MALANG, Tugujatim.id – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Malang mencatat sekitar 29 sekolah dasar (SD) negeri masih mengalami kekurangan murid pada tahun ajaran 2026/2027. Berkurangnya jumlah anak usia sekolah akibat keberhasilan program Keluarga Berencana (KB) disebut menjadi salah satu penyebab utama.
Kepala Disdikbud Kota Malang Suwarjana mengatakan sekitar 15 persen dari total 195 SDN di Kota Malang belum memenuhi kuota penerimaan siswa baru.
“Faktornya karena keberhasilan program KB. Sekarang jumlah anak usia SD memang sudah berkurang, bukan karena mereka memilih sekolah swasta,” ujar Suwarjana.
Baca Juga: 101 Sekolah Rakyat Siap MPLS, Pesan Gus Ipul Tak Boleh Ada Perpeloncoan dan Kekerasan
Menurut dia, sekolah yang kekurangan murid mayoritas berada di kawasan perbatasan Kota Malang dengan Kabupaten Malang. Namun, beberapa sekolah di wilayah tengah kota juga mengalami kondisi serupa.
“Mayoritas ada di wilayah pinggiran atau perbatasan, seperti Bandulan dan Mulyorejo. Kalau yang di tengah kota ada di Jatimulyo dan Tasikmadu,” jelasnya.
Dia menyebut beberapa sekolah bahkan hanya memperoleh sekitar enam siswa baru pada penerimaan tahun ini.
“Kalau yang sedikit muridnya itu di Jatimulyo dan Tasikmadu. Sekitar enam siswa kalau tidak salah,” katanya.
Pendaftaran Offline Masih Dibuka
Untuk memenuhi kekurangan peserta didik, Disdikbud Kota Malang masih membuka kesempatan pendaftaran secara luring (offline) bagi sekolah yang kuotanya belum terpenuhi.
Skema tersebut juga membuka peluang bagi calon peserta didik dari luar Kota Malang yang sebelumnya tidak dapat mengikuti proses pendaftaran reguler.
“Untuk sekolah yang kuotanya belum terpenuhi masih bisa dilakukan pendaftaran secara offline. Misalnya, calon siswa dari luar Kota Malang yang sebelumnya tidak bisa mengikuti pendaftaran serentak, kini dapat mendaftar untuk mengisi kuota yang masih kosong,” terang Suwarjana.
Baca Juga: Tak Ada Siswa Baru, 3 SD Negeri di Blitar Terancam Dilebur
SD Swasta Dinilai Lebih Diuntungkan
Di sisi lain, Suwarjana menyebut sekolah dasar swasta di Kota Malang relatif tidak mengalami persoalan kekurangan siswa.
Menurut dia, salah satu faktor yang membuat SD swasta lebih mudah memenuhi kuota adalah karena mereka diperbolehkan membuka pendaftaran lebih awal dibandingkan sekolah negeri.
“Kalau sekolah swasta memang bisa membuka pendaftaran lebih dulu. Sementara sekolah negeri harus mengikuti jadwal serentak, sehingga saya kira sekolah swasta tidak mengalami kesulitan berarti,” pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: M Sholeh
Editor: Dwi Lindawati








