• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Brian Prasetya Wijaya, difabel asal Kota Kediri, ini sukses menjadi pengusaha cairan pembersih merek "Sun Floor". (Foto: Dokumen/Tugu Jatim)

Brian Prasetya Wijaya, difabel asal Kota Kediri, ini sukses menjadi pengusaha cairan pembersih merek "Sun Floor". (Foto: Dokumen)

Brian Prasetya Wijaya, Pengusaha Difabel asal Kediri Beromzet Rp 10 Juta Per Bulan dari Usaha Cairan Pembersih

Dwi Lindawati by Dwi Lindawati
5 years ago
in Featured
0
Share on FacebookShare on Twitter

KEDIRI, Tugujatim.id – Impian Brian Prasetya Wijaya, 29, difabel asal Kota Kediri, menjadi seorang pengusaha akhirnya terwujud meski harus melalui banyak rintangan. Pengusaha cairan pembersih merek “Sun Floor” ini begitu ulet membangun usaha bersama istrinya, Linda, yang selalu mendampinginya. Kini dia mampu membuktikan kesuksesannya di balik keterbatasan penglihatan yang dia miliki. Bahkan, saat ini bisnisnya sukses dengan memiliki omzet hingga sekitar Rp 8 juta-Rp10 juta per bulan dengan menjual lebih dari 200 jerigen.

Brian kembali bangkit setelah sebelumnya sempat putus asa dan terlintas ingin mengakhiri hidupnya pasca mengalami kecelakaan di saat istri sedang hamil pada 2016.

You might also like

Teras Semeru.

Mengenal Muhammad Syafi’i, Santri Sukses Berdayakan Warga Kampung berkat Rumah Makan Teras Semeru Lumajang yang Viral

06/07/2026 5:13 PM
Blitar

Kisah Anak Buruh Setrika di Kota Blitar Menjemput Asa Lewat Sekolah Rakyat

26/06/2026 10:54 PM

“Banyak tekanan dalam hidup saat itu, harus bolak-balik ke Jakarta untuk menjalani operasi. Satu per satu aset pun ikut terjual. Sempat putus asa, tapi kembali teringat ada istri dan anak yang harus saya hidupi. Saya meyakini apa yang terjadi saat ini, sudah Tuhan rencanakan untuk tujuan saya ke depannya,” ujar Brian.

Akhirnya dia membangun PT Gravila Untuk Brian pada 2019. Ini adalah awal dari impiannya sukses di bidang kebutuhan rumah tangga layaknya perusahaan multinasional yang banyak diketahui masyarakat. Dia pun membuat berbagai strategi untuk mencapai hal tersebut. Mulai dari memikirkan alur produksi, perizinan, hingga kelak ingin memiliki jalur distribusi produknya sendiri.

“Saya memproduksi kemasan sendiri dan bahannya beli sendiri. Selain itu, saya juga bekerja sama dengan pihak lain untuk mencetak. Namun, untuk finishing tetap dikerjakan sendiri. Ini kami lakukan untuk menekan biaya produksi sehingga harga pokok produksi (HPP) kami tetap murah,” ujar Brian setelah menceritakan hasil surveinya di beberapa vendor kemasan produk yang cukup mahal.

Sembari menanti perizinan BPOM dan Dinas Kesehatan Kota Kediri diproses, dia menjual produknya berupa kemasan jerigen 5 liter dibantu 2 pegawai lepasnya. Saat ini ada kurang lebih 30 pelanggan dari rumah tangga dan kafe di Kota Kediri dan sekitarnya yang menggunakan produknya.

Rencananya, dia akan mulai menjual produk yang sudah terdaftar ke beberapa toko di Kota Kediri pada Desember 2021 ini. Produknya pun sudah ada yang terdaftar dalam hak paten merek.

“Selain BPOM dan izin dinkes, usaha ini juga telah mendapat rekomendasi hak paten merek dari Dinas Koperasi Kota Kediri sehingga hanya bayar Rp 500.000 dari biaya yang seharusnya dibayar sebesar Rp 2 juta,” jelasnya didampingi Linda yang selalu menemaninya ke mana pun dia pergi.

