makam sesepuh kampung yang yang tersebar di area pemukiman. Sampai saat ini, makam ini tetap dipertahankan sebagai bentuk menghormati leluhur dan budaya pada zaman dahulu dimana ketika ada keluarga yang meninggal dunia maka akan dikuburkan di area pekarangan rumah.
11. PT Pabrik Gula Rajawali I
Spot selanjutnya yang bisa kamu kunjungi di Peneleh Heritage Surabaya ini ada Gedung PT Pabrik Gula Rajawali I. Gedung ini merupakan bangunan cagar budaya peninggalan era kolonial yang awalnya berfungsi sebagai kantor pabrik gula milik NV Handel Maatschappij Kian Gwan, perusahaan perdagangan hasil bumi yang didirikan oleh Oei Tjien Sien pada 1863.
Kepemimpinan perusahaan kemudian diteruskan oleh putranya, Oei Tiong Ham, yang mengubah nama perusahaan menjadi Oei Tiong Ham Concern. Setelah dinasionalisasi oleh pemerintah Indonesia pada 1961, bangunan ini tetap digunakan sebagai kantor pusat Pabrik Gula Rajawali I di bawah PT Rajawali Nusantara Indonesia. Hingga kini, keaslian bangunan masih terjaga, termasuk sejumlah peninggalan bersejarah seperti lonceng dan lemari besi penyimpanan dokumen maupun uang, sementara penambahan ruang hanya dilakukan dengan sekat semi permanen tanpa mengubah struktur utama bangunan.
Itulah spot yang bisa kamu lihat ketika kamu mengunjungi wisata Peneleh Heritage Surabaya. Tak hanya kesebelas spot itu saja, di sana kamu juga akan menjumpai rumah-rumah bekas peninggalan masa kolonial yang juga masih banyak berdiri kokoh.
Mengelilingi area wisata Peneleh Heritage Surabaya ini tentunya akan menjadi hal yang seru apabila dilakukan secara rombongan dan berjalan bersama-sama menyusuri tiap gang yang ada di kawasan satu ini. Selain edukatif dan memuat banyak kisah yang berkaitan dengan sejarah, lokasi satu ini juga pastinya cocok sebagai spot foto yang Instagramable berlatarkan peninggalan kolonial.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer : Devi Ismayanti/Magang
Editor: Mochamad Abdurrochim








