• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Kuliner

Seporsi Pecel Kane dengan bumbu kacang khas dan aneka lauk menjadi menu favorit pelanggan di Kota Malang. (Foto: Annisa Syalsyavia/Tugu Jatim)

Kuliner Legendaris Dekat Kampus di Malang, Pecel Kane Bu Murtini Jadi Andalan Mahasiswa sejak Pagi

Mochamad Abdurrochim by Mochamad Abdurrochim
6 hours ago
in Wisata
0
Share on FacebookShare on Twitter

KOTA MALANG, Tugujatim.id – Kawasan kampus di Kota Malang tidak hanya dikenal sebagai pusat pendidikan, tetapi juga menjadi rumah bagi berbagai kuliner yang telah bertahan selama bertahun-tahun. Di antara banyaknya warung makan yang berada di sekitar Universitas Brawijaya, Pecel Kane milik Ibu Murtini masih menjadi salah satu tujuan favorit mahasiswa maupun warga sekitar untuk menikmati sarapan dan makan siang.

Berlokasi di Jalan Kerto Pamuji Nomor 65, Ketawanggede, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang, warung sederhana ini hampir selalu dipadati pelanggan sejak pagi. Mahasiswa, dosen, karyawan, hingga warga sekitar datang silih berganti untuk menikmati seporsi pecel dengan bumbu kacang khas yang menjadi ciri utamanya.

You might also like

Stasiun Tertua Jawa Timur

10 Stasiun Tertua Jawa Timur yang Masih Beroperasi, Saksi Sejarah Perkeretaapian sejak Zaman Belanda

12/07/2026 1:00 PM
Spot Sunset Gresik

Lokasi Spot Sunset Gresik Terbaik yang Wajib Dicoba

12/07/2026 11:00 AM

Meski tidak mengusung konsep tempat makan modern, Pecel Kane tetap memiliki daya tarik tersendiri. Cita rasa yang konsisten, suasana yang nyaman, serta keramahan pemilik warung membuat banyak pelanggan terus kembali, bahkan setelah mereka lulus dari bangku kuliah.

Blitar
Beragam pilihan lauk pendamping tersedia di Pecel Kane, mulai dari telur, tempe, sate usus, hingga aneka gorengan. (Foto: Annisa Syalsyavia/ Tugu Jatim)

Bumbu Kacang Khas yang Menjadi Andalan

Pecel Kane mulai melayani pembeli setiap hari sejak pukul 06.30 WIB. Sejak pagi, aroma bumbu kacang yang baru diracik sudah memenuhi area warung dan menjadi penanda dimulainya aktivitas di dapur.

Seporsi pecel disajikan dengan aneka sayuran rebus yang masih segar, kemudian disiram bumbu kacang dengan perpaduan rasa gurih, sedikit manis, dan pedas yang seimbang. Pengunjung juga dapat menambahkan berbagai lauk pendamping, seperti tempe, tahu, telur, maupun pilihan lauk lainnya sesuai selera.

Selain cita rasanya yang khas, harga yang ditawarkan juga menjadi daya tarik tersendiri. Seporsi pecel dibanderol Rp12.000, dengan pilihan nasi satu porsi maupun setengah porsi. Pilihan tersebut memberikan keleluasaan bagi pelanggan untuk menyesuaikan porsi makan sesuai kebutuhan.

Baca Juga : Bukan Cuma Bakso, 5 Kuliner Malang Legendaris Ini Wajib Dicoba Long Weekend Idul Adha

Selalu Ramai Sejak Pagi

Keramaian sudah terlihat sejak warung mulai dibuka. Sebagian besar pelanggan merupakan mahasiswa yang hendak berangkat kuliah, disusul dosen, pegawai, dan warga sekitar yang telah lama menjadi pelanggan tetap.

Untuk memenuhi kebutuhan pelanggan setiap hari, Ibu Murtini menyiapkan beras dalam jumlah yang cukup banyak.

“Kalau hari biasa, beras yang habis sekitar 4 sampai 5 kilogram setiap hari,” ujar Ibu Murtini.

Jumlah tersebut menunjukkan tingginya minat masyarakat terhadap Pecel Kane. Meski pembeli datang silih berganti, proses penyajian tetap berlangsung cepat sehingga pelanggan tidak perlu menunggu lama.

 

Pelayanan yang Ramah Membuat Pelanggan Betah

Bagi banyak pelanggan, daya tarik Pecel Kane tidak hanya terletak pada rasa makanannya. Keramahan Ibu Murtini saat melayani pembeli juga menjadi alasan mengapa mereka merasa nyaman untuk kembali datang.

Salah seorang pelanggan, Afifa, saat ditemui Kamis (02/07/2026), mengaku hampir selalu merekomendasikan warung tersebut kepada teman-temannya.

“Pelayanannya enak, ibunya santai dan ramah. Tempatnya juga bersih dan nyaman, jadi betah lama-lama,” ujarnya.

Menurut Afifa, perpaduan cita rasa yang khas dan harga yang terjangkau membuat Pecel Kane layak menjadi pilihan, terutama bagi mahasiswa.

“Aku bakal rekomendasi banget. Soalnya enak, pecelnya khas, dan harganya ramah di kantong mahasiswa,” katanya.

Hal serupa disampaikan Lia, pelanggan lainnya yang ditemui pada hari yang sama.

“Makanannya enak, harganya juga seperti pecel pada umumnya. Pelayanannya oke, ibunya baik. Menurutku tetap cocok direkomendasikan buat siapa saja yang suka makan pecel,” tuturnya.

Bertahan Berkat Rasa dan Kepercayaan Pelanggan

Di tengah perkembangan kuliner di Kota Malang, Pecel Kane tetap mempertahankan identitasnya sebagai warung makan sederhana dengan cita rasa yang tidak berubah. Tidak ada konsep yang dibuat berlebihan, namun kualitas makanan dan pelayanan terus dijaga agar pelanggan tetap merasa puas.

Kepercayaan pelanggan yang dibangun selama bertahun-tahun menjadi modal utama bagi Ibu Murtini untuk mempertahankan usahanya. Banyak pelanggan yang awalnya datang sebagai mahasiswa, kemudian tetap menyempatkan diri kembali ketika berkunjung ke Malang setelah lulus.

Bagi Anda yang sedang mencari kuliner legendaris dekat kampus Malang, Pecel Kane layak masuk dalam daftar tempat yang patut dikunjungi. Dengan harga yang terjangkau, pilihan porsi yang fleksibel, suasana yang nyaman, serta cita rasa yang tetap terjaga, warung sederhana ini terus menjadi salah satu favorit masyarakat hingga sekarang.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id

Writer : Annisa Syalsyavia

Editor: Mochamad Abdurrochim

Tags: Berita Kuliner Malangberita malangberita Malang hari iniBerita Rekomendasi Kuilner pagi MalangDestinasi Rekomendasi Kuilner pagi MalangRekomendasi Kuilner pagi Malang
Mochamad Abdurrochim

Mochamad Abdurrochim

Related Stories

Stasiun Tertua Jawa Timur

10 Stasiun Tertua Jawa Timur yang Masih Beroperasi, Saksi Sejarah Perkeretaapian sejak Zaman Belanda

by Mochamad Abdurrochim
12/07/2026 1:00 PM
0

Tugujatim.id – Stasiun tertua Jawa Timur menjadi bagian penting dari perjalanan panjang sejarah perkeretaapian di Indonesia. Dibangun sejak masa pemerintahan...

Spot Sunset Gresik

Lokasi Spot Sunset Gresik Terbaik yang Wajib Dicoba

by Mochamad Abdurrochim
12/07/2026 11:00 AM
0

GRESIK, Tugujatim.id – Menikmati matahari terbenam menjadi salah satu aktivitas yang banyak digemari masyarakat untuk mengakhiri hari. Pemandangan langit yang...

Pasar tradisional Sidoarjo

Pasar Tradisional Sidoarjo yang Masih Jadi Favorit Warga

by Mochamad Abdurrochim
12/07/2026 10:00 AM
0

SIDOARJO, Tugujatim.id - Pasar tradisional Sidoarjo masih menjadi pilihan utama masyarakat untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari sekaligus berburu kuliner dan jajanan...

Stasiun Wonokromo

Mengapa Stasiun Wonokromo Jadi Pilihan Banyak Penumpang di Surabaya?

by Mochamad Abdurrochim
12/07/2026 9:00 AM
0

SURABAYA, Tugujatim.id– Stasiun Wonokromo bukan lagi sekadar tempat naik dan turun kereta, tapi sudah menjadi salah satu titik sibuk yang...

Next Post
Stasiun Wonokromo

Mengapa Stasiun Wonokromo Jadi Pilihan Banyak Penumpang di Surabaya?

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID