• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Kampoeng Wisata Keramik Dinoyo, Kota Malang.

Kampoeng Wisata Keramik Dinoyo, Kota Malang. (Foto: Bayu Putra Pradana dan Shinta Alifia C. H.)

Kampoeng Wisata Keramik Dinoyo Malang, Sentra Industri yang Kini Sepi Pengunjung

Herlianto A by Herlianto A
4 years ago
in News
0
Share on FacebookShare on Twitter

MALANG, Tugujatim.id – Kampoeng Wisata Keramik Dinoyo, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang adalah sentra industri keramik yang ikonik di Kota Dingin ini. Sejak 1957, kampung ini sudah eksis dan dikenal sebagai penghasil gerabah dan perlengkapan rumah tangga. Namun kini, lokasi industri ini sudah jarang dikunjungi wisatawan meskipun produksinya terus jalan.

Menurut Syamsul Arifin, salah satu pemilik usaha kerajinan keramik di Dinoyo, seni kriya gerabah di Dinoyo ini memiliki sejarah cukup panjang dan diwariskan secara turun-temurun dari nenek moyang masyarakat di sana.

You might also like

Bojonegoro

Dijanjikan Rp1,4 Juta per Bulan, Pengelola Kopdes Merah Putih Bojonegoro Kecewa Terima Upah Minim

08/07/2026 5:15 PM
Pembunuhan ASN Bangkalan

Terduga Pelaku Pembunuhan ASN Bangkalan yang Diduga Beraksi Tipu Perempuan Bermodal Rayuan

08/07/2026 4:45 PM

Setelah keramik Cina masuk ke Indonesia, masyarakat lalu mengembangkan keramik mereka menjadi keramik semi porselen. Bahannya juga beralih dari tanah persawahan menjadi tanah liat putih.

“Sampai saat ini, pengrajin keramik di Dinoyo masih menggunakan perpaduan bahan tersebut untuk membuat keramik dengan kualitas yang bagus,” kata dia saat ditemui di kediamannya pada Kamis (9/6/2022).

Masyarakat Dinoyo merintis industri kerajinan keramik mereka secara rumahan. Seiring berjalannya waktu, usaha rumahan milik masyarakat yang mulanya bertempat tinggal di wilayah persawahan ini berkembang menjadi salah satu sentra industri di Kota Malang.

Pada tahun 1998, lanjut Syamsul, masyarakat merintis Kampoeng Wisata Keramik Dinoyo atas instruksi pemerintah secara bersama-sama sebagai tempat wisata dan edukasi bagi pengunjung baik dari dalam maupun luar Kota Malang.

ecf2585f 38d2 4b4a 80c7 cacf0d1ab206
Salah satu toko souvenir keramik di Kampoeng Wisata Keramik Dinoyo. (Foto: Bayu Putra Pradana dan Shinta Alifia C. H.)

Perkembangan selanjutnya pada tahun 2010, masyarakat Dinoyo membentuk paguyuban bagi pengrajin dan pedagang keramik Dinoyo. Paguyuban ini bertujuan menjaga komunikasi antar pengrajin dan pedagang keramik di Dinoyo, serta mampu mngembangkan industri kerajinan keramik bersama-sama.

Jumlah industri rumahan di Kampoeng Wisata Keramik Dinoyo mengalami perubahan dari awal berdiri hingga saat ini. Angkanya semakin menurun.

“Dulu pernah sampai 50-an pengrajin, tapi sekarang ada kurang lebih 23”, imbuh Syamsul.

Dia mengatakan bahwa jumlah tersebut berubah dikarenakan berkurangnya pendapatan dan kunjungan dari pelanggan, terlebih selama pandemi. Omzetnya per hari juga turun drastis.

Sebuah showroom kerajinan keramik di Kampoeng Wisata Keramik Dinoyo.
Sebuah showroom kerajinan keramik di Kampoeng Wisata Keramik Dinoyo. (Foto: Bayu Putra Pradana dan Shinta Alifia C. H.)

“Omzet juga terpengaruh banget selama pandemi ini. Dulu pas rame bisa dapet Rp 10 juta perhari, tapi kalau pandemi omzet dapet Rp 1-2 juta perhari soalnya sepi. Ada yang gulung tikar juga,” ucapnya.

Adapun harga dari produk yang dijual oleh pengrajin di kampung keramik Dinoyo bervariasi, mulai dari Rp 5 ribu hingga jutaan rupiah tergantung ukuran dan kesulitan pembuatannya.

Menurut Syamsul, hasil kerajinan masyarakat Dinoyo dipasarkan hingga ke luar kota seperti Bali, Kalimantan, Jakarta, Yogyakarta, Lampung, dan Surabaya.

Sementara Bu Am, pengrajin keramik lainnya, mengatakan bahwa dalam satu minggu normalnya pengrajin dapat melakukan pengiriman sebanyak dua sampai tiga kali sedangkan selama pandemi pengrajin hanya mengirim sekali saja dalam seminggu.

“Hal ini tak sebanding dengan jumlah keramik yang dihasilkan perhari. Ditambah lagi dengan kesulitan yang dialami selama proses pembuatan, seperti cuaca yang kurang mendukung dan kemungkinan produk gagal,” kata dia.

Dalam satu kali produksi, satu sentra dapat menghasilkan sekitar 500 buah keramik. Kemudian produk itu dibeli oleh tengkulak yang biasanya dalam jumlah banyak.

Selama ini untuk pemasaran produk mereka, pengrajin hanya mengandalkan toko yang dimiliki sebagai showroom dan menggunakan sosial media sebagai sarana promosi produk.

Kerajinan keramik terlihat menghiasi tembok di sepanjang jalan di Kampoeng Wisata Keramik Dinoyo.
Kerajinan keramik terlihat menghiasi tembok di sepanjang jalan di Kampoeng Wisata Keramik Dinoyo. (Foto: Bayu Putra Pradana dan Shinta Alifia C. H.)

Menurut Bu Am, pemerintah sebenarnya juga memberikan perhatian terhadap kampung wisata ini, contohnya memberikan pelatihan kepada masyarakat mengenai proses pembuatan kerajinan keramik, namun jumlah pesertanya dibatasi dikarenakan pandemi.

Selain itu, pemerintah juga pernah memberikan bantuan berupa peralatan produksi dan perbaikan jalan. Sebelumnya, di kampung ini sering ramai pengunjung dari berbagai daerah yang ingin belajar proses pembuatan keramik.

—
Terima kasih sudah membaca artikel kami. Ikuti media sosial kami yakni Instagram @tugujatim , Facebook Tugu Jatim , 
Youtube Tugu Jatim ID , dan Twitter @tugujatim

 

 

Tags: Kampoeng Wisata KeramikKerajinan KeramikKeramik DinoyoKota MalangSentra Keramik Kota Malang
Herlianto A

Herlianto A

Related Stories

Bojonegoro

Dijanjikan Rp1,4 Juta per Bulan, Pengelola Kopdes Merah Putih Bojonegoro Kecewa Terima Upah Minim

by Mochamad Abdurrochim
08/07/2026 5:15 PM
0

BOJONEGORO, Tugujatim.id – Program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) yang digadang-gadang menjadi penggerak ekonomi desa kini menuai sorotan. Sejumlah gerai...

Pembunuhan ASN Bangkalan

Terduga Pelaku Pembunuhan ASN Bangkalan yang Diduga Beraksi Tipu Perempuan Bermodal Rayuan

by Mochamad Abdurrochim
08/07/2026 4:45 PM
0

SURABAYA, Tugujatim.id - Pembunuhan ASN Bangkalan masih terus diusut Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Jawa Timur. Polisi kini memburu...

Kabupaten Malang.

Membanggakan! Kiprah 4 Penggerak Wisata Kabupaten Malang Masuk 50 Besar Local Hero in Tourism 2026

by Dwi Linda
08/07/2026 3:10 PM
0

MALANG, Tugujatim.id - Membanggakan! Kabupaten Malang kembali menorehkan prestasi di sektor pariwisata. Empat penggerak pariwisata Kabupaten Malang berhasil masuk dalam...

DPRD Kota Malang.

Reses DPRD Kota Malang, Warga Lowokwaru Curhat Banjir, Minim RTH, hingga Kabel Semrawut

by Dwi Linda
08/07/2026 12:39 PM
0

MALANG, Tugujatim.id - DPRD Kota Malang Dito Arief Nurakhmadi menggelar kegiatan reses untuk menyerap aspirasi masyarakat pada Selasa (07/07/2026). Persoalan...

Next Post
Tim NBN Unikama meraih juara III lomba debat se-Malang Raya.

Tim Debat NBN Unikama Juara III Lomba Debat se-Malang Raya

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID