• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
LPPM UM

Sekretaris LPPM UM sekaligus Ketua Pelaksana Skema Pengabdian Projek Kepemimpinan PPG UM 2026, Dr. Hary Suswanto, M.T., dalam workshop AI di SMPN 8 Malang (Foto : M. Sholeh / Tugu Jatim)

Dorong Transformasi Pendidikan, LPPM UM Wujudkan Pengabdian Lewat Workshop AI di SMPN 8 Malang

Mochamad Abdurrochim by Mochamad Abdurrochim
2 hours ago
in Advertorial
0
Share on FacebookShare on Twitter

MALANG, Tugujatim.id – Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Negeri Malang (UM) mengimplementasikan riset dan pengabdiannya melalui workshop pemanfaatan teknologi AI di SMPN 8 Malang pada 7-8 Juli 2026. Misinya yakni mendorong terwujudnya transformasi pendidikan mendalam.

Di hari pertama, digelar workshop design grafis sebagai upaya peningkatan keterampilan dan kreatifitas siswa di era digital. Acara itu diikuti 32 siswa. Kemudian di hari kedua, digelar workshop optimalisasi penggunaan AI dalam menyusun perangkat pembelajaran yang diikuti 44 guru.

You might also like

DPRD Tuban

DPRD Tuban Soroti SILPA Rp485,69 Miliar, Dorong Optimalisasi Anggaran dan Peningkatan PAD

09/07/2026 2:32 PM
Kota Malang

DBHCHT Kota Malang Dialokasikan untuk Kesehatan hingga Perlindungan Sosial Masyarakat

09/07/2026 10:01 AM

Sekretaris LPPM UM sekaligus Ketua Pelaksana Skema Pengabdian Projek Kepemimpinan PPG UM 2026, Dr. Hary Suswanto, M.T., menjelaskan bahwa program yang didanai Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) RI ini dijalankan melalui skema Pengabdian Projek Kepemimpinan PPG.

SMPN 8 Malang dipilih karena menjadi lokasi praktik pengalaman lapangan (PPL) mahasiswa PPG UM. Sehingga, implementasi riset dapat berjalan beriringan dengan proses pembelajaran di sekolah.

Pelatihan AI Perkuat Kompetensi Guru dalam Pembelajaran Mendalam

Menurutnya, pelatihan AI diberikan setelah hasil evaluasi menunjukkan para guru telah memanfatkan teknologi AI dalam proses belajar mengajar dengan baik. Namun penerapannya dinilai belum optimal. Untuk itu, workshop dirancang untuk memperkuat kemampuan guru memanfaatkan AI secara lebih efektif di ruang kelas.

“Harapan kami, setelah kegiatan ini selesai, para guru dapat meningkatkan performa pembelajaran mendalam melalui pengembangan AI. Mulai dari penyusunan perangkat, proses pembelajaran sampai evaluasinya,” kata Hary, Rabu (08/07/2026).

LPPM UM
Workshop optimalisasi penggunaan AI dalam menyusun perangkat pembelajaran yang diikuti para guru SMPN 8 Malang (Foto : M Sholeh /Tugu Jatim)

Kepala SMPN 8 Malang, Dra. Sri Nuriani, M.Pd., mengungkapkan salah satu indikator pembelajaran mendalam yang masih menjadi pekerjaan rumah sekolah adalah pemanfaatan teknologi digital. Dari hasil observasi yang dilakukan, capaian pada aspek tersebut baru mencapai 69 persen.

“Karena capaian pemanfaatan digital masih rendah, kami mengambil langkah meningkatkan kompetensi guru melalui workshop AI ini untuk mendukung implementasi pembelajaran mendalam,” ujarnya.

Sri Nuriani menyebut kegiatan ini juga sejalan dengan visi Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Malang dalam mewujudkan layanan pembelajaran yang mudah, efektif, ramah, disiplin, kolaboratif, dan akuntabel. Ia melihat workshop tersebut dapat memperkuat kompetensi pedagogik guru agar kualitas layanan pembelajaran di kelas dapat terus meningkat.

“Guru-guru sangat serius dan antusias mengikuti workshop ini karena kompetensi pemanfaatan AI memang sangat dibutuhkan. Sekarang ini zamannya generasi Z dengan tuntutan Kurikulum Merdeka dan pembelajaran mendalam, sehingga penguasaan digital menjadi hal yang sangat penting,” katanya.

Dia berharap kegiatan serupa dapat diperluas ke sekolah lain dan terus berlanjut dengan tema pengembangan kompetensi guru yang berbeda. Ia juga mengapresiasi dukungan LPPM UM yang telah menghadirkan program pengabdian tersebut.

“Kami berharap ilmu yang diperoleh benar-benar berdampak pada peningkatan kualitas pembelajaran di kelas, sehingga hasil belajar siswa juga terus meningkat,” ujarnya.

LPPM UM
Pemateri dari Universitas Negeri Yogyakarta, Dr. Ir. Apri Nuryanto, S.Pd., S.T., M.T. memaparkan materi workshop AI di SMPN 8 Malang (Foto : M. Sholeh / Tugu Jatim)

Sementara itu, pemateri dari Universitas Negeri Yogyakarta, Dr. Ir. Apri Nuryanto, S.Pd., S.T., M.T. memperkenalkan berbagai fungsi AI sebagai alat bantu guru dalam menyusun perangkat pembelajaran berbasis deep learning.

Peserta juga dibimbing menyusun prompt mulai dari tingkat dasar hingga yang lebih spesifik sesuai karakteristik mata pelajaran masing-masing.

“AI hanya sebagai tool untuk membantu guru mengembangkan ide dan perangkat pembelajaran. Hasil yang diberikan AI masih berupa draft, sehingga tetap harus divalidasi dan disesuaikan sebelum digunakan,” jelasnya.

Selain keterampilan teknis, Apri juga menekankan pentingnya etika sesuai regulasi yang ada dalam penggunaan AI. Guru diminta tidak memasukkan data pribadi siswa, seperti nama maupun nilai ke dalam platform AI karena berpotensi melanggar privasi. Ia juga mengingatkan bahwa setiap hasil yang dihasilkan AI wajib diperiksa kembali agar sesuai dengan kebutuhan pembelajaran dan regulasi yang berlaku.

“AI bisa dipakai untuk banyak hal, tetapi tetap harus dicek ulang dan digunakan sesuai etika. Guru harus memahami hasilnya sebelum dipakai dalam proses belajar mengajar,” tegasnya.

Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum SMPN 8 Kota Malang, Shoffi Inayatin, S.Pd., mengatakan bahwa pelatihan tersebut cukup menjawab tantangan guru dalam menyusun perangkat ajar yang selama ini membutuhkan waktu dan tenaga besar.

“Pelatihan AI ini sangat membantu guru dalam membuat perencanaan pembelajaran yang sesuai harapan, mengikuti perkembangan zaman dan mendukung pembelajaran mendalam sehingga lebih bermakna bagi siswa,” ujarnya.

Dikatakan, sebagian besar guru sebenarnya sudah mengenal AI dari berbagai platform digital. Namun, pelatihan ini memberikan pemahaman yang lebih mendalam, terutama mengenai teknik menyusun prompt yang tepat agar AI menghasilkan keluaran yang sesuai kebutuhan pembelajaran.

LPPM UM
Workshop optimalisasi penggunaan AI dalam menyusun perangkat pembelajaran yang diikuti para guru SMPN 8 Malang (Foto : M Sholeh / Tugu Jatim)

Ia mengakui guru-guru senior masih menghadapi tantangan dalam beradaptasi dengan teknologi. Namun, semangat belajar sepanjang hayat membuat mereka mulai memanfaatkan aplikasi seperti Canva dan ChatGPT dalam proses belajar mengajar.

“Selama ini ada guru yang terlambat mengumpulkan perangkat ajar karena proses penyusunannya memang cukup panjang. Dengan AI dan pelatihan ini, kami berharap guru lebih terbantu sehingga dapat menyiapkan rencana pembelajaran yang lebih matang dan siap diterapkan di kelas,” ucapnya.

Guru Informatika SMPN 8 Malang, Ir. Rachman Kurniawan yang menjadi salah satu peserta menilai workshop optimalisasi pemanfaatan AI itu memberikan manfaat besar bagi para pendidik. Selain memperkuat kompetensi guru dalam menyusun perangkat pembelajaran, pelatihan ini juga membantu guru Informatika yang selama ini menjadi rujukan di sekolah terkait pemanfaatan teknologi digital.

“Pelatihan ini sangat membantu kami sebagai guru pamong. Ilmu yang diperoleh nantinya bisa kami tularkan kepada bapak-ibu guru maupun anak anak yang kami bimbing,” ujarnya.

Menurut Rachman, pemanfaatan AI kini menjadi kebutuhan yang tidak bisa dihindari dalam dunia pendidikan. Guru dituntut memahami cara memanfaatkan teknologi digital secara tepat, baik untuk menyusun perangkat pembelajaran maupun mendukung proses belajar mengajar di kelas. Sementara bagi siswa, penggunaan AI perlu tetap diarahkan agar menjadi alat bantu belajar, bukan sekadar jalan pintas untuk menyelesaikan tugas.

Senada, Guru PPKn SMPN 8 Malang, Nurul Devira Susanti, S.Pd., mengaku workshop AI yang digelar LPPM UM tersebut memberikan pengalaman baru dibandingkan pelatihan yang pernah diikutinya. Jika sebelumnya pelatihan hanya berfokus pada konsep deep learning, kali ini guru dibimbing memanfaatkan AI secara langsung untuk menyusun perangkat pembelajaran.

“Workshop ini sangat bermanfaat. Kami jadi lebih paham bagaimana menggunakan AI untuk menyusun perangkat pembelajaran yang sesuai dengan kondisi siswa di sekolah,” ujarnya.

Baginya, materi yang paling berkesan adalah teknik menyusun prompt secara spesifik agar AI menghasilkan keluaran yang lebih relevan. Selama ini ia hanya belajar secara autodidak melalui berbagai tutorial di internet, namun pelatihan tersebut memberikan pemahaman yang lebih sistematis, termasuk etika dalam menggunakan AI.

LPPM UM
Workshop optimalisasi penggunaan AI dalam menyusun perangkat pembelajaran yang diikuti para guru SMPN 8 Malang (Foto : M Sholeh / Tugu Jatim)

Siswa SMPN 8 Malang Dilatih Kembangkan Kreativitas Melalui Desai Digital

Sebelumnya, rangkaian pengabdian LPPM UM ini juga diawali dengan workshop desain grafis bagi siswa SMPN 8 Malang sebagai upaya meningkatkan kreativitas di era digital. Kegiatan ini diikuti 32 siswa kelas VII dan VIII, masing-masing dua perwakilan dari setiap kelas. Peserta diperkenalkan dengan pemanfaatan aplikasi desain seperti Canva untuk mengembangkan ide-ide kreatif dalam bentuk visual.

Selama pelatihan, setiap siswa diminta membuat desain gantungan kunci sesuai kreativitas masing-masing. Beragam karya pun lahir, mulai dari desain yang menampilkan foto diri hingga dipadukan dengan ornamen sesuai minat mereka, seperti bunga, mobil, maupun tema olahraga. Seluruh desain kemudian dicetak oleh panitia menjadi gantungan kunci berbahan akrilik dan dibagikan kepada peserta bersama sertifikat sebagai bentuk apresiasi atas hasil karya mereka.

Pemberian produk jadi tersebut sengaja dilakukan agar siswa dapat langsung merasakan hasil nyata dari proses belajar yang mereka ikuti. Pendekatan ini diharapkan mampu meningkatkan motivasi peserta untuk terus berkreasi, sekaligus menunjukkan bahwa ide digital dapat diwujudkan menjadi produk yang memiliki nilai guna dan nilai personal. (Adv)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id

Writer : M. Sholeh

Editor: Mochamad Abdurrochim

Tags: Berita LPPM UMberita malangberita Malang hari iniLPPM UMSMPN 8 Malangtransformasi pendidikan mendalamworkshop AI LPPM UM
Mochamad Abdurrochim

Mochamad Abdurrochim

Related Stories

DPRD Tuban

DPRD Tuban Soroti SILPA Rp485,69 Miliar, Dorong Optimalisasi Anggaran dan Peningkatan PAD

by Mochamad Abdurrochim
09/07/2026 2:32 PM
0

TUBAN, Tugujatim.id – DPRD Tuban menyetujui Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2025. Dalam pembahasan tersebut,...

Kota Malang

DBHCHT Kota Malang Dialokasikan untuk Kesehatan hingga Perlindungan Sosial Masyarakat

by Mochamad Abdurrochim
09/07/2026 10:01 AM
0

MALANG, Tugujatim.id – DBHCHT (Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau) terus dioptimalkan Pemerintah Kota Malang untuk mendukung berbagai program yang...

Jember

Hadapi Musim Kemarau, Pemkab Jember Perkuat Mitigasi Kekeringan

by Mochamad Abdurrochim
08/07/2026 7:53 PM
0

JEMBER, Tugujatim.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) memperkuat langkah mitigasi menghadapi potensi kekeringan pada...

DPRD

Banyak Keluhan Korban Konser Denny Caknan, DPRD Surabaya Evaluasi Layanan RSUD Soewandhie

by Mochamad Abdurrochim
08/07/2026 6:41 PM
0

SURABAYA, Tugujatim.id - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Surabaya akan memanggil Dinas Kesehatan Kota Surabaya dan manajemen RSUD dr...

Next Post
Muktamar NU

Jelang Muktamar NU, Anak Muda dan Pengasuh Pesantren Malang Rumuskan 9 Seruan Moral

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID