SURABAYA, Tugujatim.id – Memasuki hari pertama masuk sekolah, suasana berbeda terasa di Sekolah Dasar (SD) Kaliasin 1 Surabaya. Pada Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) tahun ini, para guru SDN Kaliasin 1 Surabaya kompak punya cara unik menyambut para siswa dengan mengenakan kostum bertemakan laut.
Melihat penampilan unik para guru SDN Kaliasin 1 Surabaya, suasana ceria langsung menyelimuti sekolah. Para siswa terlihat loncat kegirangan. Bukan hanya para guru, tetapi para kakak kelas pun mengenakan kostum yang sama untuk menyambut para siswa baru pada MPLS 2026 ini.
Kepala SDN Kaliasin 1 Surabaya Sastro mengatakan, kostum yang digunakan beraneka ragam mulai dari ikan badut, kepiting, kerang, bintang laut, kura-kura, ubur-ubur, gurita nelayan, bajak laut, hingga sang dewa laut Neptunus.
“Kami pakai tema hewan laut karena Indonesia merupakan negara maritim yang sebagian besar wilayahnya adalah laut. Kota Surabaya sendiri itu kan juga dekat dengan laut. Karena laut itu merupakan eh banyak kehidupan di sana, sumber daya alamnya terutama,” kata Sastro, Senin (13/07/2026).
Baca Juga: Sepi Peminat, SDN di Kota Blitar Cuma Dapat 5 Murid Baru saat MPLS
Dengan mengenakan kostum bertema laut ini, dirinya ingin agar MPLS menjadi tahapan yang menyenangkan bagi anak-anak dalam mengenali sekolah mereka. Kegiatan seperti ini sudah dilakukan sejak 6 tahun lalu, dan hasilnya banyak anak-anak yang menyukai konsep tersebut.
“Efeknya sangat besar sekali. Dengan tema ini anak-anak kan senang. Kalau kami menyambut dengan baju seragam dinas biasa, anak-anak jelas agak serem gitu, takut begitu ya,” tambahnya.
Siswa baru SD Kaliasin 1 Surabaya merupakan lulusan taman kanak-kanak (TK) yang kebanyakan mereka masih dalam masa transisi. Karena itu, dirinya ingin agar anak-anak merasakan suasana yang menyenangkan agar mereka cepat beradaptasi.
Tahun ini, SDN Kaliasin 1 Surabaya menerima 112 siswa baru. Jumlah tersebut terbagi dalam empat rombongan belajar (rombel).
“Kami ingin agar murid baru berpikir oh, ternyata di sekolah SD itu menyenangkan juga ya. Mereka kan dari TK menuju ke SD itu ada istilah transisi,” paparnya.
MPLS Harus Ramah Anak dan Bebas Perpeloncoan
Sementara itu pada kesempatan berbeda, Kepala Dispendik Kota Surabaya Febrina Kusumawati menegaskan pihaknya ingin agar MPLS diselenggarakan dengan konsep ramah anak dan bebas dari aksi perpeloncoan.
Dia ingin paradigma lama MPLS yang identik dengan tekanan fisik dan penugasan berat kini telah ditinggalkan. Sebaliknya, MPLS tahun ini difokuskan sebagai ruang pengenalan sekolah yang menyenangkan dan memunculkan kreativitas siswa.
“Hari ini adalah hari MPLS pertama untuk semua SD dan SMP. Kami mendeklarasikan MPLS yang ramah. Jadi, tidak ada lagi istilah perpeloncoan atau kekerasan fisik yang sering dikhawatirkan,” pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: Husni Habib
Editor: Dwi Lindawati