Untuk rekomendasi hak paten merek, dia mendapatkannya sebagai fasilitas dari dinas koperasi dan klinik UMKM bagi produk yang memiliki nilai unggul. Saat ini produk pembersih lantai “Sun Floor” telah terdaftar dan akan disusul produknya yang lain.

Dia pun menyampaikan, hingga saat ini dirinya didampingi dinas sosial untuk berkonsultasi. Satu lagi, dia terkesan dengan sosok Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar dan berbagai program yang mendukung UMKM.

“Pak Wali dapat mencapai tahapan ini di usia muda dengan programnya yang mendukung banyaknya UMKM di Kota Kediri, saya ikut senang,” jawab Brian tampak semringah.

Selain itu, peserta Japri PWD tahun 2021 ini pun senang saat dapat dipertemukan dengan mentor dan berkesempatan presentasi bisnisnya di hadapan mentor. Dia lanjut bercerita, mentor pun terkesan atas kegigihannya.

“Salah satu mentor pun mempertanyakan omzet PT saya. Saya pun menyampaikan, ini juga salah satu strategi untuk meyakinkan masyarakat bahwa produk saya memang baik dan bersaing,” ungkapnya.

Brian berharap, nantinya dia dapat membantu para rekan UMKM Kota Kediri mengenai cara membuat kemasan sendiri sehingga biaya produksi dapat ditekan dan harga jualnya mampu bersaing.

Sementara itu, Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar pun mengapresiasi kegigihan seluruh pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) Kota Kediri yang ulet menaklukkan keadaan untuk dapat ikut bersaing di pasar, termasuk kepada Brian Prasetya Wijaya.

“Berdamai dengan keadaan pasti tidak mudah. Tapi, saya sangat mengapresiasi kegigihan dan sikap pantang menyerah dari para teman penyandang difabel yang juga pelaku UMKM ini karena mereka mampu membuktikan diri dengan pencapaiannya hingga saat ini. Semoga semangat seperti ini tetap dipertahankan dan ditularkan pada teman-teman yang lain,” ujar Mas Abu, sapaan akrab wali Kota Kediri.

Tags: Abdullah Abu BakardifabelDifabel suksesKisah difabelKota KediriPemkot KediriPengusaha difabel
Dwi Lindawati

Dwi Lindawati

Related Stories

Teras Semeru.

Mengenal Muhammad Syafi’i, Santri Sukses Berdayakan Warga Kampung berkat Rumah Makan Teras Semeru Lumajang yang Viral

by Dwi Linda
06/07/2026 5:13 PM
0

LUMAJANG, Tugujatim.id – Di balik meroketnya angka kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) di Kabupaten Lumajang selama libur Lebaran 2026, ada satu...

Blitar

Kisah Anak Buruh Setrika di Kota Blitar Menjemput Asa Lewat Sekolah Rakyat

by Mochamad Abdurrochim
26/06/2026 10:54 PM
0

"Sedih rasanya melihat teman-teman lain berseragam. Tapi saya harus sabar, menepi dulu demi bantu orang tua. Saya jualan es teh....

Sekolah Rakyat.

Menolak Padam, Asa Baru Silvia dan “The Invisible People” dari Bangku Sekolah Rakyat

by Dwi Linda
26/06/2026 5:47 PM
0

"Ada banyak pahlawan dalam kamus hidup Silvia Putri Cahyani, pelajar 14 tahun di Kota Batu, Jawa Timur. Paman dan bibinya,...

Bupati Sidoarjo.

Terharu! Bocah Usia 7 Tahun Luka Bakar 46 Persen, Bupati Sidoarjo Subandi Siapkan Pengobatan hingga Pekerjaan untuk sang Ayah

by Dwi Linda
16/06/2026 9:24 PM
0

SIDOARJO, Tugujatim.id – Bupati Sidoarjo H. Subandi menjenguk Izzan, 7, bocah yang mengalami luka bakar hingga 46 persen dan kini...

Next Post
Para petinju saat bertanding di babak final Batu Super Fight V untuk memperebutkan Piala Wali Kota, Minggu malam (14/11/2021). (Foto: Prokopim KWB/Tugu Jatim)

Membanggakan! 4 Atlet Tinju dari Kota Batu Borong Juara Pertama di Final BSF V Piala Wali Kota

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID