• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Tugu Jatim

dr Catherin Pipit Hapsari yang didampingi Santoso, kuasa hukumnya usai diperiksa Satreskrim Polres Kediri Kota, Jumat (4/3). (Setyo/Tugu Jatim)

Kepada Penyidik, dr Catherina Akui Ada Kata-kata Pistol saat Dipanggil Sekda dan Inspektorat Soal Dugaan Sertifikat Vaksin Fiktif

Redaksi by Redaksi
4 years ago
in News
0
Share on FacebookShare on Twitter

KEDIRI, Tugujatim- Salah seorang dokter di RSUD Gambiran Kota Kediri, dr. Catherina Pipit Hapsari, memenuhi panggilan Satreskrim Polres Kediri Kota, Jumat (4/3) siang. Pemanggilan ini berkaitan dengan laporannya mengenai dugaan rekayasa data vaksinasi di RSUD Gambiran.

Cathrina bersama Santoso, kuasa hukum memasuki ruang pemeriksaan pukul 13.00 WIB. Dan keluar dari ruang pidana umum Satreskrim sekitar pukul 17.00 WIB. Pemeriksaan yang dilakukan kepolisian sekitar 4 jam tersebut berkaitan dengan kesaksiannya tentang kronologi terbitnya sertifikat vaksin atas nama tiga orang pada 1 Februari 2022 di RSUD Gambiran.

You might also like

Cuaca di Jawa Timur.

Hujan Ringan dan Udara Kabur Dominasi Cuaca di Jawa Timur 13 Juni 2026, Waspadai Kelembapan Tinggi dan Jarak Pandang

13/06/2026 8:58 AM
Santri

Terkendala Gelombang Tinggi, Pencarian Hari Kedua Santri Terseret Ombak di Blitar Nihil

12/06/2026 8:54 PM

Dalam kesempatan tersebut, Santoso meminta kepolisian memanggil Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Kediri Bagus Alit dan Kepala Inspektorat Kota Kediri Wahyu Kusuma Wardhani untuk dipanggil dan dimintai keterangan.

“Kami tadi menyarankan pada penyidik untuk memanggil inspektorat dan juga Sekda untuk dimintai keterangan, karena interogasi klien kami kan di ruang khusus Sekretariat Daerah di Balai Kota Kediri”, terang Santoso.

Menurutnya, Catherina memang telah dipanggil oleh Kepala Inspektorat Kota Kediri, Wahyu Kusuma. Inspektorat pun, kata Santoso, juga telah memanggil tiga orang yang menerima sertifikat vaksin fiktif tersebut. Hal ini semua telah diterangkan oleh dr Catherina kepada penyidik Satreskrim Polres Kediri Kota.

“Dari ketiga penerima sertifikat vaksin itu, klien kami, dr Catherina itu sama sekali tidak kenal, tapi klien kami dipojokkan, dengan adanya interogasi, disuruh membuat surat pernyataan, kan memojokkan, padahal tanggal 1 Februari itu (saat sertifikat vaksin terbit), sedang tidak ada di RSUD Gambiran, sedang tidak bertugas vaksin, ini kan aneh dan tanda tanya besar?”, lanjut Santoso.

Santoso menambahkan ketika kliennya dipanggil Inspektorat Kota Kediri, ada kalimat yang dinilai mengancam dr Catherina.

“Ada kata-kata yang menurut kami memojokkan dan menuduh, sekaligus mengancam dengan kalimat seperti ini: sebab bisa saja saudara mengelak, karena kami tidak memegang pistol, lain kalau yang meminta keterangan ini aparat penegak hukum yang memegang pistol, nggak perlu kan seperti itu? Kok ada ancaman seperti itu?”, tegasnya.

Ditanya terkait pemeriksaan di Satreskrim, Santoso menjelaskan bahwa ada 17 pertanyaan dari penyidik kepada Catherina. Santoso berkeyakinan bahwa penyidik Polres Kediri Kota dapat bekerja secara profesional untuk mengungkap siapa pelaku dari entry data vaksinasi di RSUD Gambiran.

Seperti diberitakan sebelumnya, dr. Catherina Pipit Hapsari, melaporkan dugaan rekayasa data di aplikasi PCare vaksin di RSUD Gambiran, Kota Kediri ke Mapolres Kediri Kota pada, Jumat (25/2). Dokter Catherina menjelaskan dugaan rekayasa data tersebut setelah adanya data masuk sistem PCare tiga orang dewasa dosis pertama dengan jenis vaksin Sinovac pada 1 Februari 2022. Padahal di tanggal tersebut bertepatan dengan hari libur nasional, Hari Imlek, sehingga tidak ada kegiatan vaksinasi di RSUD Gambiran, Kota Kediri.

 

 

—
Terima kasih sudah membaca artikel kami. Ikuti media sosial kami yakni Instagram @tugujatim , Facebook Tugu Jatim , 
Youtube Tugu Jatim ID , dan Twitter @tugujatim

 

 

Tags: KediriPenyidik SatreskrimPolres Kediri KotaRSUD GambiranSertifikat vaksin fiktifVaksin Fiktif
Redaksi

Redaksi

Related Stories

Cuaca di Jawa Timur.

Hujan Ringan dan Udara Kabur Dominasi Cuaca di Jawa Timur 13 Juni 2026, Waspadai Kelembapan Tinggi dan Jarak Pandang

by Dwi Linda
13/06/2026 8:58 AM
0

Tugujatim.id - Cuaca di Jawa Timur pada Sabtu (13/06/2026) didominasi hujan ringan, udara kabur, dan kondisi berawan di berbagai wilayah....

Santri

Terkendala Gelombang Tinggi, Pencarian Hari Kedua Santri Terseret Ombak di Blitar Nihil

by Mochamad Abdurrochim
12/06/2026 8:54 PM
0

BLITAR, Tugujatim.id - Operasi pencarian terhadap santri asal Kabupaten Kediri yang terseret ombak di Pantai Pangi, Desa Tumpakkepuh, Kecamatan Bakung,...

Bediding

Fenomena Bediding 2026: Kenapa Suhu Malam hingga Dini Hari Terasa Lebih Dingin Saat Musim Kemarau?

by Mochamad Abdurrochim
12/06/2026 8:22 PM
0

Tugujatim.id - Masyarakat di sejumlah wilayah Indonesia bagian selatan mulai merasakan perubahan suhu udara yang lebih dingin dalam beberapa hari...

DPRD Surabaya.

Warga Ketar-ketir, DPRD Surabaya Tegaskan Kenaikan Pertamax Bukan Alasan Utama Harga Barang Naik

by Dwi Linda
12/06/2026 6:33 PM
0

SURABAYA, Tugujatim.id - Menyikapi kenaikan harga Pertamax, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Surabaya melihat adanya penyesuaian tersebut tidak serta...

Next Post
Pemilu 2024. (Foto: mpr.go.id/Tugu Jatim)

Gulirkan Penundaan Pemilu 2024, Lembaga Survei Indopol: Partai Politik Tak Siap Hadapi Pemilihan Umum

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID