SURABAYA, Tugujatim.id – Selain unggul kotanya, Surabaya juga punya masyarakat yang juga unggul dan kreatif, berkat kreativitas dan kerja keras warganya. Bahkan, ada beberapa kampung pengrajin Surabaya sampai terkenal dengan nama hasil kerajinan warganya bahkan sampai menembus pasar nasional.
Mau tahu kampung pengrajin Surabaya mana saja yang punya produk hasil kreativitas warganya? Yuk simak, Tugu Jatim bakal kasih kamu daftarnya. Mulai dari Kampung Kue, Kampung Lontong, Kampung Dandang, Kampung Tas, Kampung Handicraft, Kampung Paving, dan Kampung Keripik Tempe.
Baca Juga: 7 Kampung Lawas Surabaya yang Menyimpan Cerita Unik, Nomor 4 Jarang Diketahui Warga
Deretan Kampung Pengrajin di Surabaya Wajib Diketahui
Ini dia kampung pengrajin di Surabaya yang produknya tembus pasar nasional. Simak ulasannya ya!
1. Kampung Kue
Daftar pertama kampung pengrajin di Surabaya ada Kampung Kue yang berada di kawasan Rungkut dan menjadi salah satu ikon UMKM Kota Pahlawan.
Didirikan sejak 2001, Kampung Kue kini menaungi lebih dari 300 pelaku usaha mikro dan terus berkembang sebagai kekuatan ekonomi lokal berbasis komunitas. Kampung ini dikenal sebagai sentra produksi berbagai jajanan tradisional seperti lemper, risoles, putu ayu, onde-onde, hingga aneka kue basah dan kering.
Kampung ini juga menjadi contoh sukses pemberdayaan perempuan melalui usaha rumahan yang berkembang menjadi jaringan UMKM besar. Dan dari kreativitas warga di kampung ini untuk membuat kue, omzet harian yang didapatkan bisa sampai mencapai puluhan juta rupiah.
2. Kampung Lontong
Daftar kedua dari kampung pengrajin Kota Surabaya ada Kampung Lontong yang juga sangat populer. Berada di kawasan Banyuurip Lor, Kampung Lontong telah menjadi sentra produksi lontong terbesar di Surabaya.
Tiap harinya, ribuan lontong diproduksi untuk memenuhi kebutuhan penjual makanan di berbagai wilayah. Konsistensi kualitas dan produksi dalam jumlah besar membuat Kampung Lontong menjadi salah satu kampung pengrajin kuliner yang berpengaruh terutama di Surabaya.
Didirikan sejak 1984, saat ini terhitung kurang lebih terdapat 60 pengrajin yang bergerak memproduksi lontong. Kampung Lontong menjadi penting untuk keberlangsungan kuliner masyarakat Surabaya karena sebagian besar kuliner Surabaya juga berbahan lontong seperti lontong balap, lontong, sate, hingga bakso.
3. Kampung Dandang
Daftar kampung pengrajin yang ketiga ada Kampung Dandang yang dikenal sebagai sentra pengrajin peralatan rumah tangga berbahan logam, khususnya dandang atau alat memasak tradisional yang ada di daerah Dupak Magersari.
Meski peralatan modern semakin banyak digunakan, para pengrajin di kampung ini tetap mempertahankan kualitas produk dengan sentuhan keterampilan turun-temurun. Hingga saat ini terhitung kurang lebih 7 pengrajin dandang yang ada di kampung tersebut dan masih aktif membuat dandang secara manual.
Bisa memproduksi puluhan hingga ratusan dandang, produk mereka juga ada yang dikirim di luar daerah Surabaya bahkan ke luar pulau seperti di NTT. Sampai saat ini produksi dandang dengan segala macam ukuran masih menjadi pilihan masyarakat maupun pelaku usaha kuliner yang membutuhkan peralatan masak.
4. Kampung Tas
Daftar kampung pengrajin yang selanjutnya ada Kampung Tas di kawasan Gadukan menjadi salah satu sentra kerajinan tas unggulan.
Telah ada sejak 1978-an, Kampung Unggulan Tas Gadukan ini memiliki jumlah unit usaha yang tersebar di Kelurahan Morokrembangan, Kecamatan Krembangan.
Berbagai jenis tas diproduksi di sini, dan para pengrajin selalu mengikuti perkembangan zaman dan mengupdate model tas yang mereka buat. Hal ini yang membuat Kampung Tas menjadi salah satu kampung unggulan yang mendukung pertumbuhan industri kreatif lokal Surabaya.
Hasil produksi dari pengrajin kampung ini banyak juga dijual di mal-mal yang ada di Surabaya seperti PGS dan ITC. Bahkan pemasaran dari hasil produksi kampung satu ini juga dijual sampai keluar kota hingga luar pulau seperti di Samarinda, Balikpapan, Banjarmasin, dan Makassar.
5. Kampung Handicraft
Daftar kelima dari kampung pengrajin Surabaya ada Kampung Handicraft jadi pusat kerajinan tangan yang dikelola oleh komunitas ibu-ibu kreatif di Jalan Kedungsari Kelurahan Wonorejo Kecamatan Tegalsari. Awalnya kegiatan satu ini hanya berawal dari hobi, kini berbagai produk kerajinan seperti suvenir, dekorasi rumah, aksesori, hingga kerajinan daur ulang berhasil dipasarkan secara lebih luas.
Dirintis sejak 2004, kampung satu ini terus berkembang dan mulai bisa bersaing dengan produk buatan mesin lainnya. Ditambah adanya dukungan pembinaan dari pemerintah membuat para pengrajin terus berinovasi sehingga produknya memiliki nilai jual tinggi dan mampu bersaing di pasar nasional.
6. Kampung Paving
Daftar kampung keenam ada Kampung Paving yang terletak di Kelurahan Pakal. Kampung Paving ini menjadi sentra produksi paving block dan batako yang sudah berkembang sejak era 1980-an.
Para pengrajin di kampung ini mampu menghasilkan ratusan meter persegi paving setiap minggunya. Produk mereka digunakan untuk berbagai proyek perumahan, taman, hingga fasilitas umum.
Berkat kualitas yang terjaga, harga terjangkau dan pengalaman puluhan tahun, Kampung Paving menjadi salah satu kampung industri yang turut menggerakkan perekonomian warga Surabaya.
Baca Juga: Fakta Menarik Kampung Arab Ampel Surabaya yang Tak Banyak Diketahui Wisatawan
7. Kampung Keripik Tempe
Kampung pengrajin Surabaya yang terakhir ada Kampung Keripik Tempe yang ada di kawasan Sukomanunggal merupakan salah satu sentra oleh-oleh khas Surabaya yang terus berkembang sejak 1983.
Berawal dari kampung pengrajin tempe, warga kemudian mengembangkan produk keripik tempe dengan berbagai varian rasa. Cita rasa gurih dan mulai dikembangkan dengan rasa-rasa baru seperti pedas, manis, pedas asin, produksi keripik tempe di sini tentunya berkualitas dan tanpa tambahan bahan berbahaya lainnya. Kualitas produk yang terjaga itulah yang membuat keripik tempe dari kampung ini banyak dipasarkan dan menjadi salah satu camilan khas yang diburu wisatawan.
Itulah ketujuh daftar kampung pengrajin Surabaya yang membanggakan. Kehadiran kampung-kampung pengrajin tersebut membuktikan bahwa ekonomi kreatif berbasis masyarakat mampu menjadi kekuatan besar bagi Kota Surabaya. Produk-produk karya warga ini tidak hanya menggerakkan perekonomian lokal, tetapi juga berhasil menembus pasar nasional dan mengharumkan nama Surabaya sebagai kota yang kaya inovasi UMKM.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: Devi Ismayanti/Magang
Editor: Dwi Lindawati








