• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Peternak sapi tradisional. (Foto: Mochamad Abdurrochim/Tugu Jatim)

Salah satu peternak tradisional di Tuban saat memberikan pakan pada hewan ternaknya, Selasa (17/05/2022). (Foto: Mochamad Abdurrochim/Tugu Jatim)

Wabah Virus PMK Bikin Resah Peternak Sapi Tradisional di Tuban

Dwi Lindawati by Dwi Lindawati
4 years ago
in News
0
Share on FacebookShare on Twitter

TUBAN, Tugujatim.id – Sejumlah peternak sapi tradisional di Kabupaten Tuban mulai resah terkait wabah penyakit mulut dan kuku (PMK). Mereka khawatir wabah virus PMK pada sapi yang melanda sejumlah daerah wilayah di Indonesia, termasuk di Jatim, yang terus meluas.

Meski begitu, berdasarkan data dari Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKPP) Tuban, sapi-sapi lokal setempat sampai saat ini masih terbebas dari penularan virus PMK. Kondisi tersebut salah satunya dirasakan para peternak sapi tradisional di Desa Kasiman, Kecamatan Kerek, Kabupaten Tuban.

You might also like

Tradisi Ngarak Banteng.

22 Juni 2026, Tradisi Ngarak Banteng Empu Supo XVIII Siap Ramaikan Songgoriti Kota Batu

15/06/2026 4:31 PM
Bus Trans Jatim Kepanjen-Arjosari.

15 Armada Siap Mengaspal, Bus Trans Jatim Kepanjen-Arjosari Beroperasi Oktober 2026

15/06/2026 3:43 PM

Supri, salah satu peternak sapi tradisional di Tuban mengatakan, meski penyebaran PMK belum ditemukan, tapi mereka telah menghindari interaksi dengan sapi pasar hewan. Sejak sepekan terakhir, dia mengatakan, para peternak hanya melakukan transaksi penjualan hasil panen dan membeli indukan dari peternak lokal, khususnya tetangga.

Dia melanjutkan, hal itu dilakukan karena dijamin soal perawatannya dengan memberikan makanan dan minuman yang cukup sesuai porsi serta menjaga kebersihan kandangnya.

“Pastinya khawatir, Mas. Ini kami transaksinya ya sementara. Kami beli milik peternak lokalan saja,” ungkap Supri yang juga seorang petani ini.

Peternak sapi tradisional. (Foto: Mochamad Abdurrochim/Tugu Jatim)
Sapi-sapi peternak tradisional di Kabupaten Tuban. (Foto: Mochamad Abdurrochim/Tugu Jatim)

Selain itu, rata-rata dari peternak setempat belum mengetahui cara menangani sapi jika terserang wabah PMK. Karena itu, mereka berharap pemerintah daerah setempat melakukan sosialisasi. Tujuannya agar peternak mengetahui cara penanganan pertama terhadap sapi jika terjangkit penyakit tersebut.

“Setidaknya ada penyuluhan dari dinas. Agar nanti kami juga tahu cara penanganan jika memang ditemukan kasus itu. Tapi semoga saja, di Tuban jangan sampai ada kasus,” harapnya.

Peternak sapi tradisional lainnya bernama Naslan saat dikonfirmasi mengaku, dia melakukan pertolongan pertama dengan memberikan jamu tradisional yang dibeli dari toko sekitar jika sapi sakit. Namun, jika sakit tak kunjung sembuh, maka langkah selanjutnya dipanggilkan dokter hewan.

“Kalau selama ini, jika ada sapi yang sakit, tak kasih jamu. Itu pun kalau masih saja sakit, ya tak panggilkan mantri (dokter hewan, red), Mas. Biar cepat sembuh,” terangnya.

 

 

—
Terima kasih sudah membaca artikel kami. Ikuti media sosial kami yakni Instagram @tugujatim , Facebook Tugu Jatim , 
Youtube Tugu Jatim ID , dan Twitter @tugujatim

 

 

Tags: Antisipasi PMKAntisipasi virus PMKBerita virus PMK pada ternakHewan terjangkit virus PMKHewan ternak diserang virus PMKKabupaten Tuban hari iniPeternak sapi tradisionalPeternak sapi tradisional di Kabupaten TubanTernak di Jatim terkena virus PMKVirus PMK di JatimVirus PMK di TubanVirus PMK pada hewan ternakWabah PMKWabah virus PMKWaspada PMK
Dwi Lindawati

Dwi Lindawati

Related Stories

Tradisi Ngarak Banteng.

22 Juni 2026, Tradisi Ngarak Banteng Empu Supo XVIII Siap Ramaikan Songgoriti Kota Batu

by Dwi Linda
15/06/2026 4:31 PM
0

BATU, Tugujatim.id - Kota Batu terkenal dengan destinasi wisata pegunungan dengan panorama alam yang memikat. Memasuki bulan Suro dalam penanggalan...

Bus Trans Jatim Kepanjen-Arjosari.

15 Armada Siap Mengaspal, Bus Trans Jatim Kepanjen-Arjosari Beroperasi Oktober 2026

by Dwi Linda
15/06/2026 3:43 PM
0

MALANG, Tugujatim.id - Kabar baik bagi masyarakat Malang Raya, khususnya pengguna transportasi umum. Pemerintah Provinsi Jawa Timur tengah mempersiapkan penambahan...

Tuban

Pria Paruh Baya di Tuban Ditemukan Bersimbah Darah, Polisi Buru Pelaku Penganiayaan

by Mochamad Abdurrochim
15/06/2026 12:30 PM
0

TUBAN, Tugujatim.id – Seorang pria paruh baya di Kabupaten Tuban ditemukan tergeletak di tanah dengan kondisi bersimbah darah usai diduga...

Cuaca di Jawa Timur

Kabut, Hujan Ringan, dan Dominasi Cerah Warnai Cuaca di Jawa Timur Senin 15 Juni 2026.

by Mochamad Abdurrochim
15/06/2026 9:40 AM
0

Tugujatim.id - Cuaca di Jawa Timur pada Senin (15/06/2026) menunjukkan variasi kondisi yang cukup kontras, mulai dari kabut, udara kabur,...

Next Post
UTBK Tahun 2022 sudah dimulai. Di UB Malang, total ada 19.487 peserta mengikuti UTBK di hari pertama, Selasa (17/5/2022).

UTBK 2022 Hari Pertama, Sebanyak 19.487 Peserta Bertarung di UB Malang

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID