JOMBANG, Tugujatim.id – Siapa bilang arisan cuma soal uang tunai? Zaman sekarang, masyarakat bisa mengadakan arisan emas dan Pegadaian Jombang siap menjadi fasilitatornya.
Konsepnya sederhana dan mudah dijalankan. Pimpinan Cabang Pegadaian Jombang Alfin Hasibuan menjelaskan bahwa siapa pun bisa memulai kelompok arisan emas ini, termasuk para agen Pegadaian.
“Misalnya, ada agen Pegadaian, lalu ingin mengumpulkan enam orang untuk mengikuti arisan emas, itu bisa,” ujar Alfin.
Caranya pun tidak ribet. Data tiap peserta cukup di-input lewat ID agen, lalu seluruh rombongan bisa langsung menuju unit Pegadaian terdekat untuk mengunci harga emas.
“Daftar di unit Pegadaian terdekat untuk mengunci harga emasnya,” sambung Alfin.
Bulan berikutnya, peserta mulai membayar iuran sesuai kesepakatan bersama, dan biasanya, pemenang pertama arisan sudah bisa ditentukan.
Harga Naik Turun? Tenang, Sudah Dikunci
Nah, ini bagian yang paling sering bikin orang penasaran. Harga emas cenderung fluktuatif, terkadang naik tajam, tetapi terkadang turun tiba-tiba. Lalu, bagaimana nasib nilai arisan kalau harganya berubah di tengah jalan?
Alfin menegaskan bahwa harga emas dalam program arisan ini tidak akan bergerak dari angka awal, karena sudah dikunci sejak pendaftaran pertama kali.
Baca Juga : Tak Perlu Panik Emas Turun, Begini Penjelasan dari Pegadaian Mojokerto
“Harganya sudah dikunci, sudah sesuai perjanjian awal. Berapa harga pertamanya, ya itu bakal tetap sama,” tutur Alfin.
Jadi, mau pasar bergejolak seperti apapun di luar sana, kesepakatan dalam kelompok arisan tetap aman. Sementara itu, mengenai giliran, sama seperti arisan pada umumnya, siapa yang mendapat undian terlebih dahulu, langsung mendapatkan emasnya.
“Apabila dapat giliran terakhir, ya memang terakhir,” tambah Alfin sambil tersenyum.
Kenapa Emas? Ini Alasannya
Pegadaian Jombang bukan hanya menjalankan program, taetpi juga aktif mengedukasi masyarakat mengenai alasan emas layak menjadi pilihan investasi, terutama di masa yang penuh ketidakpastian seperti sekarang.
“Ketika terjadi ketidakpastian global, investor cenderung mengalihkan dana ke emas karena dianggap sebagai aset yang aman,” paparnya.
Dibandingkan aset lain seperti properti, emas punya keunggulan praktis, yakni lebih mudah dicairkan kalau tiba-tiba membutuhjan dana. Mau jual rumah atau tanah di saat mendesak? Prosesnya bisa berbulan-bulan,, sedangkan emas jauh lebih cepat.
Belum lagi soal nilainya yang cenderung terus naik dan tahan terhadap inflasi, dua hal yang susah ditemukan sekaligus di instrumen investasi lain.
Kalau masyarakat kebetulan sudah punya emas dan sedang membutuhkan uang, Alfin punya saran menarik, jangan langsung dijual.
Lebih bijak untuk menggadaikannya. Dengan cara itu, masyarakat tetap bisa memiliki aset emas mereka dan bisa menebus kembali kapan saja saat kondisi keuangan sudah membaik.
Untuk diketahui, Pegadaian Jawa Timur berada di bawah koordinasi PT Pegadaian Kantor Wilayah (Kanwil) XII Surabaya yang membawahi tujuh deputy yakni Deputy bisnis area Surabaya 1, Deputy bisnis area Surabaya 2, Deputy bisnis area Pemekasan, Deputy Bisnis area Madiun, Deputy Bisnis Area Malang, Deputy Bisnis Area Probolinggo, Deputy Bisnis Area Jember. Sedangkan ada total 70 kantor cabang dan ribuan Unit Pembantu Cabang (UPC) di Jawa Timur. (Adv)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer : Anang Panca Kurniawan
Editor: Mochamad Abdurrochim








