• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
LPPM UM.

Kepala PGK UM (kiri atas) pemateri (tengah) dan moderator (kanan atas) saat sesi webinar berlangsung. (Foto: dok LPPM UM)

LPPM UM Kampanyekan Makanan Lokal Dorong Ketahanan Pangan, Kebun Rumah Bisa Jadi Solusi Cegah Stunting

Dwi Linda by Dwi Linda
2 hours ago
in Advertorial, Pendidikan
0
Share on FacebookShare on Twitter

MALANG, Tugujatim.id – Pusat Studi Gender dan Kependudukan (PGK) di bawah Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Negeri Malang (UM) mengajak masyarakat memanfaatkan pekarangan rumah sebagai sumber pangan lokal untuk mendukung ketahanan pangan keluarga sekaligus mencegah stunting.

Upaya kampanye LPPM UM tersebut diwujudkan melalui webinar bertajuk “Dari Kebun ke Piring: Pemanfaatan Kebun untuk Pangan Lokal bagi Masyarakat” yang digelar secara daring melalui Zoom Cloud Meeting pada Sabtu (27/06/2026).

Baca Juga: LPPM UM Latih Mahasiswa Ciptakan Media Pembelajaran Mitigasi Bencana Berbasis Metaverse

You might also like

Pegadaian Blitar.

Tak Hanya Emas dan Kendaraan, Petani Bisa Gadai Traktor di Pegadaian Blitar

01/07/2026 10:25 AM
Teknik pijat bayi.

Siswa SMKN 2 Malang Dibekali Teknik Pijat Bayi, FK UM Tingkatkan Nilai Profesional Lulusan

30/06/2026 9:15 PM

Kegiatan menghadirkan Britania Sari sebagai narasumber yang selama ini aktif mengembangkan program pemberdayaan masyarakat berbasis kebun pangan. Webinar dipandu oleh Paramytha Magdalena Sukarno Putri SKm MKes sebagai moderator, sementara Kepala PGK LPPM UM Dra Santi Irawati MSi PhD membuka kegiatan sekaligus memberikan sambutan.

Berawal dari Gerakan Berbagi Pangan

Dalam pemaparannya, Britania Sari menceritakan bahwa program tersebut berawal dari gerakan “Jumat Berbagi” yang dijalankan sejak Juni 2020 di masa pandemi Covid-19. Awalnya, kegiatan itu berfokus pada pembagian bahan pangan segar kepada keluarga prasejahtera.

Seiring waktu, program berkembang menjadi pendampingan pembangunan kebun dapur di pekarangan rumah lengkap dengan kandang ayam kampung semi umbaran. Menariknya, pakan ayam memanfaatkan limbah sayuran dari pedagang sekitar yang mencapai sekitar 500 kilogram setiap bulan sehingga sekaligus membantu mengurangi sampah organik.

Webinar LPPM UM.
Webinar PGK LPPM UM: “Dari Kebun ke Piring: Pemanfaatan Kebun untuk Pangan Lokal bagi Masyarakat”. (Foto: dok LPPM UM)

Hasil panen berupa sayuran, telur, dan daging ayam kemudian disalurkan kepada ibu hamil, ibu menyusui, serta balita sebagai bagian dari upaya pencegahan stunting berbasis masyarakat.

Program serupa juga diterapkan di Posyandu Desa Delanggu, Kabupaten Klaten. Melalui program tersebut, keluarga menerima paket pangan segar setiap pekan untuk diolah sendiri di rumah sehingga tidak hanya memenuhi kebutuhan gizi, tetapi juga mendorong kebiasaan memasak dan makan bersama keluarga.

Dorong Konsumsi Pangan Lokal

BEFBEH 1

Materi yang dipaparkan: Program Pemberdayaan Masyarakat melalui kelas pembinaan warga. (Foto: dok LPPM UM)

Selain membahas pemanfaatan pekarangan, webinar juga mengangkat pentingnya literasi pangan. Peserta diajak memahami konsep Isi Piringku, yang menganjurkan setengah porsi makanan terdiri atas sayur dan buah.

Britania juga mengajak masyarakat kembali mengenal berbagai sumber pangan lokal seperti sagu, sorgum, dan singkong yang memiliki nilai gizi tinggi serta berpotensi mengurangi ketergantungan terhadap beras.

Tak kalah menarik, peserta dikenalkan kembali pada tradisi meramban (foraging), yakni mencari bahan pangan liar yang tumbuh di alam seperti daun mangkokan, pegagan, dan ciplukan. Menurutnya, kekayaan hayati Indonesia yang sangat besar perlu dimanfaatkan secara bijak sebagai sumber pangan alternatif.

Mendukung Target SDGs

LPPM UM menilai kegiatan ini sejalan dengan sejumlah target Sustainable Development Goals (SDGs).

  • SDG 1 (Tanpa Kemiskinan) tercermin lewat pendekatan pemberdayaan struktural seperti pelatihan, bantuan modal usaha, dan bantuan pendidikan bagi keluarga prasejahtera, bukan sekadar bantuan instan yang bersifat sementara.
  • SDG 2 (Tanpa Kelaparan) terlihat dari program kebun dapur dan ketahanan pangan keluarga yang memastikan akses pangan bergizi, khususnya bagi kelompok rentan.
  • SDG 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera) hadir lewat program pangan sehat bagi ibu hamil, ibu menyusui, dan balita sebagai upaya konkret mencegah stunting dan meningkatkan kualitas gizi masyarakat.
  • Sementara SDG 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab) tercermin dari prinsip kegiatan yang minim sampah, pemanfaatan limbah sayuran sebagai pakan ternak, serta dorongan mengonsumsi pangan lokal yang lebih dekat dari kebun ke meja sehingga menekan emisi transportasi dan mendukung ekonomi petani sekitar.

Baca Juga: LPPM UM Gelar Khitan Sehat, Libatkan Mahasiswa Kedokteran dan Bantu Puluhan Anak Yatim-Duafa

Antusias Diikuti Berbagai Kalangan

Webinar diikuti sebanyak 34 peserta yang berasal dari berbagai latar belakang, mulai dari dosen, guru PAUD, mahasiswa, hingga masyarakat umum dan ibu rumah tangga.

Melalui kegiatan ini, LPPM UM berharap semakin banyak masyarakat memanfaatkan lahan di sekitar rumah, sekecil apa pun, sebagai langkah sederhana namun berdampak besar dalam membangun ketahanan pangan keluarga, meningkatkan gizi masyarakat, serta mendukung keberlanjutan lingkungan. (adv)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id

Editor: Dwi Lindawati

Tags: Berita Kota Malang hari iniBerita LPPM UMKetahanan pangan keluargaKota Malang hari iniPemanfaatan kebun rumahWebinar PGK LPPM UM
Dwi Linda

Dwi Linda

Related Stories

Pegadaian Blitar.

Tak Hanya Emas dan Kendaraan, Petani Bisa Gadai Traktor di Pegadaian Blitar

by Dwi Linda
01/07/2026 10:25 AM
0

BLITAR, Tugujatim.id - Di tengah menjamurnya berbagai lembaga keuangan non-bank berbasis digital, eksistensi Pegadaian Blitar sebagai penyedia modal cepat dengan...

Teknik pijat bayi.

Siswa SMKN 2 Malang Dibekali Teknik Pijat Bayi, FK UM Tingkatkan Nilai Profesional Lulusan

by Dwi Linda
30/06/2026 9:15 PM
0

MALANG, Tugujatim.id - Program Studi Kebidanan Fakultas Kedokteran Universitas Negeri Malang (FK UM) terus memperkuat kompetensi calon tenaga kesehatan melalui...

Pegadaian Blitar.

Cara Warga Amankan Rupiah lewat Deposito Emas Pegadaian Blitar, Bisa Dicicil!

by Dwi Linda
30/06/2026 7:09 PM
0

BLITAR, Tugujatim.id - Menyimpan aset masa depan tidak lagi melulu harus dalam bentuk uang tunai (rupiah) atau deposito bank konvensional....

Penerima bansos di Klaten.

2.087 Penerima Bansos di Klaten Resmi Graduasi, Wamensos: Kini Berdaya dan Tak Bergantung Bantuan

by Dwi Linda
30/06/2026 6:15 PM
0

KLATEN, Tugujatim.id – Sebanyak 2.087 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Program Keluarga Harapan (PKH) di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, resmi dinyatakan...

Next Post
Desa wisata Malang.

Desa Wisata Malang yang Menawarkan Pengalaman Berbeda

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID