MALANG, Tugujatim.id – Universitas Negeri Malang (UM) mulai menindaklanjuti kerja sama yang telah terjalin dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) melalui kegiatan Diseminasi Program dan Penyusunan Proposal Hibah BRIN yang diselenggarakan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UM di Graha Rektorat Lantai 9, Jumat (17/07/2026).
Kegiatan tersebut menghadirkan Deputi Bidang Fasilitasi Riset dan Inovasi BRIN Prof Dr Agus Haryono serta Deputi Bidang Sumber Daya Manusia Ilmu Pengetahuan dan Teknologi BRIN Dr Edy Giri Rachman Putra sebagai narasumber. Dalam kegiatan tersebut, kedua deputi BRIN memaparkan berbagai peluang kolaborasi yang dapat dimanfaatkan perguruan tinggi.
Deputi Bidang Fasilitasi Riset dan Inovasi BRIN Agus Haryono menjelaskan beragam skema pendanaan riset BRIN, mulai dari RIIM Kompetisi, RIIM Kolaborasi, hingga Pusat Kolaborasi Riset (PKR). Sementara itu, Deputi Bidang Sumber Daya Manusia Ilmu Pengetahuan dan Teknologi BRIN Edy Giri Rachman Putra memaparkan program pengembangan talenta riset nasional, termasuk Degree by Research, research assistant, magang riset, hingga berbagai program mobilitas peneliti yang dapat diikuti mahasiswa maupun dosen.

Wakil Rektor Bidang Penelitian, Pengabdian kepada Masyarakat, dan Inovasi UM Prof Dr Markus Diantoro mengatakan, kegiatan tersebut merupakan implementasi dari kerja sama yang ditandatangani UM bersama kepala BRIN dan Deputi Bidang SDM IPTEK BRIN sekitar dua pekan lalu. Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan meningkatkan jumlah proposal penelitian UM yang dapat memperoleh pendanaan dari BRIN.
“Yang pertama mengimplementasikan hasil kerja sama yang ditandatangani dua minggu lalu dengan Pak Kepala BRIN dan Pak Deputi SDM IPTEK. Kedua, yang jelas adalah untuk meningkatkan jumlah proposal yang diajukan dan didanai,” ujarnya.
Menurut Markus, melalui kegiatan tersebut UM menargetkan lahirnya dua jenis proposal. Pertama, proposal Pusat Kolaborasi Riset (PKR) yang akan menjadi wadah kolaborasi antara peneliti UM dan BRIN. Kedua, proposal pendanaan kompetitif yang dapat diajukan melalui berbagai skema hibah BRIN, seperti RIIM maupun program pendanaan lainnya.

Markus mengungkapkan, selama ini dosen UM sebenarnya telah memperoleh pendanaan melalui skema kompetitif BRIN setiap tahun. Namun, jumlah proposal yang lolos masih belum optimal karena minimnya workshop dan sosialisasi mengenai berbagai skema pendanaan yang tersedia.
“Sebenarnya tiap tahun sudah dapat kalau yang kompetisi, tapi masih sedikit karena kurang workshop atau sosialisasi. Makanya kami hadirkan dua deputinya untuk memberikan penjelasan dan diskusi,” katanya.
UM Targetkan Jadi Mitra Degree by Research

Selain mendorong peningkatan pendanaan riset, UM juga menargetkan kerja sama yang lebih luas dengan BRIN melalui program Degree by Research (DbR). Markus mengatakan, hingga saat ini UM belum menjadi salah satu perguruan tinggi mitra penyelenggara program tersebut.
Menurut dia, Degree by Research merupakan program yang didanai melalui LPDP bersama BRIN. Ke depan, UM ingin menjadi perguruan tinggi mitra sehingga dapat membuka program tersebut bagi lulusan UM maupun perguruan tinggi lainnya.
“Itu adalah program yang dananya dari LPDP melalui BRIN. Kami maunya mendaftarkan sebagai universitas yang nanti bekerja sama untuk menerima dan membuka program Degree by Research. Boleh alumni kita atau nonalumni,” ujarnya.
Baca Juga: Dorong Transformasi Pendidikan, LPPM UM Wujudkan Pengabdian Lewat Workshop AI di SMPN 8 Malang
Untuk mendukung target tersebut, UM mengundang seluruh fakultas, termasuk Sekolah Pascasarjana, dalam kegiatan diseminasi. Setiap fakultas mengirimkan enam perwakilan yang terdiri atas satu wakil dekan bidang riset dan inovasi serta lima dosen yang diproyeksikan menjadi tim penyusun proposal PKR maupun proposal pendanaan kompetitif.
Program Degree by Research sendiri merupakan salah satu skema pengembangan talenta riset BRIN yang memberikan dukungan pendidikan berbasis penelitian pada jenjang magister dan doktor. Selain itu, BRIN juga menyediakan berbagai program lain, seperti research assistant, magang riset, joint research visit, hingga beasiswa doktor talenta riset dan inovasi nasional sebagai bagian dari penguatan ekosistem talenta riset Indonesia. (adv)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer : Niken Sari
Editor: Dwi Lindawati








