GRESIK, Tugujatim.id – Ribuan jemaah berpakaian serba putih memadati kawasan Masjid Jami’ Gresik dan kompleks makam Habib Abu Bakar bin Muhammad Assegaf dalam puncak Haul ke-71 ulama kharismatik tersebut, Selasa hingga Rabu (02-03/06/2026).
Jemaah datang dari berbagai daerah di Indonesia hingga luar negeri untuk mengikuti rangkaian doa, pembacaan Yasin, tahlil, dan ceramah agama yang berlangsung khidmat.
Pada momen acara inti rabu pagi (03/06/2026), diisi pembacaan maulid nabi Muhammad SAW yang berpusat di rumah Habib Abu Bakar pada habis subuh. Rumah beliau ada di kampung arab yang tidak jauh dari Masjid Jami’ Gresik. Ribuan orang bershalawat, termasuk mahalul qiyam yang merupakan puncak dari pembacaan maulid.
Selanjutnya sekitar pukul 09.00 WIB, digelar acara puncak haul. Ribuan orang memadati Masjid Jami’ Gresik hingga meluber ke sejumlah titik di luar masjid. Termasuk di Alun-Alun Gresik.
Suasana hari terjadi saat pembacaan yasin. Bagaimana ribuan orang, membaca surat terpenting dalam Al Qur’an yang pahala-nya ditujukan kepada Habib Abu Bakar. Selain membaca yasin, dilanjutkan pembacaan tahlil secara bersama-sama.
Dengan bacaan bersama-sama itu, para jama’ah selain mendoakan habib Abu Bakar, juga meminta ampunan atas segala dosa serta kesalahan, dan meminta hidayah untuk para jama’ah sendiri.
Sejumlah ulama dan habaib nasional turut hadir dalam haul tersebut, di antaranya Habib Zen Baharun, Habib Syech bin Abdul Qodir Assegaf, Habib Jindan bin Novel bin Jindan, Habib Abdurrahman Bilfaqih, KH Agoes Ali Masyhuri, hingga Ketua Umum Rabithah Alawiyah Habib Taufiq Assegaf.
KH Agoes Ali Masyhuri, Pengasuh Pesantren Progresif Bumi Shalawat Sidoarjo yang menjadi penceramah pertama menyatakan, beliau berharap para jama’ah dan beliau sendiri menjadi pribadi yang ikhlas sebagaimana keikhlasan Habib Abu Bakar.
Ikhlas, kata beliau adalah.”Ikhlas itu ketika kita merasa nikmat dan tidak terbebani dalam berbuat kebaikan,” kata KH Agoes.
Beliau juga mengingatkan para jama’ah untuk senantiasa bershalawat kepada Nabi Muhammad SAW.”Kunci kebahagiaan adalah mencintai roshul di atas segala-galanya,” kata KH Agoes Ali Masyhuri.
Sedangkan, dalam ceramahnya, Habib Jindan bin Novel bin Jindan mengenang sosok Habib Abu Bakar Assegaf sebagai ulama yang berhasil dalam ilmu dan pengabdiannya kepada Allah SWT.
“Habib Abu Bakar adalah orang yang sukses, dalam ilmunya, dalam adabnya, dalam pengabdiannya kepada Allah SWT,” ucap Habib Jindan.
Ia juga meminta para jamaah mendidik anaknya menjadi pembela para Nabi.
“Didik anak-anak kalian menjadi pembelanya nabi, menjadi pembelanya auliyak washolihin, persiapkan mereka untuk berbaris di barisannya Imam Mahdi, shofnya Isa bin Maryam, dan semua di shofnya Nabi Muhammad SAW, jangan sampai kalau kita salah didik mereka bakal berdiri di shofnya Dajjal,” ucap Habib Jindan.
Sementara itu, Habib Taufiq dalam ceramahnya menekankan pentingnya pendidikan agama bagi anak-anak sebagai bekal kehidupan.
“Pendidikan adalah kebutuhan anak-anak kita melebihi daripada makanan yang diberikan orang tua kepada anak,” ujarnya di hadapan jemaah.
Ia juga mengingatkan pentingnya membentuk akhlak dan kebiasaan ibadah sejak dini.
“Ajari anak kamu, didik anak kamu, ajari melaksanakan yang wajib, meninggalkan yang haram,” katanya.
Sementara itu, Koto, salah seorang jama’ah dari Jakarta mengatakan, Haul Habib Abu Bakar Gresik merupakan haul yang rutin dia datangi setahun sekali.
Tahun ini, dia hadir bersama sembilan orang temannya yang lain. Sebelum ke Gresik, dia dan teman-temannya ziarah ke makam para wali di Jawa Barat, Jawa Tengah dan Jawa Timur. Dia dan teman-temannya iuran Rp 700.000,- untuk biaya perjalanan.”Semoga bisa datang terus setiap tahun untuk mendapatkan keberkahan beliau,” katanya.
Miski, salah seorang jama’ah asal Kota Malang, mengaku senang dan lega bisa menghadiri acara tahunan ini.”Alhmdulillah luar biasa sekali acaranya semoga kita senantiasa meniru Habib Abu Bakar yang begitu tawadhu’ dan takut pada Allah SWT,” kata Miski.
Selain datang dari berbagai daerah di Indonesia, jama’ah hadir dari berbagai negara tetangga. Di sela acara, penulis sempat bertemu dengan Habib Hamzah yang datang jauh-jauh dari Brunei Darussalam.
Biografi Singkat Habib Abu Bakar bin Muhammad bin Umar Assegaf
Habib Abu Bakar bin Muhammad bin Umar Assegaf dikenal sebagai salah satu ulama besar penyebar Islam di Gresik, Jawa Timur.

Meski lahir di Besuki, Situbondo, pada 30 Maret 1869, namanya lebih dikenal sebagai Habib Abu Bakar Gresik karena perjalanan dakwahnya yang kuat di kota santri tersebut.
Sejak kecil, Habib Abu Bakar dikenal memiliki kecintaan mendalam terhadap ilmu agama.
Pada usia delapan tahun, ia berangkat ke Hadramaut, Yaman, untuk menimba ilmu kepada sejumlah ulama besar, di antaranya Habib Ali bin Muhammad Al-Habsyi dan Habib Abdurrahman bin Muhammad Al-Masyhur.
Setelah hampir satu dekade belajar di Hadramaut, ia kembali ke Indonesia dan menetap di Gresik pada tahun 1889.
Di kota itu, Habib Abu Bakar mendirikan Majelis Rouhah yang menjadi salah satu majelis taklim pertama di Gresik dan terus didatangi jemaah dari berbagai daerah.
Dalam perjalanan dakwahnya, Habib Abu Bakar dikenal sebagai ulama yang sederhana, tekun beribadah, dan dekat dengan masyarakat. Suatu ketika, Habib Abu Bakar juga pernah melakukan uzlah atau menyendiri untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Sosoknya bahkan dijuluki Al Qutb atau pemimpin para wali oleh kalangan ulama pada masanya. Habib Abu Bakar Assegaf wafat pada 15 Juli 1957 dalam usia 91 tahun dan dimakamkan di sebelah Masjid Jami’ Gresik.
Hingga kini, haul tahunan yang digelar untuk mengenangnya terus menjadi magnet ribuan jemaah yang datang untuk mencari keberkahan sekaligus mengenang perjuangan dakwahnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer : M. Imron Fauzi
Editor: Mochamad Abdurrochim








