• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Foto bersama Ketua PD Salimah Kabupaten Pacitan dengan Pengurus PC Salimah Punung dan Ibu-ibu peserta kajian, Rabu (22/12/2021)

Foto bersama Ketua PD Salimah Kabupaten Pacitan dengan Pengurus PC Salimah Punung dan Ibu-ibu peserta kajian, Rabu (22/12/2021). (Foto: Risma Wigati)

Peringati Hari Ibu, Ketua PD Salimah Pacitan Ajak Kaum Ibu Waspada Software Berhala

Herlianto A by Herlianto A
4 years ago
in News
0
Share on FacebookShare on Twitter

PACITAN, Tugujatim.id – Peringati Hari Ibu, PC Salimah Punung mengadakan kajian muslimah dengan menghadirkan ketua PD Salimah Kabupaten Pacitan, Hj Sri Wijayanti Amd Kep SKM, sebagai pembicara, Rabu (22/12/2021).

Kajian yang diselenggarakan di Masjid Babul Jannah Dusun Krajan, Desa Kendal, Kecamatan Punung, Kabupaten Pacitan ini dihadiri Ketua TP PKK Desa Kendal, Ibu Tri Wahyuni, dan diikuti kaum ibu masyarakat Desa Kendal. Acara digelar dengan tetap mematuhi protokol kesehatan secara ketat.

You might also like

Tradisi Ngarak Banteng.

22 Juni 2026, Tradisi Ngarak Banteng Empu Supo XVIII Siap Ramaikan Songgoriti Kota Batu

15/06/2026 4:31 PM
Bus Trans Jatim Kepanjen-Arjosari.

15 Armada Siap Mengaspal, Bus Trans Jatim Kepanjen-Arjosari Beroperasi Oktober 2026

15/06/2026 3:43 PM

Acara bertemakan Jalan Menjadi Hamba ini dibuka dengan pembacaan ayat suci Alquran, dilanjutkan pembacaan puisi berjudul Bunda Airmata karya Emha Ainun Najib oleh Ketua PC Salimah Punung. Sebelum menyampaikan materi kajian, Hj Sri Wijayanti mengucapkan Selamat Hari Ibu kepada ibu-ibu yang hadir.

Pada kesempatan tersebut, Hj Sri Widayanti menyampaikan beberapa hal, mulai dari kecenderungan sifat manusia, jalan hidup, prinsip menjadi hamba, hingga persoalan software berhala. Tentang kehidupan, Bu Sri menyampaikan puncak keberhasilan hidup manusia adalah menjadi sebaik-baik hamba Allah swt.

“Puncak keberhasilan hidup manusia bukan seberapa besar harta benda kita, atau seberapa tinggi jabatan kita, tetapi puncak keberhasilan kita adalah menjadi hamba Allah,” katanya.

Lebih lanjut, dia menuturkan perihal dua kecenderungan manusia yakni mencari kebahagiaan dan menghindari penderitaan. Adanya ujian, cobaan, dan musibah, semata-mata yang terbaik bagi manusia.

Maka, tidak ada sesuatu yang buruk, hanya saja manusia yang salah dalam menyikapinya. Orang-orang yang beriman pasti bisa melihat keindahan dari peristiwa yang terjadi dalam episode kehidupannya dengan sabar dan lapang dada.

“Saat senang maupun sedih, kembali pada Allah. Sebaik-baik pemberi solusi itu Allah, tidak ada yang lain. Maka sedih sewajarnya, senang sewajarnya. Tidak ada masalah yang besar, tetapi Allah yang Maha Besar. Maka, kalau kita ditimpa ujian banyak beristigfar, minta petunjuk pada Allah, dan selalu mengingat Allah,” tuturnya.

Selain itu, dia menyampaikan ada dua jalan yang dilalui manusia, yakni jalan kesenangan dan jalan ketenangan. Pertama, jalan kesenangan. Menurutnya, jalan ini banyak dipilih manusia dan menjadikan dunia sebagai tujuan. Padahal, hidup di dunia hanya sementara dan kesenangan dunia bersifat semu dan menipu.

Di samping itu, tabiat manusia yang tidak pernah puas menyebabkan mereka cenderung memiliki banyak keinginan. Maka, manusia harus bisa menahan diri dan nafsunya, dengan diam sejenak dan tidak terburu-buru mengambil keputusan.

Kedua, jalan ketenangan. Jalan ini yang benar-benar diridai Allah swt. Allah akan memberikan solusi dalam kondisi hati yang tenang. Hati yang tenang didapatkan dengan selalu berzikir dan beristighfar.

“Allah itu selalu ada dalam suka duka. Selama kita mendekat, Allah tidak akan meninggalkan kita. Dengan jalan ini, Allah akan memberikan solusi, rezeki, dan kebahagiaan,” ungkapnya.

Diakhir kajian, Bu Sri menyampaikan tiga prinsip menjadi hamba, yaitu maksud, zuhud, dan sujud. Maksud, manusia harus memiliki tujuan, titik tumpu, maupun kecenderungan bahwa tempat bersandar hanyalah Allah. Manusia berasal dari Allah dan kembali padaNya. Dia pun menjelaskan perihal software berhala.

Sofware berhala yang dia maksud adalah sesuatu yang membuat manusia tenang padahal itu sifatnya materi.

“Kadang ada pikiran, kita tenang kalau kita memiliki sesuatu misalnya uang banyak, isi rekening banyak, beras banyak. Itu namanya software berhala,” katanya.

Menurutnya, pemikiran ini kurang pas karena yang mencukupkan segalanya ialah Allah swt. Banyak itu belum tentu puas, sedikit belum tentu membuat kita sedih. Karena keberkahan itu bukan terletak pada banyak atau sedikit. Banyak belum tentu berkah, sedikit belum tentu tidak berkah.

Tags: Hari IbuKabupaten PacitanPD Salimah Pacitan
Herlianto A

Herlianto A

Related Stories

Tradisi Ngarak Banteng.

22 Juni 2026, Tradisi Ngarak Banteng Empu Supo XVIII Siap Ramaikan Songgoriti Kota Batu

by Dwi Linda
15/06/2026 4:31 PM
0

BATU, Tugujatim.id - Kota Batu terkenal dengan destinasi wisata pegunungan dengan panorama alam yang memikat. Memasuki bulan Suro dalam penanggalan...

Bus Trans Jatim Kepanjen-Arjosari.

15 Armada Siap Mengaspal, Bus Trans Jatim Kepanjen-Arjosari Beroperasi Oktober 2026

by Dwi Linda
15/06/2026 3:43 PM
0

MALANG, Tugujatim.id - Kabar baik bagi masyarakat Malang Raya, khususnya pengguna transportasi umum. Pemerintah Provinsi Jawa Timur tengah mempersiapkan penambahan...

Tuban

Pria Paruh Baya di Tuban Ditemukan Bersimbah Darah, Polisi Buru Pelaku Penganiayaan

by Mochamad Abdurrochim
15/06/2026 12:30 PM
0

TUBAN, Tugujatim.id – Seorang pria paruh baya di Kabupaten Tuban ditemukan tergeletak di tanah dengan kondisi bersimbah darah usai diduga...

Cuaca di Jawa Timur

Kabut, Hujan Ringan, dan Dominasi Cerah Warnai Cuaca di Jawa Timur Senin 15 Juni 2026.

by Mochamad Abdurrochim
15/06/2026 9:40 AM
0

Tugujatim.id - Cuaca di Jawa Timur pada Senin (15/06/2026) menunjukkan variasi kondisi yang cukup kontras, mulai dari kabut, udara kabur,...

Next Post
Pemeran sinetron TMTM beradegan saling peluk di depan anak-anak pengungsi korban bencana erupsi Gunung Semeru.

Syuting depan Pengungsi Semeru, Produser Sinetron TMTM Dikecam

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID