TUBAN, Tugujatim.id – Musim penghujan menjadi berkah tersendiri bagi warga Desa Ngino, Kecamatan Semanding Kabupaten Tuban. Mereka bersama-sama masuk hutan untuk berburu enthung atau kepompong ulat daun jati yang muncul sekali dalam setahun. Hasil buruan yang terkumpul laku dijual untuk membantu perekonomian keluarga di masa pandemi Covid-19.
Perburuan ini telah berlangsung selama tiga hari ini. Para pemburu didominasi kaum ibu dan anak-anak. Mereka bisa menghabiskan waktu sepanjang hari di dalam hutan. Dalam pemburuan tak butuh peralatan khusus, cukup mengandalkan insting dan kejelian mata, karena kepompong berada di antara dedaunan jati yang gugur berserakan di tanah.
“Carinya di daun-daun jati. Biasanya sehari bisa dapat 1-2 kilogram,” ujar Muntilah, pemburu enthung Jati, saat ditemui di lokasi, Selasa (7/12/2021).

Aktifitas perburuan seperti ini dilakukan hampir merata di seluruh kawasan hutan jati wilayah Kabupaten Tuban. Dalam sehari, warga mampu mengumpulkan sedikitnya dua kilogram kepompong segar. Selain dikonsumsi sendiri, hasil buruan juga dijual seharga Rp 70.000 -Rp80.000 per kilogram.
Kesempatan ini dimanfaatkan sejumlah ibu-ibu. Uang hasil penjualan kepompong ulat daun jati dapat membantu perekonomian keluarga yang pasang surut di masa Pandemi Covid-19.
“ini mungkin sekitar 1,5 kilogram. Biasanya dijual Rp 80.000 per kilogram. Carinya musiman mas, setahun sekali adanya, ya pas musim hujan begin,” tambah Supriyati, pemburu enthung lainnya, sembari memperlihatkan hasi buruannya.
Berburu kepompong sudah menjadi tradisi di awal musim penghujan warga Tuban. Ulat yang muncul setelah hujan pertama akan bermetamorfosis menjadi kepompong. Namun perburuan hanya akan berlangsung selama tujuh hari, karena lebih dari itu kepompong berubah menjadi kupu-kupu.
“Lumayan hasilnya bisa untuk menambah pendapatan mas, apalagi di masa virus korona seperti ini. Pastinya sangat membantu sekali,” pungkas Supriyati.








