Tugujatim.id – “Hutan adalah sumber paru-paru dunia”. Ungkapan ini adalah untuk menggambarkan betapa pentingnya manfaat hutan bagi kehidupan manusia. Dengan adanya hutan, manusia diharapkan terus menjaga ekosistem dan lingkungan untuk membantu keberlangsungan hidup semua umat. Ngomongin soal hutan, tahukah Anda jika setiap 21 Maret itu adalah peringatan Hari Hutan Sedunia? Gimana ya sejarah adanya peringatan ini?
Dilansir dari merdeka.com, jika melihat realita saat ini, keberadaan ekosistem hutan justru diabaikan manusia. Buktinya, tak jarang terjadi kebakaran hutan, penebangan hutan liar, hingga alih fungsi hutan yang justru terjadi secara besar-besaran. Hal ini tentu membawa dampak bagi kehidupan manusia, seperti adanya banjir dan tanah longsor karena tidak ada lagi peran hutan dalam menahan bencana dan resapan air ketika hujan lebat.
Bahkan, Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB) telah mengumumkan bahwa Hari Hutan Sedunia pada 2022 ini bertemakan “Hutan dan Produksi dan Konsumsi Berkelanjutan”. Tema ini memfokuskan pada kelestarian kayu-kayu secara berkelanjutan untuk kehidupan bersama. Artinya, masyarakat perlu merenungkan kembali untuk menjaga hutan agar lingkungan lebih baik ke depannya.
Sejarah Hari Hutan Sedunia
PBB melalui resolusi PBB 67/200 yang berlangsung pada 21 Desember 2012, turut menetapkan Hari Hutan Sedunia jatuh pada 21 Maret. PBB menjelaskan, tujuan diadakannya Hari Hutan Sedunia yaitu untuk menyadarkan masyarakat bahwa sangat penting menjaga hutan dan melestarikannya.
Dilansir dari www idntimes.com, meski beberapa tahun belakangan ini baru diresmikan, peringatan World Forestry Day atau Hari Hutan Sedunia masih sangat asing bagi sebagian orang. Hari Hutan Sedunia jatuh setiap 21 Maret. Untuk peringatan kali pertama terjadi pada 21 Maret 2013.
Organisasi Pangan dan Pertanian PBB mengatakan, setiap tahun dunia kehilangan sekitar 10 hektare hutan yang berasal dari berbagai aktivitas nakal seperti deforestasi dan kebakaran hutan. Hal itu berdampak pada ekosistem yang ada di dalamnya serta turut berpengaruh terhadap perubahan iklim. Baik dalam jangka waktu dekat maupun jangka waktu yang panjang dan juga dapat berpengaruh terhadap kehidupan makhluk hidup di dunia.
Tingkatkan Kesadaran Manusia untuk Menjaga Kelestarian Hutan
Hutan memiliki peran penting dalam keberlangsungan makhluk hidup di muka bumi. Selain sumber oksigen, hutan juga memberikan banyak manfaat, baik dari segi ekonomi dalam hal manusia memanfaatkan hasil alam maupun segi kesehatan hutan sebagai tempat bertumbuh dan berkembang segala jenis tumbuhan sebagai bahan untuk obat-obatan. Karena itu, sangat penting untuk menjaga dan melestarikannya.
Melestarikan hutan adalah tanggung jawab bersama manusia, bukan hanya sekelompok orang. Maka dalam hal ini PBB sangat berharap dengan adanya peringatan Hari Hutan Sedunia ini dapat dipahami sebagai momentum untuk saling berbagi visi dan misi yang berkaitan dengan hutan, pohon, serta ekosistemnya yang ada di dalamnya.
Kesadaran bersama harus tumbuh dan dikembangkan agar tercipta iklim yang kondusif dalam keberlangsungan hidup. Dalam resolusinya, PBB sangat mendorong upaya berskala lokal hingga internasional dalam hal penyelenggaraan kegiatan yang menyangkut hutan dan pohon, seperti misalnya kampanye penanaman pohon. Tidak hanya itu, berbagai edukasi dan sosialisasi terus diupayakan semaksimal mungkin agar manusia di dunia memiliki kesadaran bahwa hutan memang memiliki peran penting dalam keberlangsungan seluruh makhluk hidup.
—
Terima kasih sudah membaca artikel kami. Ikuti media sosial kami yakni Instagram @tugujatim , Facebook Tugu Jatim ,
Youtube Tugu Jatim ID , dan Twitter @tugujatim







