• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Batu bata merah. (Foto: Mila Arinda/Tugu Jatim)

Proses percetakan batu bata merah oleh para perajin di Desa Mojo, Kecamatan Kalitidu, Kabupaten Bojonegoro. (Foto: Mila Arinda/Tugu Jatim)

Musim Hujan, Produksi Batu Bata Merah di Bojonegoro Menurun 50 Persen

Dwi Lindawati by Dwi Lindawati
5 years ago
in News
0
Share on FacebookShare on Twitter

BOJONEGORO, Tugujatim.id – Musim hujan yang melanda beberapa wilayah di Indonesia, termasuk di Bojonegoro, menjadi tantangan tersendiri bagi perajin batu bata merah. Tak tanggung-tanggung, bahkan mereka mengaku pasrah ketika produksinya menurun hingga 50 persen.

Seperti diungkapkan Yanto, salah satu perajin batu bata merah di Desa Mojo, Kecamatan Kalitidu, Kabupaten Bojonegoro ini. Musim hujan mengakibatkan berkurangnya panas matahari berdampak pada penurunan produksi batu bata secara drastis.

You might also like

Rumah doa.

DPRD Kabupaten Pasuruan Terima Aduan Warga Tolak Dugaan Rumah Doa Ilegal di Bangil

20/07/2026 9:04 PM
Piala Dunia 2026.

Spanyol Juara Piala Dunia 2026, Ribuan Warga Nobar di Sidoarjo Senang Berhadiah Umrah hingga Sepeda Gunung

20/07/2026 6:05 PM

“Musim sangat berpengaruh karena kami memang membutuhkan panas matahari, jadi bergantung pada alam untuk membuat batu bata merah,” jelas Yanto pada Sabtu (01/01/2022).

Saat musim panas, pengeringan tanah liat yang merupakan bahan dasar batu bata merah itu membutuhkan waktu selama 1-2 minggu di bawah sinar matahari sehingga Yanto bersama rekan kerjanya bisa menghasilkan 20 ribu hingga 30 ribu batu bata setiap bulannya.

Batu bata merah. (Foto: Mila Arinda/Tugu Jatim)
Proses pengeringan batu bata merah oleh para perajin di Desa Mojo, Kecamatan Kalitidu, Kabupaten Bojonegoro. (Foto: Mila Arinda/Tugu Jatim)

“Tanah liat yang sudah dicetak itu dijemur dulu, setelah itu baru masuk proses pembakaran. Kalau kemarau panasnya bisa seharian sehingga pengeringan cuma butuh waktu selama seminggu,” ungkapnya.

Sementara sata musim hujan, pengeringan tanah liat membutuhkan waktu yang cukup lama, yaitu mencapai 3 minggu bahkan bisa lebih tergantung situasi cuaca dan panas matahari. Hal tersebut mengakibatkan penurunan drastis hingga 50 persen dengan hasil memproduksi sekitar 10 ribu-15 ribu batu bata merah.

Penurunan produksi tersebut tentu berpengaruh terhadap penghasilan yang didapatnya karena penjualan juga mengalami penurunan. Keadaan yang berlangsung saat ini membuat Yanto hanya bisa pasrah.

“Ya pasrah saja, semoga saja curah hujan tidak terlalu tinggi,” harapnya.

Tags: Batu bata merahberita BojonegoroBerita terkinicurah hujan tinggiKabupaten Bojonegoromusim hujanperajinPerajin batu bataPerajin batu bata merahProduksi batu bata merah di Bojonegoro
Dwi Lindawati

Dwi Lindawati

Related Stories

Rumah doa.

DPRD Kabupaten Pasuruan Terima Aduan Warga Tolak Dugaan Rumah Doa Ilegal di Bangil

by Dwi Linda
20/07/2026 9:04 PM
0

PASURUAN, Tugujatim.id - Perwakilan warga Lingkungan Sukalipura, Kelurahan Dermo, Kecamatan Bangil, mendatangi kantor DPRD Kabupaten Pasuruan untuk audiensi pada Senin...

Piala Dunia 2026.

Spanyol Juara Piala Dunia 2026, Ribuan Warga Nobar di Sidoarjo Senang Berhadiah Umrah hingga Sepeda Gunung

by Dwi Linda
20/07/2026 6:05 PM
0

SIDOARJO, Tugujatim.id – Ribuan warga memadati Jalan Cokronegoro di depan Pendopo Delta Wibawa, Kabupaten Sidoarjo, Senin dini hari (20/07/2026). Mereka...

Pungli.

Kasus Dugaan Pungli Sewa Lahan Pemkot Surabaya, LPMK Kalijudan Janji Kembalikan Uang Pedagang

by Dwi Linda
20/07/2026 5:18 PM
0

SURABAYA, Tugujatim.id - Kelurahan Kalijudan, Surabaya, menggelar pertemuan bersama LPMK Kalijudan dan para pedagang kali lima (PKL) terkait kasus pungutan...

Jembatan Sonokembang.

Jembatan Sonokembang Kota Malang Mulai Dibuka, Truk Tronton Bakal Dilarang Melintas

by Dwi Linda
20/07/2026 5:01 PM
0

MALANG, Tugujatim.id – Jembatan Sonokembang di Kota Malang, Jatim, kini mulai dibuka untuk masyarakat meski proses pembangunannya masih menyisakan tahap...

Next Post
Penghapusan PR. (Foto: Dispendik Kabupaten Pasuruan/Tugu Jatim)

Wacana Penghapusan PR untuk Siswa di Kabupaten Pasuruan Kembali Mencuat

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID