MALANG, Tugujatim.id – Program Studi Kebidanan Fakultas Kedokteran Universitas Negeri Malang (FK UM) terus memperkuat kompetensi calon tenaga kesehatan melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Tim dosen FK UM menghadirkan pelatihan teknik pijat bayi bagi siswa kelas akhir SMKN 2 Malang sebagai bekal keterampilan sekaligus peningkatan nilai profesional sebelum memasuki dunia kerja.
Kegiatan FK UM bertajuk Beyond the Classroom: Penguasaan Teknik Pijat Bayi untuk Meningkatkan Professional Value Calon Lulusan SMK Negeri 2 Malang tersebut dipimpin oleh Alifia Candra Puriastuti SKeb Bd MKes. Program ini menyasar siswa Jurusan Layanan Penunjang Keperawatan dan Caregiving (LPKC) yang dipersiapkan menjadi tenaga pendukung pelayanan kesehatan.
Pelatihan ini hadir sebagai jawaban atas semakin ketatnya persaingan dunia kerja. Selain menguasai keterampilan teknis, lulusan SMK kini dituntut memiliki kompetensi tambahan yang mampu meningkatkan daya saing dan profesionalisme.
Tidak Hanya Belajar Pijat Bayi
Selama pelatihan, peserta tidak hanya mempelajari teknik pijat bayi yang benar, tetapi juga memperoleh pembekalan mengenai penyusunan portofolio kompetensi, pembuatan curriculum vitae (CV), etika pelayanan, hingga komunikasi efektif di lingkungan kerja.
Materi tersebut dirancang agar lulusan memiliki bekal yang lebih lengkap ketika memasuki dunia profesional maupun melanjutkan pendidikan di bidang kesehatan.
Praktik Langsung dengan Pendekatan Skills-Based Training
Pelatihan dilaksanakan menggunakan metode skills-based training yang mengutamakan praktik langsung. Kegiatan diawali dengan pre-test untuk mengukur pengetahuan awal peserta, kemudian dilanjutkan penyampaian materi mengenai manfaat klinis pijat bayi, indikasi dan kontraindikasi, serta prinsip patient safety dalam pelayanan kesehatan.
Setelah itu, peserta mengikuti demonstrasi teknik pijat bayi yang dipandu instruktur, sebelum mempraktikkannya secara langsung menggunakan phantom bayi. Seluruh rangkaian ditutup dengan post-test dan evaluasi keterampilan peserta.

Ketua tim pengabdian Alifia Candra Puriastuti mengatakan, keterampilan pijat bayi merupakan salah satu kompetensi yang memiliki nilai aplikatif tinggi karena dibutuhkan masyarakat serta dapat menjadi nilai tambah bagi calon tenaga kesehatan.
“Kami berharap peserta tidak hanya menguasai teknik pijat bayi sesuai standar, tetapi juga memiliki kompetensi profesional yang mampu meningkatkan daya saing ketika memasuki dunia kerja maupun melanjutkan pendidikan di bidang kesehatan,” ujarnya.
Dukung Pendidikan Berkualitas dan Kesehatan Bayi
Program pengabdian ini juga mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera) melalui peningkatan kompetensi calon tenaga kesehatan dalam mendukung tumbuh kembang bayi.
Baca Juga: LPPM UM Latih Mahasiswa Ciptakan Media Pembelajaran Mitigasi Bencana Berbasis Metaverse
Selain itu, kegiatan ini sejalan dengan SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) karena mendorong penguatan pendidikan vokasi melalui pembelajaran berbasis praktik yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja.
Melalui pelatihan tersebut, Fakultas Kedokteran Universitas Negeri Malang berharap lulusan SMK memiliki keterampilan yang lebih kompetitif, profesional, dan siap memberikan pelayanan kesehatan ibu serta anak secara optimal di tengah kebutuhan tenaga kesehatan yang terus berkembang. (adv)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Editor: Dwi Lindawati







