PASURUAN, Tugujatim.id – Sebanyak 225 rumah di Pasuruan diusulkan menerima program bedah rumah bagi keluarga siswa Sekolah Rakyat. Saat ini, Kementerian Sosial (Kemensos) bersama Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) tengah mempercepat proses verifikasi lapangan agar renovasi rumah dapat segera direalisasikan pada September 2026 mendatang.
Verifikasi faktual dilakukan untuk memastikan bantuan yang disalurkan melalui program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) benar-benar diterima keluarga yang memenuhi syarat.
Kepala Seksi Pelaksanaan Wilayah 2 Balai P3KP Jawa 4, Firdiansyah Fatoni mengatakan, proses pengecekan lapangan menjadi tahapan penting untuk memastikan kondisi rumah dan kelengkapan administrasi calon penerima bantuan.
“Untuk Pasuruan sudah 11 titik usulan Kemensos yang lolos verifikasi faktual,” ujarnya saat kegiatan verifikasi di Pasuruan, Jawa Timur, Rabu (17/06/2026).
Ia menjelaskan, Kota dan Kabupaten Pasuruan mendapatkan kuota sebanyak 225 titik sesuai usulan dari Kemensos. Sementara itu, total usulan program bedah rumah bagi orang tua siswa Sekolah Rakyat di Jawa Timur mencapai 1.837 titik.
11 Usulan di Pasuruan Lolos Verifikasi Faktual
Dalam kegiatan tersebut, tim gabungan melakukan pengecekan di empat lokasi rumah orang tua siswa Sekolah Rakyat. Keempat rumah tersebut milik Lilik Qomariyah di Desa Bajangan, Jirilia di Dusun Jajarkebon Desa Gondangwetan, Eko Musidi di Desa Tenggilisrejo, Kecamatan Gondangwetan, serta Rahmat yang juga tinggal di Dusun Jajarkebon, Gondangwetan.
Verifikasi tidak hanya mencakup pemeriksaan kondisi bangunan rumah, tetapi juga fasilitas sanitasi serta dokumen kepemilikan rumah yang menjadi syarat penerima bantuan.
Salah satu calon penerima manfaat, Rahmat, mengaku bersyukur rumahnya masuk dalam proses verifikasi program tersebut.
“Alhamdulillah, bersyukur ada perhatian dari pemerintah,” katanya.
Turut mendampingi kegiatan tersebut, Tenaga Ahli Menteri Sosial, Fajar WH. Menurutnya, program Sekolah Rakyat dirancang tidak hanya memberikan akses pendidikan gratis bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu, tetapi juga meningkatkan kesejahteraan keluarganya.
Saat ini terdapat tiga Sekolah Rakyat yang beroperasi di Pasuruan, yakni Sekolah Rakyat Terintegrasi 48 Kabupaten Pasuruan, SRMP 28 Kota Pasuruan, dan SRT 3 Pasuruan.
Bedah Rumah Jadi Bagian Pengentasan Kemiskinan
Fajar menjelaskan, pemerintah menjalankan pendekatan yang menyasar seluruh anggota keluarga melalui pendidikan, pemberdayaan ekonomi, hingga perbaikan tempat tinggal.
“Anaknya disekolahkan, orang tuanya diberdayakan, dan rumahnya yang tak layak huni direnovasi,” ujarnya.
Secara nasional, pemerintah menargetkan renovasi 10.000 unit Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) milik orang tua siswa Sekolah Rakyat melalui program BSPS. Program hasil sinergi Kemensos dan Kementerian PKP itu menjadi salah satu upaya pemerintah dalam mempercepat pengentasan kemiskinan ekstrem dan meningkatkan kualitas hidup keluarga penerima manfaat.
Selain tim dari Kementerian PKP, kegiatan verifikasi lapangan juga melibatkan pendamping Program Keluarga Harapan (PKH), kepala sekolah, serta guru Sekolah Rakyat. (Adv)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Editor: Mochamad Abdurrochim







