JOMBANG, Tugujatim.id – Sejak diresmikan pada pertengahan Mei 2026, progres Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Jombang ternyata masih belum merata. Dari ratusan gerai yang sudah dibangun, baru belasan saja yang beroperasi.
Dari 80 KDKMP yang secara resmi diluncurkan pada 16 Mei 2026 lalu, hanya sekitar 14 koperasi yang benar-benar sudah buka dan melayani masyarakat, yang tentu saja jauh dari ekspektasi awal.
“Laporan yang kami terima, ada 14 gerai yang sudah buka setelah launching,” kata Sekretaris Dinas Koperasi dan Usaha Mikro (Dinkop UM) Kabupaten Jombang Gatut Wijayaya pada Senin (08/06/2026).
Beberapa gerai yang sudah beroperasi tersebar di berbagai desa, antara lain di Sumberagung, Karangmojo, Plandaan, Purisemanding, Sembung, Tengaran, Tanjunggunung, Mojongapit, Plandi, Tembelang, Diwek, Ngudirejo, Mayangan, dan Plumbon Gambang.
Sepi Pengunjung, Rak Masih Banyak yang Kosong
Membuka gerai ternyata baru separuh dari tantangan. Masalah lain yang tidak kalah serius adalah minimnya pengunjung dan belum lengkapnya stok barang.
Salah satu karyawan KDKMP di wilayah Kecamatan Mojowarno, Adi, mengungkapkan bahwa gerai tempatnya bekerja baru buka sekitar empat hari dan belum banyak warga yang tahu.
“Ini baru buka sekitar empat hari, jadi masih sepi, belum banyak pengunjung,” tuturnya.
Baca Juga : Heboh Komentar Admin KDMP di Blitar ‘Selain Donatur Dilarang Ngatur’, Ketua Koperasi Akhirnya Buka Suara
Tidak cuma sepi pengunjung, stok barang yang disediakan pun belum komplet. Pantauan di lokasi, cuma ada beras 5 kg, minyak goreng, beberapa jenis camilan atau snack, susu formula untuk bayi, dan susu kental manis kemasan kaleng. Masih banyak rak yang kosong.

“Produk-produk subsidi seperti MinyaKita dan LPG 3 kg juga belum dikirim. Kelihatannya stok semua gerai juga sama,” sambung dia.
Karena masih belum berjalan optimal, Adi melanjutkan, gerai koperasi cuma dibuka mulai pukul 08.00 sampai 17.00 WIB saja.
Puluhan Desa Belum Membangun
Sementara itu, Kepala Dinkop UM Jombang Hari Purnomo mengaku mengakui masih banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan. Kendalanya pun beragam, mulai persoalan teknis hingga terganjal masalah ketersediaan lahan.
Per awal Juni 2026, baru 211 KDKMP yang masuk tahap pembangunan dari total keseluruhan desa yang menjadi sasaran program. Jika dirinci, 175 gerai sudah selesai dibangun, 36 gerai masih dalam proses pengerjaan, sedangkan 95 desa belum memulai pembangunan sama sekali.
“Saat ini kami masih berupaya mencari solusi terkait kendala-kendala yang ada agar pembangunan bisa segera berjalan,” ujar dia.
Kecamatan Tembelang menjadi salah satu wilayah yang relatif lebih maju dalam hal pembangunan fisik. Dari 15 desa yang ada, 11 desa sudah menuntaskan pembangunan, sedangkan 4 desa lainnya belum rampung, tetapi disebut tinggal selangkah lagi.
“Pulorejo sudah bangun, cuma belum tuntas 100 persen. Tinggal sedikit dan hampir selesai,” papar Camat Tembelang A. Fahruddin Fauzi.
Ia juga memastikan tidak ada kendala lahan di wilayahnya. Meski demikian, seperti banyak daerah lainnya, belum satu pun gerai KDKMP di wilayah tersebut yang beroperasi dan melayani warga.
“Sementara ini memang belum ada yang buka, sehingga belum melayani pembeli,” pungkas dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer : Anang Panca Kurniawan
Editor: Mochamad Abdurrochim







