BLITAR, Tugujatim.id – Memasuki tahun ajaran baru 2026/2027, potret buram melanda pendidikan dasar di Kabupaten Blitar. Sebanyak tiga sekolah dasar negeri (SDN) dilaporkan sama sekali tidak mendapatkan murid baru alias nirsiswa hingga masa Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) ditutup.
Ketiga lembaga tersebut adalah SDN Kalimanis 4 Kecamatan Doko, SDN Ringinrejo 3 Kecamatan Wates, dan SDN Sumberboto 5 Kecamatan Wonotirto.
Menanggapi hal ini, Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kabupaten Blitar Agus Santosa langsung menerjunkan tim untuk melakukan kajian mendalam dari total 632 SD negeri di wilayahnya.
“Ada tiga SD di Kabupaten Blitar yang sama sekali tidak dapat siswa baru di tahun ajaran ini. Untuk SD lainnya semua dapat, meski beberapa di antaranya jumlah siswa barunya minim. Untuk sekolah yang siswanya minim, tetap kami layani hak belajarnya,” jelas Agus Santosa, Senin (13/07/2026).
Baca Juga: Bukan Pakai Seragam, Cara Unik Guru SDN Kaliasin 1 Surabaya Berkostum Hewan Laut Sambut Siswa Baru
Agus menegaskan pihaknya tidak ingin terburu-buru mengambil tindakan tanpa data yang valid terkait penyebab utama nihilnya peminat tersebut.
“Kami kaji dulu secara komprehensif, tiga SD itu tidak dapat murid karena apa. Apakah potensinya (jumlah anak) memang sudah tidak ada, atau karena mereka kalah bersaing dengan sekolah lain di sekitarnya,” urainya.
Hasil kajian objektif ini yang nantinya akan menentukan nasib keberlanjutan sekolah dasar tersebut, termasuk opsi regrouping atau peleburan sekolah.
“Dengan kajian itu kami akan menentukan langkah konkret untuk tiga SD tersebut, apakah akan di-regrouping atau tidak. Karena aktivitas belajar-mengajar untuk siswa kelas 2 sampai kelas 6 di tiga SD tersebut saat ini kan masih ada, berjalan,” tambahnya.
Terjebak Pelosok, Kalah Saing, hingga Sentilan untuk Kepala Sekolah
Dikonfirmasi terpisah, Kepala Bidang SD Dinas Pendidikan Kabupaten Blitar Deny Setiawan membeberkan detail kondisi lapangan yang membuat ketiga sekolah tersebut kosong melompong.
“Betul ada beberapa sekolah yang sama sekali enggak dapat murid. Di SDN Ringinrejo 3 itu memang tempatnya karena memang terpencil, ditambah karena dekat dengan SD yang lain, kalah saing dengan sesama SD. Lalu ada di SDN Sumberboto 5, memang tempatnya terpencil, gang buntu. Ada lagi SDN Kalimanis 4 posisinya kalah saing juga dengan SDN Kalimanis 2,” ungkap Deny.
Selain persoalan geografis, Deny juga memberikan catatan kritis bagi manajemen internal di ketiga sekolah tersebut agar lebih agresif bergerak di masyarakat.
“Kami harus push, kepala sekolah harus aktif. Selain tempat yang terpencil ya ini, itu bisa jadi memang bapak/ibu sekolahnya kurang proaktif juga,” sentil Deny.
Deny menegaskan peluang belum sepenuhnya kiamat. Pintu pendaftaran masih bisa diupayakan secara manual melalui pemutakhiran data nasional.
“Ada kesempatan orang tua masuk ke sekolah, tak terkecuali di tiga sekolah tersebut. Karena secara sistem dapodik masih bisa masuk ke sekolah sampai dengan maksimal 31 Agustus. Itu secara dapodik ya, kami tidak ngomongin SPMB karena SPMB sudah selesai,” urainya.
Baca Juga: Sepi Peminat, SDN di Kota Blitar Cuma Dapat 5 Murid Baru saat MPLS
Kontras dengan Jenjang SMP yang Relatif Aman
Kondisi merana di tingkat sekolah dasar ini untungnya tidak menular ke tingkat sekolah menengah. Kadisdik Agus Santosa memastikan bahwa 49 SMP negeri di Kabupaten Blitar seluruhnya terisi oleh siswa baru.
“Untuk siswa baru di jenjang SMP, cenderung relatif aman. Semua SMP Negeri di Kabupaten Blitar yang jumlahnya sebanyak 49 sekolah mendapat siswa baru,” kata Agus.
Meski ada beberapa SMPN yang pagunya belum terpenuhi, secara umum proses transisi di tingkat menengah berjalan lancar.
“Semasa para siswa baru di 49 SMPN tersebut sudah mulai mengikuti Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) sampai tanggal 17 Juli 2026,” pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: M. Luki Azhari
Editor: Dwi Lindawati








