TUBAN, Tugujatim.id – Ramadan baru dimulai, diikuti harga aneka kebutuhan pokok di Pasar Tradisional Tuban melambung tinggi. Salah satu yang paling mencolok adalah harga cabai rawit yang menyentuh Rp120 Ribu per Kg.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tuban menyiapkan sejumlah strategi untuk menekan lonjakan harga cabai, karena memang kenaikan tersebut mulai dikeluhkan, terutama oleh para ibu rumah tangga yang bergantung pada bumbu dapur untuk kebutuhan sehari-hari.
Bahan Pokok Penting Tuban Aman
Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekda Kabupaten Tuban, Endro Budi Sulistyo mengatakan kenaikan harga bahan pokok memang hampir terjadi di seluruh wilayah, terutama menjelang puasa dan Idulfitri. Namun dipastikan bahwa stok Bahan Pokok Penting (Bapokting) di Tuban masih aman.
“Kami sudah melakukan evaluasi, dan hasilnya stok Bapokting masih sangat cukup. Tidak ada kelangkaan yang perlu dikhawatirkan. Jangan sampai ada panic buying. Belanjalah sesuai kebutuhan agar harga tetap stabil dan tidak semakin naik,” terang Endro Budi Sulistyo, Selasa (4/3/2025).
Sebagai langkah konkret, Pemkab Tuban menggelar pasar murah terpusat di kantor pos di enam kecamatan, yakni Tuban, Singgahan, Rengel, Tambakboyo, Jatirogo dan Bangilan. Program ini berlangsung mulai 25 Februari hingga 28 Maret, dengan jam operasional 08.00–11.00 WIB, sesuai arahan dari Badan Pangan Nasional (Bapanas).
BACA JUGA: Harga Cabai Rawit di Tuban Makin ‘Pedas’ Setara Daging Sapi Segar
Di pasar murah ini, masyarakat bisa mendapatkan kebutuhan pokok seperti beras, gula, minyak goreng Minyakita, hingga daging dengan harga lebih terjangkau.
“Kami membuka gerai pasar murah setiap hari di kantor pos hingga akhir Maret. Harapannya, masyarakat bisa mendapatkan bahan pokok dengan harga lebih terkendali,” jelasnya.
Program ini juga mendapat dukungan penuh dari Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID). Pihaknya juga akan terus melakukan monitoring dan evaluasi terhadap operasi pasar untuk memastikan harga tetap stabil dan tidak ada spekulasi liar.
Endro juga menyoroti bahwa lonjakan harga ini bukan semata-mata karena kelangkaan stok, melainkan lebih banyak dipengaruhi oleh mekanisme pasar yang memanfaatkan momen Ramadan dan Idulfitri.
“Banyak pihak yang memanfaatkan momentum ini untuk menaikkan harga, baik di tingkat pedagang maupun distributor,” ungkapnya.
BACA JUGA: Bulog Jember Serap Gabah dan Beras Petani 5.260 Ton
Meski demikian, ia menegaskan bahwa stok di tingkat distributor dan pasar masih mencukupi, sehingga masyarakat tidak perlu khawatir berlebihan.
“Stok cukup, suplai juga masih lancar. Jadi seharusnya tidak ada alasan untuk panik,” tandasnya.
Dengan berbagai upaya ini, Pemkab Tuban berharap harga bahan pokok, terutama bumbu dapur, bisa kembali stabil dan tetap terjangkau bagi masyarakat. Akankah strategi ini efektif? Warga Tuban tentu berharap demikian.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Reporter : Mochamad Abdurrochim
Editor: Darmadi Sasongko








