• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Kejurnas Jateng Open 2022. (Foto: Dokumen/Tugu Jatim)

Faustina Fani (Nomor dada 491), peraih medali emas dan perak di Kejurnas Atletik Jateng Open 2022, Kamis (03/03/2022). (Foto: Dokumen)

Faustina Fani, Mahasiswi UM Sabet Medali Emas dan Perak Cabang Atletik di Kejurnas Jateng Open 2022

Dwi Lindawati by Dwi Lindawati
4 years ago
in Featured
0
Share on FacebookShare on Twitter

MALANG, Tugujatim.id – Barangkali semua atlet memiliki impian untuk selalu meraih medali emas dalam setiap kejuaraan olahraga. Tapi hal yang sebaliknya dan unik malah dipikirkan Faustina Fani, 21, atlet cabor atletik asal Kota Malang sekaligus mahasiswi UM, ini yang bertanding dalam Kejurnas Jateng Open 2022. Dia tak muluk-muluk ingin meraih medali emas, hanya ingin memecahkan rekor catatan waktu terbaik saja. Seperti apa kisahnya hingga berhasil meraih medali emas?

Bagi Fani, mendapatkan medali hanya bonus bagi seorang atlet jika itu tak menjadi target utama. Karena itu, dia mengaku bersyukur bisa meraih 1 medali emas estafet 4 x 400 meter dan 1 medali perak individu 400 meter Kejurnas Jateng Open 2022 di Stadion Trilomba Juang Mugas Semarang yang berakhir pada Kamis (03/03/2022).

You might also like

Teras Semeru.

Mengenal Muhammad Syafi’i, Santri Sukses Berdayakan Warga Kampung berkat Rumah Makan Teras Semeru Lumajang yang Viral

06/07/2026 5:13 PM
Blitar

Kisah Anak Buruh Setrika di Kota Blitar Menjemput Asa Lewat Sekolah Rakyat

26/06/2026 10:54 PM

“Tentu senang dapat medali emas dan perak karena ini di luar ekspektasi. Target saya tidak jadi juara. Target saya cuma pecahkan catatan waktu terbaik. Jadi juara adalah bonus,” kata Fani.

Dalam kejuaraan bergengsi ini, Fani mengaku sempat jatuh sakit menjelang pertandingan. Dia sempat demam tinggi selama 2 pekan sebelum bertanding. Hal itu tentu membuatnya tak bisa mengoptimalkan waktu latihan.

Usai kembali pulih, Fani lantas segera berlatih keras agar bisa mengimbangi kawan-kawan seperjuangannya. Lantaran, dia juga masuk dalam daftar tim beregu estafet 4 x 400 meter perwakilan Kota Malang dalam kejuaraan ini.

“Setelah sembuh, saya latihan serius, prosesnya cukup keras. Karena saya abis sakit demam dan flu, jadi persiapannya agak ngebut banget untuk mengembalikan kondisi,” bebernya.

Beruntung ketika pertandingan berlangsung, Fani tak mengalami kendala. Hingga akhirnya dia bersama Jingga Eka, Dihanis Arsita, dan Maudy Awanda bisa meraih medali emas estafet 4 x 400 meter di Kejurnas Jateng Open 2022.

Bahkan, Fani juga berhasil meraih medali perak individu 400 meter juga dalam Kejurnas Jateng Open 2022. Tentu dua medali ini menjadi hadiah kebanggaan untuk Kota Malang dan menjadi modal menyongsong kejuaraan Proprov 2022.

Fani yang telah menjadi pelari sejak duduk di bangku sekolah dasar kelas 5 ini tercatat merupakan aset terbaik milik Kota Malang. Dalam 3 tahun terakhir saja, dia tercatat pernah meraih 1 medali emas estafet 4 x 400 meter dan 1 medali emas individu 400 meter dalam Kejurda 2021 di Surabaya.

Di Porprov 2019, Fani juga menyabet 3 medali sekaligus. Yakni, 1 medali emas estafet 4 x 400 meter, 1 medali emas individu 400 meter, dan 1 medali perak individu 800 meter. Selanjutnya, 1 medali perunggu individu 400 meter Popnas 2019 juga dipersembahkan untuk Kota Malang.

“Konsisten dalam latihan adalah salah satu kuncinya karena mempertahankan gelar itu lebih sulit daripada mendapatkannya,” ujar atlet yang merupakan mahasiswa Universitas Negeri Malang (UM) itu.

Tentu prestasi mentereng yang diraih Fani tak semudah membalikkan telapak tangan. Dia harus berjibaku mengelola waktu dengan akurat antara latihan dan kuliah. Sebagai seorang atlet, Fani tetap mengedepankan keberlangsungan pendidikannya.

Namun beberapa waktu terakhir, Fani sedikit diuntungkan dengan adanya kebijakan perkuliahan hybrid (gabungan online dan offline). Dia pun bisa mengambil kuliah online ketika harus mempersiapkan diri dalam suatu kejuaraan.

“Kesulitannya itu memang kalau waktu latihan bentrok dengan waktu kuliah. Tapi kalau kuliahnya bisa ditinggal, biasanya saya tinggal. Berhubung saat ini lagi hybrid, jadi bisa online atau offline. Saya ambil yang kelas online untuk latihan,” kata mahasiswa jurusan psikologi UM itu.

Selain itu, Fani saat ini lebih bisa mengontrol dan mengatur intensitas latihannya dengan baik. Lantaran, cedera hamstringnya di masa masih duduk di bangku SMP menjadi pelajaran berharga baginya.

Saat itu dia mengaku cedera hamstring karena tak bisa menjaga intensitas latihannya. Dia mengatakan, cedera karena terlalu keras dalam berlatih. Hal itu justru membuatnya tumbang sebelum bertanding. Dia harus recovery beberapa bulan untuk bisa kembali pulih.

“Ketika cedera, itu dampaknya ke psikis, jadi lebih ke mental. Takut gak maksimal hingga takut nanti gak bisa normal lagi,” katanya.

Untuk itu, saat ini Fani lebih mengedepankan dan memperhatikan batas kemampuan fisiknya dalam berlatih. Hasilnya, cedera tak pernah lagi dia alami hinga saat ini.

“Tetap semangat dan jangan lengah. Lakukan yang terbaik untuk diri sendiri demi Kota Malang,” tutupnya.

 

—
Terima kasih sudah membaca artikel kami. Ikuti media sosial kami yakni Instagram @tugujatim , Facebook Tugu Jatim , 
Youtube Tugu Jatim ID , dan Twitter @tugujatim

 

 

Tags: Atlet AtletikAtlet Kota MalangAtletikBerita Kota MalangJatengKampus UMKejuaraan atletikKejurnas Jateng Open 2022Mahasiswi UMUM
Dwi Lindawati

Dwi Lindawati

Related Stories

Teras Semeru.

Mengenal Muhammad Syafi’i, Santri Sukses Berdayakan Warga Kampung berkat Rumah Makan Teras Semeru Lumajang yang Viral

by Dwi Linda
06/07/2026 5:13 PM
0

LUMAJANG, Tugujatim.id – Di balik meroketnya angka kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) di Kabupaten Lumajang selama libur Lebaran 2026, ada satu...

Blitar

Kisah Anak Buruh Setrika di Kota Blitar Menjemput Asa Lewat Sekolah Rakyat

by Mochamad Abdurrochim
26/06/2026 10:54 PM
0

"Sedih rasanya melihat teman-teman lain berseragam. Tapi saya harus sabar, menepi dulu demi bantu orang tua. Saya jualan es teh....

Sekolah Rakyat.

Menolak Padam, Asa Baru Silvia dan “The Invisible People” dari Bangku Sekolah Rakyat

by Dwi Linda
26/06/2026 5:47 PM
0

"Ada banyak pahlawan dalam kamus hidup Silvia Putri Cahyani, pelajar 14 tahun di Kota Batu, Jawa Timur. Paman dan bibinya,...

Bupati Sidoarjo.

Terharu! Bocah Usia 7 Tahun Luka Bakar 46 Persen, Bupati Sidoarjo Subandi Siapkan Pengobatan hingga Pekerjaan untuk sang Ayah

by Dwi Linda
16/06/2026 9:24 PM
0

SIDOARJO, Tugujatim.id – Bupati Sidoarjo H. Subandi menjenguk Izzan, 7, bocah yang mengalami luka bakar hingga 46 persen dan kini...

Next Post
Beli minyak goreng. (Foto: Laoh Mahfud/Tugu Jatim)

Minimarket Belum Buka, Warga Pasuruan Rela Antre Mengular Pagi-Pagi Beli Minyak Goreng

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID