TRENGGALEK, Tugujatim.id – Memperingati Hari Disabilitas Internasional, Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin ingin wujudkan perumahan disabilitas di daerahnya. Tentunya memiliki hunian secara mandiri menjadi dambaan setiap masyarakat. Apalagi bagi penyandang disabilitas, itu sebuah cita-cita tapi sulit diwujudkan.
Harapannya upaya Gus Ipin, sapaan akrab bupati Trenggalek, dengan mengajak peran serta seluruh ASN di daerahnya akan ada Endowment Fund (Dana Abadi) yang bisa digulirkan untuk penyandang disabilitas di daerahnya untuk mewujudkan huniannya sendiri.
Dana wakaf ini nantinya akan dikelola Baznas Trenggalek, kemudian digulirkan untuk pembiayaan pembangunan perumahan bagi penyandang disabilitas.
“Sudah terkumpul sekitar Rp 271 juta. Itu dana wakaf dari para ASN yang ke depannya digunakan untuk membangun kawasan inklusif di Trenggalek yang terletak di Desa Prambon,” ucapnya saat dikonfirmasi Tugu Jatim pada Senin (06/12/2021) di Pendapa Manggala Praja Nugraha.
Dia melanjutkan, pihaknya berharap pembangunan rumah inklusif segera terwujud.
“Semoga nanti terwujud sehingga pembangunan di Trenggalek lebih inklusif. Konsepnya kompleks perumahan di mana rumah ada workshop (tempat usahanya). Kemudian dinas PKPLH juga membangunkan aksesibilitas seperti paving guiden block sampai ke rumah-rumah tetangganya,” lanjutnya.
Bupati muda itu melanjutkan, para disabilitas juga bisa bersosialisasi sama tetangga ke depannya.
“Mereka tidak hanya di perumahan itu, tapi bisa bersosialisasi dengan tetangga. Dananya dari ASN dan nanti dikelola Baznas,” tandasnya.
Sedangkan Ketua Baznas Trenggalek Machsun Ismail saat dikonfirmasi mengenai hal ini menyampaikan, prinsipnya pihaknya diberi amanah untuk menghimpun dana.
“Kalau di istilah kami infak terikat, artinya terikat akad atau peruntukan untuk program perumahan disabilitas,” jelasnya.
Menurut dia, artinya dana itu tidak keluar dari program itu. Jadi hanya digunakan untuk program perumahan disabilitas.
“Pada prinsipnya kami diberi amanah untuk menghimpun dan kami siap untuk melaksanakan amanah itu,” ujarnya.
Konsepnya menurut kepala Baznas Trenggalek itu dibuat pembiayaan tanpa anggunan. Kalau istilahnya syar’inya itu Qardhul hasan. Ini dana kebajikan di mana pinjaman kembali pokoknya saja.
“Jadi tidak ada bunga dan tak ada anggunan,” tandas Machsun. (adv)