• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Virtual Dialog oleh KPCPEN membahas terkait pentingnya sosialisasi program Keluarga Berencana, terlebih di tengah pandemi COVID-19 yang masih belum berakhir, Rabu (29/9/2021). (Foto: Dokumen) tugu jatim

Virtual Dialog oleh KPCPEN membahas terkait pentingnya sosialisasi program Keluarga Berencana, terlebih di tengah pandemi COVID-19 yang masih belum berakhir, Rabu (29/9/2021). (Foto: Dokumen)

Angka Kehamilan Tinggi Saat Pandemi, KPCPEN-BKKBN Sosialisasi Pentingnya Program KB

Gigih Mazda by Gigih Mazda
5 years ago
in News
0
Share on FacebookShare on Twitter

JAKRATA, Tugujatim.id – Tingkat kehamilan selama masa pandemi Covid-19 yang terus meningkat menjadi perhatian Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN. Mengundang Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), dr Hasto Wardoyo, pihaknya ingin sosialisasi terhadap masyarakat terhadap pentingnya program Keluarga Berencana (KB), secara virtual melalui Zoom, Rabu (8/9/2021).

Bahkan, angka pernikahan dini dan juga angka perceraian di sejumlah daerah terus melonjak drastis selama pandemi. Tentu ini juga menjadi tugas pemerintah mengingat ini juga jadi salah satu dampak pandemi.

You might also like

Bayi Laki-laki

Penemuan Bayi Laki-laki Dalam Tas Gegerkan Warga Rengel Tuban

04/06/2026 3:30 PM
Event tahunan di Banyuwangi.

Alasan Tak Pernah Sepi Wisatawan, 7 Event Tahunan di Banyuwangi Ini Selalu Jadi Magnet Pengunjung

04/06/2026 1:57 PM

Di saat-saat seperti ini, rupanya program Keluarga Berencana (KB) dipandang masih perlu terus disosialisasikan. Berdasarkan data Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) tahun 2017, cakupan pemakaian alat kontrasepsi modern masih terbilang rendah, yakni 57,2 persen.

Selain itu, data Survei Kinerja dan Akuntabilitas Program (SKAP) BKKBN tahun 2020 menyebutkan tingginya kehamilan yang tidak diinginkan mencapai 20,3 persen dan angka stunting (anak lahir kerdil) di Indonesia masih sebesar 27,7 persen, menurut data Survei Status Gizi Balita Indonesia (SSGBI) 2019.

Mereka adalah Zoya Amirin, seorang pakar Seksolog dan Psikolog, Rista Zwestika ahli Financial Planner dan juga perwakilan dari Duta Genre, Putra Fiqih Agniyan Hidayat.

Dalam kesempatan itu, Kepala BKKBN, dr Hasto Wardoyo menuturkan pihaknya masih menggiatkan program KB di daerah-daerah Indonesia. Salah satu caranya dengan menjalin nota kesepahaman (MoU) dengan sejumlah faskes untuk meningkatkan capaian pelayanan KB di setiap daerah.

Selain itu, terkait muasal permasalahan dari semua itu terletak pada ekonomi. Selain itu, tantangan terbesar memang adalah adanya perubahan generasi. Hasto bilang, bahwa anak-anak sekarang itu justru lebih banyak mendengar omongan teman sebaya daripada orang tuanya.

Semua itu tak lepas dari era globalisasi dimana semua informasi sudah dapat dijangkau dari internet.

”Di situ pada akhirnya, generasi sekarang lebih banyak tertarik ke dunia maya daripada nilai-nilai luhur yang diajarkan orang tua,” jelasnya.

Dalam situasi itu, pada akhirnya orang tualah yang justru dituntut juga adaptif terhadap perkembangan zaman. Dalam artian, orang tua harus upgrade cara baru dalam mendidik anak.

”Selain itu, kami dari BKKBN juga menggandeng anak-anak muda ini untuk jadi agen perubahan generasinya sendiri,” paparnya.

Salah satu anak muda yang digandeng tersebut adalah Duta Genre Putra 2020, yakni Fiqih Agniyan Hidayat yang turut memberikan perspektifnya dari generasi muda. Dia sepakat soal anak muda harus berperan untuk diri dan lingkungannya sendiri dalam mencegah pernikahan dini tanpa perencanaan yang baik.

Selama ini, dia selalu menjadikan dirinya sebagai agen perubahan tersebut. Salah satunya dengan menggagas program Konselor Teman Sebaya. Disitu dia mengajak anak-anak muda untuk terbuka soal masalahnya.

”Misal ada yang dipaksa menikah muda, perilaku seks bebas dan lain-lain itu dibicarakan, kita cari bareng-bareng solusinya,” jelas dia.

Selain itu, Duta Genre juga terus mensosialisasikan program Gerakan Kembali ke Meja Makan. Disitu, dia ingin menyadarkan budaya parenting orang tua kembali diperkuat. Salah satunya lewat meja makan sebagai media untuk menyampaikan nasehat dan bertukar wawasan.

”Tidak harus di meja makan. Terpenting adalah soal parenting itu harus ditingkatkan lagi,” kata dia.

Hal senada dikatakan Psikolog, Inez Kristanti bahwa anak muda juga perlu tahu pendidikan seks sejak sejak masih anak-anak. Menurut dia, seks jangan sampai menjadi hal tabu. Disitulah peran orang tua dalam mengenalkan pendidikan seks sebagai tanggung jawab.

”Caranya ya dengan ngobrol, dengan memposisikan sebagai teman. Dikenalkan kepada anak bahwa dia memiliki organ-organ tubuh, termasuk organ vital,” paparnya.

Lebih lanjut, selain pendidikan seks, anak juga harus dikenalkan perencanaan keuangan yang baik saat berkeluarga. Hal ini diungkapkan Pakar Financial Planner, Rista Zwestika bahwa pandemi telah membuktikan bahwa perencanaan keuangan perlu ditata sedini mungkin.

Rista memaparkan, awal perencanaan keuangan memang harus didasari dengan kerja sama suami istri. Dia mencontohkan, saat menjumpai masalah, pasangan harus menyadari untuk diselesaikan.

”As a team, harus dicari jalan keluarnya. Gak bisa hanya berdiam diri. Jangan hanya marah-marah,” kata dia.

Dia menambahkan, dirinya juga mengajak anak muda untuk kembali membongkar dan menata sistem keuangan kembali. Setelah mencari sumber masalah pengeluaran, kini waktunya menentukan skala prioritas.

”Mana pengeluaran yang penting mana yang tidak. Bedakan kebutuhan dan keinginan sampai keuangan benar-benar stabil. Selain itu, pasangan juga harus mulai jeli melihat peluang bisnis yang ada untuk mendapat penghasilan tambahan,” tandasnya.

Tags: KPCPEN
Gigih Mazda

Gigih Mazda

Related Stories

Bayi Laki-laki

Penemuan Bayi Laki-laki Dalam Tas Gegerkan Warga Rengel Tuban

by Mochamad Abdurrochim
04/06/2026 3:30 PM
0

TUBAN, Tugujatim.id – Warga Desa Rengel, Kecamatan Rengel, Kabupaten Tuban digegerkan dengan penemuan bayi laki-laki dalam kondisi meninggal dunia di...

Event tahunan di Banyuwangi.

Alasan Tak Pernah Sepi Wisatawan, 7 Event Tahunan di Banyuwangi Ini Selalu Jadi Magnet Pengunjung

by Dwi Linda
04/06/2026 1:57 PM
0

BANYUWANGI, Tugujatim.id – Event tahunan di Banyuwangi, Jatim, jadi salah satu magnet wisata yang selalu ramai dikunjungi wisatawan. Selain memiliki...

Jemaah haji Kabupaten Malang.

Update 2 Jemaah Haji Kabupaten Malang Wafat di Makkah, Sakit Sempat Dirawat di RS

by Dwi Linda
04/06/2026 1:00 PM
0

MALANG, Tugujatim.id – Kabar duka datang dari dua jemaah haji Kabupaten Malang yang meninggal dunia di Makkah, Arab Saudi. Mereka...

Probolinggo.

Lukai Diri Sendiri, Perawat RS di Probolinggo Rekayasa Dibegal demi Tutupi Jual Motor sang Ayah

by Dwi Linda
04/06/2026 12:32 PM
0

PROBOLINGGO, Tugujatim.id - Kasus dugaan pembegalan yang sempat menghebohkan warga Kabupaten Probolinggo akhirnya terungkap. Seorang perawat RSUD Waluyo Jati Kraksaan...

Next Post
Pemain Arema FC, Carlos Fortes saat selebrasi gol perdananya bersama Singo Edan di ajang Liga 1 kala melawan Persipura Jayapura, Rabu (29/9/2021). (Foto: Media Officer Arema FC) tugu jatim

Arema FC Raih Kemenangan Perdana, Bekuk Persipura 1-0

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID