MOJOKERTO, Tugujatim.id – Di tengah tren penurunan harga emas dalam sepekan terakhir, Pegadaian Mojokerto mengingatkan masyarakat agar tidak terburu-buru menjual asetnya. Sebab, emas masih dinilai sebagai instrumen investasi jangka panjang yang mampu menjaga nilai aset meski mengalami fluktuasi harga dalam jangka pendek.
Pemimpin Cabang Pegadaian Mojokerto Arri Purnomo mengatakan, masyarakat tidak perlu khawatir dengan koreksi harga emas yang terjadi saat ini. “Bisa kita lihat perbandingan harga emas dalam 5 tahun terakhir, pada 11 Juni 2025 harga emas Rp1.754.000 per gram, lalu pada 11 Juni 2026 harga emas bernilai Rp2.690.000 per gram,” ujarnya, Rabu (17/06/2026).
Arri melanjutkan, emas merupakan aset jangka panjang yang berfungsi sebagai pelindung nilai dari inflasi, sehingga fluktuasi harga yang terjadi pada jangka pendek merupakan hal yang wajar.
“Lalu, apa yang harus dilakukan saat harga emas turun? Salah satunya, peluang untuk beli saat harga turun, ini waktunya masyarakat mendapatkan lebih banyak emas dengan modal yang sama,” paparnya.
Baca Juga : Jangan Ketinggalan! Ada Special Offer Cicil Emas 100 Gram di Pegadaian Mojokerto
Lalu, masyarakat tak perlu panik bahkan sebisa mungkin hindari cut loss alias jual rugi saat nilai emas sedang menurun.
“Menjual aset (emas) saat harga rendah hanya akan merealisasikan kerugian, terutama bila memperhitungkan selisih harga jual (spread) yang cukup lebar. Jadi tidak perlu panik, tidak perlu cut loss,” tandas Arri.
Arri juga mengimbau masyarakat agar bisa mengevaluasi kembali tujuan investasi emas. Seperti dengan memanfaatkan momen koreksi harga emas ini untuk kembali mengingat tujuan investasi tersebut.
“Apakah untuk pendidikan anak, persiapan haji, atau dana pensiun. Selama tujuan tersebut masih jangka panjang, fluktuasi harga (emas) harian tidak perlu mengganggu rencana finansial yang telah disusun,” bebernya.
Sebagai informasi, Pegadaian Jawa Timur berada di bawah koordinasi PT Pegadaian Kantor Wilayah (Kanwil) XII Surabaya yang membawahi tujuh deputy yakni Deputy bisnis area Surabaya 1, Deputy bisnis area Surabaya 2, Deputy bisnis area Pemekasan, Deputy Bisnis area Madiun, Deputy Bisnis Area Malang, Deputy Bisnis Area Probolinggo, Deputy Bisnis Area Jember. Sedangkan ada total 70 kantor cabang dan ribuan Unit Pembantu Cabang (UPC) di Jawa Timur. (Adv)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer : Hanif Nanda Zakaria
Editor: Mochamad Abdurrochim








