• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Batu bata merah. (Foto: Mila Arinda/Tugu Jatim)

Proses percetakan batu bata merah oleh para perajin di Desa Mojo, Kecamatan Kalitidu, Kabupaten Bojonegoro. (Foto: Mila Arinda/Tugu Jatim)

Musim Hujan, Produksi Batu Bata Merah di Bojonegoro Menurun 50 Persen

Dwi Lindawati by Dwi Lindawati
5 years ago
in News
0
Share on FacebookShare on Twitter

BOJONEGORO, Tugujatim.id – Musim hujan yang melanda beberapa wilayah di Indonesia, termasuk di Bojonegoro, menjadi tantangan tersendiri bagi perajin batu bata merah. Tak tanggung-tanggung, bahkan mereka mengaku pasrah ketika produksinya menurun hingga 50 persen.

Seperti diungkapkan Yanto, salah satu perajin batu bata merah di Desa Mojo, Kecamatan Kalitidu, Kabupaten Bojonegoro ini. Musim hujan mengakibatkan berkurangnya panas matahari berdampak pada penurunan produksi batu bata secara drastis.

You might also like

Bareng Rakyat.

Bareng Rakyat Rampungkan Kepengurusan di 31 Kecamatan Jember

21/07/2026 3:21 PM
Mahasiswa

Mahasiswa Asal Situbondo Tewas Terlindas Truk di Gending, Diduga Gagal Mendahului

21/07/2026 3:00 PM

“Musim sangat berpengaruh karena kami memang membutuhkan panas matahari, jadi bergantung pada alam untuk membuat batu bata merah,” jelas Yanto pada Sabtu (01/01/2022).

Saat musim panas, pengeringan tanah liat yang merupakan bahan dasar batu bata merah itu membutuhkan waktu selama 1-2 minggu di bawah sinar matahari sehingga Yanto bersama rekan kerjanya bisa menghasilkan 20 ribu hingga 30 ribu batu bata setiap bulannya.

Batu bata merah. (Foto: Mila Arinda/Tugu Jatim)
Proses pengeringan batu bata merah oleh para perajin di Desa Mojo, Kecamatan Kalitidu, Kabupaten Bojonegoro. (Foto: Mila Arinda/Tugu Jatim)

“Tanah liat yang sudah dicetak itu dijemur dulu, setelah itu baru masuk proses pembakaran. Kalau kemarau panasnya bisa seharian sehingga pengeringan cuma butuh waktu selama seminggu,” ungkapnya.

Sementara sata musim hujan, pengeringan tanah liat membutuhkan waktu yang cukup lama, yaitu mencapai 3 minggu bahkan bisa lebih tergantung situasi cuaca dan panas matahari. Hal tersebut mengakibatkan penurunan drastis hingga 50 persen dengan hasil memproduksi sekitar 10 ribu-15 ribu batu bata merah.

Penurunan produksi tersebut tentu berpengaruh terhadap penghasilan yang didapatnya karena penjualan juga mengalami penurunan. Keadaan yang berlangsung saat ini membuat Yanto hanya bisa pasrah.

“Ya pasrah saja, semoga saja curah hujan tidak terlalu tinggi,” harapnya.

Tags: Batu bata merahberita BojonegoroBerita terkinicurah hujan tinggiKabupaten Bojonegoromusim hujanperajinPerajin batu bataPerajin batu bata merahProduksi batu bata merah di Bojonegoro
Dwi Lindawati

Dwi Lindawati

Related Stories

Bareng Rakyat.

Bareng Rakyat Rampungkan Kepengurusan di 31 Kecamatan Jember

by Dwi Linda
21/07/2026 3:21 PM
0

JEMBER, Tugujatim.id - Organisasi kemasyarakatan Bareng Rakyat merampungkan pembentukan kepengurusan di seluruh 31 kecamatan di Kabupaten Jember, Minggu (20/07/2026). Pencapaian...

Mahasiswa

Mahasiswa Asal Situbondo Tewas Terlindas Truk di Gending, Diduga Gagal Mendahului

by Mochamad Abdurrochim
21/07/2026 3:00 PM
0

PROBOLINGGO, Tugujatim.id - Kecelakaan lalu lintas maut terjadi di Jalan Raya Desa Sebaung, Kecamatan Gending, Kabupaten Probolinggo, Senin (20/07/2026) sekitar...

Muktamar

Pesantren Tambakberas Jombang Disterilkan, Golf Cart dan Becak Listrik Disiagakan untuk Muktamar NU

by Mochamad Abdurrochim
21/07/2026 11:17 AM
0

JOMBANG, Tugujatim.id – Alih-alih kendaraan bermotor, panitia gelaran Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas Jombang...

Jawa Timur

Cuaca Jawa Timur Hari Ini Bikin Waspada, Dari Kabut Pekat hingga Hujan dan Angin Kencang Mengintai

by Mochamad Abdurrochim
21/07/2026 10:00 AM
0

Tugujatim.id - Cuaca di Jawa Timur pada Selasa (21/07/2026) bergerak dinamis dengan pola yang tidak merata di banyak daerah. Sejumlah...

Next Post
Penghapusan PR. (Foto: Dispendik Kabupaten Pasuruan/Tugu Jatim)

Wacana Penghapusan PR untuk Siswa di Kabupaten Pasuruan Kembali Mencuat

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID